Tak Cuma di Bisnis Kripto, Adik Prabowo Kini Jalani Peran Baru di Sektor Lain

Nama Hashim Djojohadikusumo kembali mencuat. Setelah sebelumnya melakukan ekspansi ke industri kripto, adik Presiden Prabowo Subianto itu kini kembali menarik perhatian setelah mendapat jabatan baru dan dipercaya mengemban peran strategis di sektor lingkungan.

Prabowo Angkat Hashim Jadi Ketua Satgas Taman Nasional

Presiden Prabowo Subianto resmi menunjuk Hashim Djojohadikusumo sebagai Ketua Satuan Tugas (Satgas) Inovasi Pembiayaan dan Pengelolaan Taman Nasional. Penunjukan tersebut tertuang dalam Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2026.

Dikutip dari laporan Tempo pada Senin (27/04/2026), keputusan ini ditetapkan pada 16 April 2026 dan berlaku sejak hari yang sama. Dalam aturan tersebut, satgas berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Presiden.

Dalam struktur yang dibentuk, Hashim didampingi oleh Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni sebagai Wakil Ketua. Sementara itu, Mari Elka Pangestu menjabat sebagai Wakil Ketua Bidang Investasi dari Dewan Ekonomi Nasional.

IKLAN
Chat via WhatsApp

Adik Prabowo Amankan Untung 20 Tahun dari Proyek Migas

Komposisi anggota satgas juga tidak sembarangan. Selain pemerintah, sejumlah pakar dan organisasi lingkungan seperti WWF Indonesia turut dilibatkan. Hal ini menunjukkan pendekatan lintas sektor dalam pengelolaan taman nasional.

BACA JUGA:  Terkuak! Peretasan US$285 Juta di Drift Diduga Ulah Hacker Korut

Sekretaris Jenderal Kementerian Kehutanan, Mahfudz, ditunjuk sebagai sekretaris satgas. Struktur ini diharapkan mampu memperkuat koordinasi sekaligus memastikan implementasi berjalan lebih terarah dan efektif.

Krisis Pendanaan Bayangi Taman Nasional

Penunjukan adik Prabowo Subianto ini juga berkaitan dengan tantangan dalam pengelolaan taman nasional, terutama soal pendanaan. Selama ini, pengelolaan kawasan konservasi dinilai belum optimal karena masih bergantung pada anggaran negara.

Karena itu, pemerintah mulai mendorong model pembiayaan yang berkelanjutan. Fokusnya mencakup mobilisasi dana, perlindungan spesies ikonik, hingga kontribusi terhadap target FOLU Net Sink 2030.

Selain fungsi konservasi, taman nasional juga berperan penting sebagai penyangga kehidupan. Mulai dari menjaga tata air, mencegah banjir, hingga mengendalikan erosi dan menjaga kesuburan tanah.

Namun, kondisi di lapangan masih menghadapi berbagai keterbatasan. Hal ini diakui secara langsung oleh Raja Juli Antoni.

BACA JUGA:  Polymarket Hapus Taruhan Nasib Pilot AS, Picu Kritik Tajam

“Seperti kita ketahui, kita memiliki 57 taman nasional di Indonesia. Dan mohon maaf selama ini taman nasional dikelola dengan apa adanya, dan dengan pendanaan yang sangat minim sekali,” ujarnya pada akhir Maret lalu.

Karena itu, keterlibatan sektor swasta mulai didorong sebagai solusi untuk memperkuat skema pembiayaan dan pengelolaan ke depan.

Dari Bisnis Kripto ke Tugas Negara

Di sisi lain, sebelum mengemban jabatan Ketua Satgas Taman Nasional, langkah Hashim Djojohadikusumo di sektor bisnis sempat menarik perhatian, salah satunya saat Arsari Group masuk ke industri kripto.

Melalui PT Arsari Nusa Investama, grup tersebut mengambil posisi sebagai pemegang saham di PT Indokripto Koin Semesta Tbk (COIN). Langkah ini disebut sebagai bagian dari dukungan terhadap pengembangan ekosistem aset digital nasional.

Meski tidak berkaitan langsung, perjalanan ini menunjukkan spektrum peran Hashim yang semakin luas. Bagi publik, perjalanan adik Presiden RI tersebut terasa seperti rangkaian bab yang berlanjut dan menarik untuk diikuti.

Adik Prabowo Diam-Diam Masuk ke Bisnis Bursa Kripto Indonesia

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait