Tak Setengah Hati, Morgan Stanley Kembangkan Infrastruktur Crypto Sendiri

Raksasa perbankan Wall Street, Morgan Stanley, kian serius masuk ke industri kripto. Bank dengan kelolaan sekitar US$9 triliun itu berencana membangun infrastruktur Bitcoin sendiri, mulai dari layanan kustodi dan trading hingga potensi produk yield serta lending.

Morgan Stanley Rancang Layanan Bitcoin Terpadu

Dalam video singkat yang diunggah Bitcoin Magazine terkait konferensi Bitcoin for Corporations di Las Vegas pada Kamis (26/02/2026), Head of Digital Assets Strategy Morgan Stanley, Amy Oldenburg, memaparkan arah baru strategi kripto perusahaan.

Ia mengungkapkan bahwa Morgan Stanley mempertimbangkan untuk memungkinkan klien menyimpan (custody) dan memperdagangkan Bitcoin secara langsung melalui platform internal mereka..

Artinya, seluruh layanan dapat terintegrasi dalam satu ekosistem milik Morgan Stanley sendiri, dengan standar keamanan dan reliabilitas yang selama ini menjadi ciri khas institusi keuangan besar tersebut.

IKLAN
Chat via WhatsApp

“Tentu saja. Itu bagian dari diskusi dan eksplorasi. Itu merupakan bagian yang alami dari roadmap untuk terus kami dalami. Saya rasa kami masih berada pada tahap yang sangat awal dalam perjalanan tersebut,” tuturnya.

Morgan Stanley Siapkan Dompet Kripto Sendiri di Tahun 2026

Langkah ini menegaskan bahwa Morgan Stanley tidak sekadar membuka akses ke Bitcoin, tetapi tengah menyiapkan rangkaian layanan yang lebih komprehensif dan terstruktur bagi klien institusional maupun high-net-worth.

BACA JUGA:  Tether Gaspol ke Ekonomi Kreator dengan Investasi Terbarunya

Bangun dari Nol demi Standar “No-Fail

Yang menarik, Morgan Stanley memilih membangun infrastruktur Bitcoin secara internal, bukan mengandalkan solusi white-label atau vendor eksternal. Tujuannya jelas: memastikan kendali penuh atas teknologi dan menjaga standar keandalan.

“Orang-orang berharap Morgan Stanley, mereka mempercayai merek kami, untuk tidak gagal. Ketika berada di posisi tersebut, Anda memiliki tanggung jawab kepada klien untuk memastikan bahwa Anda menghadirkan keandalan itu di setiap aspek teknologi,” ujar Oldenburg.

Pernyataan ini menegaskan bahwa reputasi menjadi taruhan bagi Morgan Stanley. Di tengah industri kripto yang masih rentan terhadap risiko teknis dan isu keamanan, perusahaan tampaknya tidak ingin mengambil jalan pintas.

Oldenburg juga mengungkapkan bahwa saat ini sudah ada “jumlah yang cukup besar” kripto milik klien yang disimpan di luar Morgan Stanley. Hal ini menunjukkan bahwa eksposur klien terhadap kripto sebenarnya telah lebih dulu berkembang.

BACA JUGA:  Kripto Halal atau Tidak? Tokocrypto Buka Suara Soal Status Syariah

Meski begitu, ia tidak memperkirakan seluruh aset tersebut akan otomatis berpindah ke solusi crypto custody internal perusahaan. Menurutnya, praktik self-custody tetap menjadi bagian alami dalam ekosistem Bitcoin.

Morgan Stanley Tegaskan Arah Baru di Industri Kripto

Beberapa tahun lalu, Morgan Stanley tergolong konservatif terhadap kripto. Namun, perubahan iklim regulasi yang lebih ramah setelah terpilihnya Donald Trump turut mendorong pergeseran sikap tersebut.

Kini, perlahan namun pasti, raksasa finansial itu bergerak lebih dalam ke sektor kripto. Dengan membangun infrastruktur sendiri, Morgan Stanley mengirim sinyal tegas bahwa Bitcoin bukan lagi sekadar eksperimen, melainkan bagian dari strategi jangka panjang.

GENIUS Act Disahkan! Trump Bawa Kripto ke Era Baru

Jika seluruh rencana ini terealisasi, langkah tersebut berpotensi memperkuat legitimasi Bitcoin di mata institusi global. Morgan Stanley bukan hanya mengikuti arus, tetapi bersiap mengambil peran penting dalam ekosistem kripto yang semakin matang.

BACA JUGA:  Binance Diam-diam Serok Bitcoin Rp7,17 Triliun Lewat SAFU

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait

Iklan Bitget Blockchain Media Indonesia