Teknologi kecerdasan buatan (AI) kini memasuki fase baru setelah peluncuran standar pembayaran x402 di XRP Ledger (XRPL), yang memungkinkan AI melakukan transaksi secara mandiri menggunakan XRP dan stablecoin RLUSD tanpa intervensi manusia.
Inovasi ini membuka jalan bagi sistem ekonomi digital baru di mana software dapat membayar layanan, mengakses data dan menggunakan infrastruktur digital secara otomatis melalui blockchain.
Standar x402 memungkinkan AI untuk mengirim pembayaran secara langsung saat mengakses layanan digital tertentu. Mekanisme ini memanfaatkan kode HTTP “402 Payment Required” yang selama ini jarang digunakan dan mengintegrasikannya dengan sistem pembayaran berbasis blockchain.
Dengan demikian, AI dapat menyelesaikan transaksi secara real-time melalui XRP Ledger, tanpa perlu akun pengguna, autentikasi manual, atau proses perantara lainnya.
Fitur ini diumumkan dan mulai diimplementasikan pada Februari 2026, menandai langkah penting dalam pengembangan machine-to-machine payments atau sistem pembayaran antar software.
XRP Ledger menjadi salah satu jaringan blockchain yang kini mendukung mekanisme tersebut, memungkinkan AI beroperasi secara independen dalam lingkungan digital yang semakin kompleks.
Seorang pengembang yang terlibat dalam implementasi x402 menjelaskan bahwa sistem ini dirancang untuk menyederhanakan pembayaran digital bagi software.
“Dengan x402, AI dapat langsung membayar layanan digital tanpa harus bergantung pada manusia sebagai perantara. Ini membuka peluang bagi terciptanya ekonomi baru yang digerakkan oleh interaksi otomatis antar sistem,” ujarnya.
Cara Kerja x402 dan Peran XRP Ledger
Secara teknis, sistem x402 bekerja ketika AI mencoba mengakses layanan digital berbayar, seperti data premium, API, atau sumber daya komputasi. Server kemudian merespons dengan kode HTTP 402 yang meminta pembayaran.
AI selanjutnya mengirimkan XRP atau RLUSD melalui XRP Ledger, dan setelah transaksi dikonfirmasi, akses ke layanan diberikan secara otomatis.
XRP Ledger dipilih karena kemampuannya memproses transaksi dengan cepat dan biaya rendah, yang sangat penting untuk pembayaran mikro atau micropayments yang dilakukan secara berulang oleh AI.
RLUSD, sebagai stablecoin yang dipatok terhadap dolar AS, memberikan alternatif pembayaran yang lebih stabil, sehingga mengurangi risiko volatilitas harga dalam transaksi otomatis.
Kemampuan AI dan XRP dalam satu ekosistem pembayaran membuka kemungkinan baru dalam penggunaan blockchain, termasuk untuk layanan cloud, data analitik, dan infrastruktur digital lainnya. Dengan sistem ini, AI tidak hanya berfungsi sebagai alat analisis, tetapi juga sebagai entitas ekonomi yang dapat mengelola transaksi sendiri.
Utilitas XRP Meluas, AI dan Faktor Teknikal Perkuat Prospek
Peluncuran x402 dipandang sebagai langkah strategis yang memperluas utilitas XRP Ledger di luar fungsi transfer nilai tradisional. Selain digunakan oleh manusia, jaringan ini kini dapat melayani kebutuhan transaksi yang dilakukan secara otomatis oleh AI.
Hal ini berpotensi meningkatkan aktivitas jaringan dan memperkuat posisi XRP sebagai infrastruktur pembayaran digital masa depan.
Di sisi lain, perkembangan teknologi ini muncul bersamaan dengan analisis teknikal terbaru yang menunjukkan potensi kenaikan harga XRP.

Menurut analisis dari Airdrop Blaze, XRP saat ini bergerak dalam pola descending channel pada time frame 12 jam. Jika mampu menembus batas atas pola tersebut, XRP berpotensi melesat menuju level US$4 dalam fase pergerakan berikutnya.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.



