Label Libra

libra

Proyek Blockchain Libra Belum Tiba, Perusahaan Ini Siapkan Perangkat Pendukungnya

Masih ingat dengan proyek blockchain-aset kripto Libra yang didukung Facebook? Proyek itu masih mandek, karena belum mendapatkan aba-aba yang jelas dari pemerintah AS. Namun perusahaan asal Taiwan ini sudah mempersiapkan sejumlah perangkat keras pendukungnya. Ini penampakannya.

Mantan Pejabat AS Ini Berlabuh di Proyek Aset Kripto Libra-Facebook

Libra Association—diinisiasi oleh Facebook—organisasi yang mencanangkan blockchain dan aset kripto Libra tampaknya kian giat mengambil hati Pemerintah AS, guna melancarkan proyek ambisius itu. Kabar terbaru adalah Steve Bunnell, mantan pejabat di Departemen Keamanan Dalam Negeri AS, berlabuh di asosiasi itu.

[Infografis] Dikomandoi Facebook, Inilah Anggota Libra Association Terbaru

Proyek blockchain dan aset kripto di bawah Libra Association, yang dikomandoi oleh Facebook terus berproses, seolah-olah tak lagi dihalangi Kongres AS. Anggota baru pun bergabung, termasuk Temasek milik Pemerintah Singapura.

Dahlia Malkhi, Sosok di Balik Blockchain Libra-Facebook

Inilah Dahlia Malkhi, sosok programmer dan developer di balik proyek blockchain Libra dan mata uang digital Libra (LBR) yang dikomandoi oleh Facebook. Perempuan itu mengusulkan algoritma konsensus Scalable Byzantine Fault Tolerance (SBFT) yang unik untuk blockchain itu.

Ada Temasek di Proyek Mata Uang Digital Libra yang Dikomandoi Facebook

Perusahaan milik negara Singapura, Temasek memutuskan bergabung di Libra Association. Organisasi itu menjalankan proyek mata uang digital Libra yang dikomandoi oleh Facebook.

Perusahaan Checkout.​com Asal Inggris Bergabung di Proyek Libra-Facebook

Perusahaan Checkout.com asal Inggris bergabung di proyek Libra yang dikomandoi oleh Facebook di Libra Association. Inilah keanggotaan terbaru di Libra setelah Shopify (Kanada) dan Heifer International.

Masa Depan Blockchain-Aset Kripto di India, Pasca Investasi Facebook di Jio Platforms

Pada Selasa (21 April 2020), Facebook mengumumkan investasi sebesar US$5,7 miliar (Rp88 triliun) di Jio Platforms, milik Mukesh Ambani di India. Spekulasi pun meluas, bahwa dengan investasi itu, Facebook kelak bisa memperluas pengaruh stablecoin Libra di India, karena sejak bulan lalu penerapan blockchain dan aset kripto sudah dibuka luas.

Heifer International Bergabung di Proyek Libra Besutan Facebook-Libra Association

Setelah stablecoin Libra yang dikomandoi Facebook memperbarui isi whitepaper-nya, Heifer International menyatakan bergabung dengan proyek itu melalui Libra Association. Heifer pun menjadi anggota ke-25 organisasi yang bermarkas di Swiss itu.

Mata Uang Digital Tiongkok Molek, Libra pun Bersolek

Tak lama setelah penampakan mata uang digital renminbi yang diduga kuat buatan Bank Sentral Tiongkok, pada 15 April 2020 lalu, Libra Association yang dikomandoi oleh Facebook pun mengumumkan dukungannya terhadap dolar digital. Nilai mata uang digital Libra kelak bernilai dolar "murni" dan kelak dapat dipadukan dengan mata uang digital (CBDC) buatan The Fed. 

Berkat Lobi-lobi, Libra Mungkin Bangkit Kembali

Berkat lobi-lobi kelas wahid, "stablecoin" Libra, besutan Facebook dan Libra Associaton mungkin bangkit kembali. Ada udang di balik bakwan, The Fed?