Rabu, 26 Februari 2020
Label GRAM

GRAM

Liquid Kembalikan Uang Hasil Penjualan Aset Kripto Gram Besutan Telegram

Akibat perselisihan Telegram dengan SEC di Amerika Serikat yang tak kunjung usai, bursa aset kripto asal Jepang, Liquid mengembalikan uang hasil penjualan aset kripto Gram kepada para investor. Liquid telah sukses mengumpulkan uang senilai Rp6,3 triliun pada September 2019 lalu.

Telegram Tidak Akan Satukan Kripto Gram dan Aplikasi Messenger-nya

Dalam pernyataan resmi yang dirilis baru-baru ini, Telegram mengatakan tidak berencana memadukan aplikasi chat-nya dengan dompet kripto Gram pada blockchain TON. Saat blockchain TON meluncur, aplikasi dompet kripto tersebut tidak akan menjadi bagian aplikasi messenger.

Telegram: Aset Kripto Gram Bukanlah Produk Investasi

Masih bermasalah dengan SEC di Amerika Serikat, Telegram hari ini menerbitkan surat terbuka kepada publik terkait proyek teknologi blockchain TON dan aset kripto Gram yang terafiliasi dengan perusahaan perpesanan instan itu. Dari sekian banyak aspek, Telegram menegaskan bahwa aset kripto Gram bukanlah produk investasi yang membuat penggunanya menjadi kaya raya.

Terungkap! Pendiri WordPress adalah Investor Aset Kripto Gram Buatan Telegram

Setelah sekian lama Telegram berseteru dengan SEC soal investasi di aset kripto Gram di Amerika Serikat. Belum lama ini terungkap ke publik, bahwa Pendiri Wordpress, Matt Mullenweg juga terlibat sebagai salah satu investornya.

Investor Blockchain TON dan Kripto GRAM Rela Dana Tak Kembali

Setelah SEC Amerika Serikat "menendang" proyek Blockchain TON dan kripto GRAM beberapa waktu lalu, Telegram akhirnya memutuskan meminta persetujuan apakah investor awal ingin dana investasi dikembalikan. Kabar terakhir yang dilansir dari Forbes Rusia, menyebutkan bahwa investor rela Telegram tidak mengembalikan dana investasi mereka.

Bos Telegram, Pavel Durov: Proyek Blockchain TON dan Kripto GRAM Mungkin Ditunda

CEO dan Pendiri Telegram, Pavel Durov terkejut dengan keputusan Komisi Sekuritas AS (SEC) yang menuntut Telegram ke pengadilan terkait investasi proyek Blockchain TON dan Kripto GRAM. Dia juga menyebutkan adanya kemungkinan proyek blockchain TON dan Kripto GRAM ditunda.

Ingkar Janji, AS Tendang Proyek Kripto Telegram

Amerika Serikat melalui Securities and Exchange Commission (SEC) "menendang" proyek kripto Telegram. SEC pada Jumat (11/10/2019) mengatakan Telegram ingkar dalam mengirimkan aset kripto GRAM yang dijanjikan kepada sejumlah investor di Amerika Serikat. Menurut SEC, sedianya Telegram mengirimkan GRAM sebelum Oktober 2019.

Ini Penampakan Wallet Blockchain TON Milik Telegram

Beberapa hari setelah Telegram mengumumkan sayembara uji coba Blockchain TON (Telegram Open Network), kemarin tersebar satu peranti lunak bernama "TON Key Generator" dari Telegram Channel "TON Board". Channel itu disebutkan merupakan Channel khusus investor TON, tetapi tidak pasti apakah Channel tersebut merupakan Channel resmi (seperti sebelumnya-Red) proyek tersebut.

Telegram Gelar Sayembara Uji Blockchain TON Berhadiah Rp5,6 Miliar

Sebagaimana lazimnya proyek teknologi blockchain yang menggelar sayembara berhadiah untuk menguji keandalannya, Telegram dengan proyek blockchain TON-nya menggelar sayembara berhadiah uang senilai Rp5,6 miliar.

Blackmoon Crypto Mengklaim Akan Jual Kripto GRAM Telegram

Setelah public sale kripto GRAM usai di Liquid (Jepang) dan Tokenomy (Singapura), bursa kripto Blackmoon Crypto asal Cayman Island mengklaim akan menjual kripto tersebut setelah blockchain TON (Telegram Open Network) diluncurkan.