Label GRAM

GRAM

Blackmoon Crypto Mengklaim Akan Jual Kripto GRAM Telegram

Setelah public sale kripto GRAM usai di Liquid (Jepang) dan Tokenomy (Singapura), bursa kripto Blackmoon Crypto asal Cayman Island mengklaim akan menjual kripto tersebut setelah blockchain TON (Telegram Open Network) diluncurkan.

Yes! Kode Full Node Blockchain TON Telegram Versi Testnet Sudah Tersedia

Proyek blockchain Telegram, TON (Telegram Open Network), telah memasuki tahap persiapan terakhir sebelum diluncurkan. Inilah teknologi blockchain tempat kripto GRAM bersemayam dan kelak digunakan di aplikasi Telegram untuk pembayaran dan beranekaragam layanan lainnya.

Di Liquid, Hasil Penjualan Kripto GRAM Telegram Mencapai Rp6,3 Triliun

Liquid, bursa kripto asal Jepang, yang menjadi mitra Gram Asia dalam public sale kripto GRAM buatan Telegram, mengumumkan rincian transaksi hasil penjualan kripto GRAM tersebut. Berdasarkan data di Etherscan, jumlah dana yang terkumpul mencapai 446.225.351,58 USDC atau setara dengan Rp6,3 triliun.

Melacak Kripto Gram Besutan Telegram

Mengingat ada banyak nama-nama besar yang saling terkait dengan Blockchain TON dan kripto Gram ini, termasuk sejumlah institusi yang mengklaim melakukan langkah sah dan meyakinkan, bisa jadi memang inilah "gendang" yang sedang dijalankan oleh Pavel Durov dan kawan-kawan. Kita tunggu saja, apakah kripto Gram nanti benar-benar berada di genggaman kita di Telegram.

Minat Beli Token “GRAM” Telegram? Berhati-hatilah

Setelah menanti sejak tahun 2017, kripto "GRAM" milik Telegram disebutkan akan diperdagangkan di bursa kripto Liquid pada Juli mendatang. Terpantau di situs web Liquid, sudah ada pengumuman program afiliasi bagi kripto tersebut. Namun, mengingat belum ada pernyataan resmi dari CEO Telegram, Pavel Durov, masyarakat sepatutnya berhati-hati.