Label Libra

libra

[Infografis] Dikomandoi Facebook, Inilah Anggota Libra Association Terbaru

Proyek blockchain dan aset kripto di bawah Libra Association, yang dikomandoi oleh Facebook terus berproses, seolah-olah tak lagi dihalangi Kongres AS. Anggota baru pun bergabung, termasuk Temasek milik Pemerintah Singapura.

Dahlia Malkhi, Sosok di Balik Blockchain Libra-Facebook

Inilah Dahlia Malkhi, sosok programmer dan developer di balik proyek blockchain Libra dan mata uang digital Libra (LBR) yang dikomandoi oleh Facebook. Perempuan itu mengusulkan algoritma konsensus Scalable Byzantine Fault Tolerance (SBFT) yang unik untuk blockchain itu.

Ada Temasek di Proyek Mata Uang Digital Libra yang Dikomandoi Facebook

Perusahaan milik negara Singapura, Temasek memutuskan bergabung di Libra Association. Organisasi itu menjalankan proyek mata uang digital Libra yang dikomandoi oleh Facebook.

Perusahaan Checkout.​com Asal Inggris Bergabung di Proyek Libra-Facebook

Perusahaan Checkout.com asal Inggris bergabung di proyek Libra yang dikomandoi oleh Facebook di Libra Association. Inilah keanggotaan terbaru di Libra setelah Shopify (Kanada) dan Heifer International.

Masa Depan Blockchain-Aset Kripto di India, Pasca Investasi Facebook di Jio Platforms

Pada Selasa (21 April 2020), Facebook mengumumkan investasi sebesar US$5,7 miliar (Rp88 triliun) di Jio Platforms, milik Mukesh Ambani di India. Spekulasi pun meluas, bahwa dengan investasi itu, Facebook kelak bisa memperluas pengaruh stablecoin Libra di India, karena sejak bulan lalu penerapan blockchain dan aset kripto sudah dibuka luas.

Heifer International Bergabung di Proyek Libra Besutan Facebook-Libra Association

Setelah stablecoin Libra yang dikomandoi Facebook memperbarui isi whitepaper-nya, Heifer International menyatakan bergabung dengan proyek itu melalui Libra Association. Heifer pun menjadi anggota ke-25 organisasi yang bermarkas di Swiss itu.

Mata Uang Digital Tiongkok Molek, Libra pun Bersolek

Tak lama setelah penampakan mata uang digital renminbi yang diduga kuat buatan Bank Sentral Tiongkok, pada 15 April 2020 lalu, Libra Association yang dikomandoi oleh Facebook pun mengumumkan dukungannya terhadap dolar digital. Nilai mata uang digital Libra kelak bernilai dolar "murni" dan kelak dapat dipadukan dengan mata uang digital (CBDC) buatan The Fed. 

Berkat Lobi-lobi, Libra Mungkin Bangkit Kembali

Berkat lobi-lobi kelas wahid, "stablecoin" Libra, besutan Facebook dan Libra Associaton mungkin bangkit kembali. Ada udang di balik bakwan, The Fed?

Tom Lee: Bitcoin Bisa Berkinerja Baik pada Tahun 2020

Sepanjang tahun 2019, Bitcoin melemah hingga 50 persen dari US$13.793 (27 Juni 2019) menjadi US$6.630 (25 November 2019). Tom Lee, Analis dari Fundstrat menyebutkan pelemahan harga Bitcoin sejak Juli 2019 dapat dimaklumi. Sebab, tekanan datang dari regulator dari sejumlah negara. Tapi, Lee berpendapat bahwa Bitcoin bisa berkinerja lebih baik pada tahun 2020.

Alasan PayPal Mundur dari Proyek Libra-Facebook

Global Head Strategy PayPal Alfonso Villanueva mengatakan, sebenarnya Libra mempunyai pendekatan yang menarik. yakni menggunakan mata uang digital/cryptocurrency berbasis teknologi blockchain. Uang digital ini juga bertujuan untuk meningkatkan inklusi keuangan dan ekonomi digital.