Langkah besar baru saja terjadi di pasar kripto, namun anehnya, hanya sedikit yang menyadarinya.
Dalam video terbarunya di YouTube, analis kripto Lark Davis menegaskan bahwa pasar baru saja menyaksikan momen paling bersejarah dalam dunia altcoin.
Menurutnya, inilah saat ketika Wall Street benar-benar “terhubung langsung” dengan pasar altcoin, membuka babak baru menuju altseason yang selama ini hanya menjadi wacana di kalangan investor.
Di tengah gejolak makro, dari penutupan (shutdown) sementara pemerintahan AS hingga tekanan di pasar saham, institusi besar justru mulai mengalirkan dana ke produk baru yang belum pernah ada sebelumnya, yakni ETF berbasis altcoin.
Setelah bertahun-tahun Bitcoin dan Ethereum memegang monopoli atas produk ETF spot, kini giliran altcoin seperti Solana, Litecoin dan Hedera Hashgraph yang mendapatkan panggungnya.
“Ini bukan sekadar ETF baru. Ini adalah momen pertama di mana uang institusional benar-benar mencicipi hasil nyata dari dunia kripto,” ujar Davis.
Solana Jadi Gerbang Utama Altcoin Masuk Bursa AS
Salah satu pemicu utama dimulainya altseason versi baru ini datang dari peluncuran Solana ETF staking oleh Bitwise di Bursa Efek New York pada 28 Oktober 2025.
ETF dengan kode BSOL ini menjadi yang pertama di AS yang sepenuhnya teregulasi dan memiliki eksposur langsung ke Solana. Menariknya, produk ini tidak hanya mengikuti harga Solana, tetapi juga memberikan imbal hasil staking tahunan sekitar tujuh persen kepada para pemegangnya.
ETF Bitwise tersebut langsung meluncur dengan modal awal sebesar US$220 juta, jumlah yang menandakan minat institusi sangat besar terhadap aset berbasis staking.
Davis menjelaskan bahwa langkah ini menunjukkan permintaan yang tertahan selama ini dari institusi yang menunggu cara legal dan mudah untuk mendapatkan eksposur ke yield Solana.
Selain Bitwise, perusahaan besar seperti Fidelity dan Franklin Templeton juga telah mendaftarkan produk serupa dan tinggal menunggu persetujuan otoritas.
Bahkan, menurut laporan Davis, Grayscale sedang mempersiapkan konversi produk Solana Trust mereka menjadi ETF dengan mekanisme staking sejak hari pertama peluncuran.
Meski pemerintahan AS sempat berhenti beroperasi sebagian, Komisi Sekuritas dan Bursa (SEC) tetap melanjutkan proses persetujuan, membuka jalan bagi produk ETF berbasis altcoin lain untuk segera masuk pasar.
Menurut Davis, langkah ini menjadi sinyal kuat bahwa mesin institusional tidak akan melambat.
Altcoin Resmi Masuk Arus Utama Keuangan Global
Lebih lanjut lagi, Davis menyoroti bahwa selain Solana, altcoin lain seperti Litecoin dan Hedera Hashgraph juga telah memperoleh persetujuan ETF dan akan diperdagangkan di Nasdaq.
“Kita akan melihat banjir produk ETF berbasis altcoin dalam beberapa minggu ke depan,” ujarnya.
Menurut Davis, momen tersebut menandai pergeseran fundamental terhadap cara investor memandang altcoin. Kini, aset-aset ini bukan lagi sekadar proyek eksperimental, tetapi telah menjadi bagian dari portofolio keuangan institusional berdampingan dengan saham dividen dan surat utang negara.
Di sisi lain, JPMorgan memperkirakan bahwa Solana ETF dapat menarik dana hingga US$8 miliar pada tahun pertama, sedangkan produk serupa untuk XRP, Cardano dan Avalanche juga sedang dalam proses.
Menurut Davis, meskipun beberapa ETF seperti Litecoin dan Hedera belum mencatat arus masuk besar di hari pertama, produk-produk tersebut tetap menjadi sinyal awal perubahan arah pasar menuju altseason.
Menariknya, BSOL ETF dari Bitwise mencatat volume perdagangan tertinggi dari 850 ETF baru di tahun 2025, sebuah pencapaian yang mengejutkan mengingat kondisi pasar kripto yang sedang lesu.
Beberapa analis bahkan melihat formasi bull flag pada grafik Solana yang berpotensi membawa harga menuju US$412, atau lebih dari 100 persen kenaikan dari level saat ini.
Menurut Davis, kombinasi antara penurunan suku bunga The Fed, berakhirnya kebijakan pengetatan kuantitatif pada 1 Desember, serta membaiknya hubungan dagang AS dan Tiongkok menciptakan “badai sempurna” bagi lonjakan harga altcoin menjelang akhir tahun.
“Perhatikan arus dana masuk, imbal hasil staking dan arah pergerakan uang institusional, itulah tanda awal dari altseason sejati,” ujar Davis.
Lark Davis pun menutup analisisnya dengan nada optimistis, di mana fase euforia berikutnya bisa saja sudah mulai terbentuk ketika sebagian besar investor masih pesimis.
“Ketika semua orang menyerah, di situlah smart money mulai bergerak,” ujarnya.
Dengan semakin banyaknya ETF berbasis altcoin yang mendapatkan izin, altseason kini bukan sekadar wacana, tetapi realitas yang sedang tumbuh diam-diam di balik kekhawatiran pasar.
Pada akhirnya, ketika investor ritel baru menyadari apa yang sedang terjadi, institusi besar mungkin sudah menyiapkan diri untuk fase keuntungan berikutnya. [st]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.



