Tak Semua Korporasi Terus Borong Bitcoin, Tiga Emiten Pilih Jalan Berbeda

Gelombang perusahaan publik yang borong Bitcoin sebagai bagian dari strategi cadangan neraca ternyata tidak bergerak dalam satu arah. Perkembangan terbaru dari tiga emiten di Jepang, Inggris dan AS memperlihatkan pendekatan yang berbeda terhadap aset kripto terbesar tersebut.

Bitcoin Japan Corp. mulai membuka eksposur baru terhadap BTC, sementara Satsuma Technology PLC justru telah mengosongkan kepemilikannya. Di AS, iPower Inc. masih menyimpan Bitcoin, tetapi prioritas penggunaan modal barunya kini bergeser menuju infrastruktur kecerdasan buatan (AI).

Kondisi tersebut memperlihatkan bagaimana keputusan borong Bitcoin kini semakin terkait dengan kebutuhan modal, struktur pembiayaan dan strategi bisnis masing-masing perusahaan.

Bitcoin Japan Mulai Masuk, Satsuma Malah Kosongkan Cadangan

Bitcoin Japan menjadi pemain terbaru yang memilih masuk ke strategi cadangan BTC. Berdasarkan pengumuman resmi perusahaan pada Jumat (18/9/2026), dewan direksi telah menyetujui peluncuran bisnis cadangan neraca Bitcoin dan pengelolaan aset terkait Bitcoin melalui BTC JPN Ltd.

Sebagai tahap awal, perusahaan menetapkan pembelian spot Bitcoin dengan batas maksimum US$1 juta. Secara keseluruhan, dana yang dapat dialokasikan untuk investasi Bitcoin dibatasi sebesar ¥662 juta.

BACA JUGA:  Nekat Beli Kripto LAPTOP Hunter Biden Rp2,9 Miliar, Trader Ini Tahu Sesuatu?

Namun, strategi tersebut tidak berarti perusahaan akan terus borong Bitcoin hingga seluruh plafon habis. Bitcoin Japan menyatakan bahwa tujuannya bukan memaksimalkan jumlah BTC yang dimiliki ataupun melakukan perdagangan spekulatif jangka pendek, melainkan meningkatkan nilai intrinsik per saham dan efisiensi modal jangka panjang.

Bahkan, BTC dapat dicairkan apabila muncul peluang investasi lain, termasuk di sektor AI dan blockchain, yang dinilai menawarkan penciptaan nilai lebih tinggi. Perusahaan juga membuka kemungkinan penggunaan lending, financing dan strategi imbal hasil, dengan syarat kerangka kontrol serta persetujuan yang diperlukan telah tersedia.

Arah sebaliknya terlihat pada Satsuma Technology. Dalam laporan keuangan final yang diumumkan pada Kamis (17/9/2026), perusahaan mengungkap bahwa strategi cadangan neraca yang dimulai pada Juni 2025 telah berakhir. Saat itu, Satsuma mengumpulkan sekitar £169 juta melalui convertible loan notes untuk mendanai pembelian 1.199 BTC.

IKLAN
Urban Stretch Centre Medan
BACA JUGA:  Harga Bitcoin Belum Selesai Berdarah, Analis Bidik US$48.000 Sebelum Meroket

Sebanyak 579 BTC kemudian dijual untuk membantu mendanai penebusan sekitar £78,2 juta convertible notes. Setelah pemegang saham pada Juli 2026 menyetujui pengembalian modal dan pembatalan pencatatan saham, perusahaan akhirnya menutup strategi Digital Asset Treasury tersebut.

“Perusahaan menjual seluruh kepemilikan Bitcoin-nya menjelang sidang Pengadilan Tinggi Inggris,” ungkap Satsuma.

Sisa kepemilikan BTC dilepas dengan hasil sekitar £31,9 juta dan menghasilkan kerugian terealisasi sekitar £1,3 juta.

Perjalanan tersebut menunjukkan bahwa langkah borong Bitcoin di neraca perusahaan juga dapat berbalik ketika struktur pembiayaan dan keputusan pemegang saham berubah.

iPower Rem Akumulasi BTC, Modal Baru Mengarah ke AI

Pilihan berbeda datang dari iPower. Dalam prospektus yang diajukan kepada SEC pada Jumat (18/9/2026), perusahaan mengungkap masih memegang 15,11524045 BTC dengan nilai indikatif sekitar US$1,22 juta. BTC tersebut sebelumnya diperoleh dengan biaya sekitar US$1,325 juta pada Desember 2025.

Namun, alih-alih terus borong Bitcoin, manajemen kini memprioritaskan akuisisi, pembiayaan dan penyewaan peralatan infrastruktur AI. Pergeseran tersebut dilakukan setelah mengevaluasi kinerja, likuiditas serta risiko kepemilikan aset digital dan peluang langsung di sektor AI.

BACA JUGA:  Kripto Hari Ini 24 Agustus 2026: MORPHO, DGB, MON, UNI dan DASH Bersiap Ubah Peta Pasar

“Kami tidak memiliki program pembelian aset digital secara otomatis atau berkala,” jelas perusahaan.

iPower juga tidak memiliki kewajiban untuk mempertahankan jumlah minimum aset digital dan dapat mempertahankan, mengurangi ataupun menjual posisi BTC-nya di masa mendatang.

Tiga keputusan tersebut memperlihatkan bahwa narasi korporasi borong Bitcoin kini tidak sebatas soal menambah BTC sebanyak mungkin. Bitcoin Japan memilih memulai secara selektif, Satsuma telah keluar sepenuhnya, sedangkan iPower mempertahankan BTC sembari mengarahkan modal barunya ke bisnis AI.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait