Tekanan Jual Ethereum ETF Mereda, Sorotan Tertuju ke BlackRock

Tekanan jual Ethereum ETF di sepanjang Desember 2025 tercatat mengalami perlambatan signifikan, dengan arus keluar dana yang semakin terkonsentrasi pada satu produk investasi milik BlackRock.

Analisis CryptoOnchain di CryptoQuant pada hari Jumat (2/1/2026) menunjukkan bahwa sebagian besar arus keluar Ethereum ETF pada periode tersebut tidak terjadi secara merata, melainkan hampir sepenuhnya berasal dari iShares Ethereum Trust.

Berdasarkan data tersebut, pada Desember 2025 total arus keluar bersih Ethereum ETF tercatat sekitar US$531 juta. Namun, iShares Ethereum Trust ETF milik BlackRock sendiri menyumbang sekitar US$532 juta arus keluar bersih.

Dengan kata lain, satu produk ETF tersebut secara efektif menjelaskan hampir seluruh tekanan jual Ethereum ETF pada bulan tersebut. Fenomena ini menandai perubahan pola dibandingkan bulan sebelumnya, ketika tekanan jual terjadi lebih luas di berbagai produk ETF ini.

IKLAN
Chat via WhatsApp

Arus Keluar Ethereum ETF Melambat Dibanding November

CryptoOnchain mencatat bahwa perlambatan arus keluar ini cukup kontras dengan kondisi pada November 2025. Pada bulan tersebut, ETH ETF spot mencatat arus keluar bersih atau netflow sekitar US$1,41 miliar.

BACA JUGA:  Tokoh Deepak Chopra Kirim Email ke Epstein Terkait Ethereum

Penurunan drastis volume arus keluar pada Desember mengindikasikan bahwa tekanan jual berbasis ETF mulai mendingin, meskipun belum sepenuhnya berbalik menjadi arus masuk.

ETH ETF Net Flow

Menariknya,  Ethereum ETF spot lain di luar iShares Ethereum Trust justru menunjukkan perilaku yang relatif stabil. Beberapa produk tercatat mengalami arus masuk tipis, sementara sebagian lainnya berada di kisaran netral.

Kondisi ini memperkuat indikasi bahwa tekanan jual Ethereum ETF tidak bersifat menyeluruh di tingkat institusional, melainkan dipicu oleh penyesuaian posisi yang terfokus pada satu kendaraan investasi besar.

CryptoOnchain menilai pola seperti ini lazim terjadi dalam fase transisi pasar. Pada periode tersebut, institusi cenderung melakukan rotasi modal dan pengurangan risiko secara selektif, bukan melakukan aksi jual serempak di seluruh produk investasi.

“Data ini menunjukkan pergeseran dari distribusi yang luas ke deleveraging yang lebih terarah, dengan tekanan jual terkonsentrasi pada satu ETF besar,” ungkap CryptoOnchain.

BACA JUGA:  Delphi Digital: Altcoin Terpukul, Hanya 6 Persen yang Masih Hijau

Dari perspektif struktural, konsentrasi penjual pada satu produk ETF sering kali dikaitkan dengan fase konsolidasi pasar. Secara historis, pola arus dana seperti ini lebih sering diikuti oleh stabilisasi harga dibandingkan kelanjutan penurunan tajam.

Namun demikian, sinyal tersebut belum cukup kuat untuk menyimpulkan adanya perubahan tren secara menyeluruh.

BlackRock Jadi Titik Pantau Siklus Institusional Ethereum

Meskipun tekanan jual Ethereum ETF terlihat menurun, CryptoOnchain menegaskan bahwa data saat ini belum mengonfirmasi kembalinya permintaan institusional terhadap Ethereum.

Arus keluar bersih yang masih terjadi, khususnya dari iShares Ethereum Trust, menunjukkan bahwa sebagian institusi besar masih berada dalam mode pengurangan eksposur.

Selama ETF andalan BlackRock tersebut masih mencatat arus keluar, analis menilai terlalu dini untuk menyatakan adanya pembalikan posisi institusional.

Dalam konteks ini, pergerakan dana di iShares Ethereum Trust akan menjadi indikator utama untuk membaca arah siklus institusional Ethereum berikutnya.

BACA JUGA:  Vitalik Buterin Jual Ethereum Rp8,5 Miliar, Ini Alasannya!

CryptoOnchain menambahkan bahwa stabilisasi atau perubahan arus dana menjadi positif pada ETF tersebut dapat menjadi sinyal awal pergeseran sentimen. Namun, hingga saat ini, data yang ada lebih mencerminkan pendinginan tekanan jual dibandingkan munculnya minat beli baru.

“Selama arus keluar masih didominasi satu produk besar, pasar cenderung memasuki fase konsolidasi, bukan tren naik yang agresif,” ungkap CryptoOnchain.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait

Iklan Bitget Blockchain Media Indonesia