Tekanan Trader Agresif Bitcoin di Binance Terus Melemah, Ada Apa?

Aktivitas trader agresif Bitcoin di bursa Binance telah mengalami penurunan tajam dan kini berada di level terendah sejak Februari 2024.

Data on-chain terbaru menunjukkan bahwa volume transaksi agresif, baik dari sisi beli maupun jual, sama-sama melemah secara signifikan. Kondisi ini menandai perlambatan momentum pasar Bitcoin di tengah posisi harga yang masih bertahan di area tinggi.

Analisis tersebut disampaikan oleh analis on-chain CryptoOnchain di CryptoQuant pada hari Kamis (8/1/2025), yang memantau pergerakan volume Taker Buy dan Taker Sell Bitcoin di Binance menggunakan indikator Simple Moving Average (SMA) tujuh hari.

Taker Sell BTC

IKLAN
Chat via WhatsApp

Berdasarkan data per 1 Januari, volume Taker Sell tercatat sekitar US$4,2 miliar, sementara Taker Buy berada di kisaran US$4,3 miliar. Kedua metrik tersebut turun serempak ke titik terendah dalam hampir satu tahun terakhir.

Taker Buy BTC

Penurunan ini terjadi pada segmen pasar yang merepresentasikan pelaku paling agresif. Dalam struktur pasar kripto, taker adalah trader yang menggunakan market order dan bersedia mengeksekusi transaksi secara instan pada harga yang berlaku.

BACA JUGA:  Perusahaan Ini Jual Seluruh Cadangan Bitcoin, Ada Apa?

Oleh karena itu, volume taker kerap dijadikan indikator utama untuk mengukur tingkat urgensi, tekanan emosional, dan kekuatan dorongan arah pasar Bitcoin.

Penurunan Serempak Taker Buy dan Taker Sell Bitcoin 

CryptoOnchain mencatat bahwa kontraksi yang terjadi bersifat sinkron, baik pada sisi beli maupun jual. Kondisi ini berbeda dengan fase distribusi atau akumulasi agresif, di mana salah satu sisi biasanya lebih dominan.

Dengan selisih yang sangat tipis antara Taker Buy dan Taker Sell, pasar BTC saat ini dinilai berada dalam kondisi seimbang, tanpa keunggulan jelas dari kubu pembeli maupun penjual.

“Ketika volume Taker Buy dan Sell sama-sama turun ke level terendah, itu menunjukkan pasar sedang kehilangan dorongan agresif dan cenderung menunggu katalis berikutnya,” ungkap CryptoOnchain.

Pernyataan ini menegaskan bahwa pelaku pasar memilih menahan diri alih-alih mengejar harga, meskipun Bitcoin masih bergerak di area konsolidasi tinggi.

BACA JUGA:  Open Interest Bitcoin Anjlok ke Titik Terendah Oktober 2024, Ini Artinya

Secara historis, volume taker mencerminkan fase-fase penting dalam siklus Bitcoin. Lonjakan volume agresif sering beriringan dengan pergerakan harga tajam, baik saat reli kuat maupun koreksi dalam. Sebaliknya, penyusutan volume biasanya muncul ketika pasar memasuki fase jeda, di mana partisipasi menurun dan volatilitas menyempit.

Dalam konteks saat ini, penurunan aktivitas agresif menunjukkan berkurangnya likuiditas jangka pendek. Trader besar maupun ritel tampak menahan eksekusi market order, menunggu sinyal yang lebih tegas dari pergerakan harga Bitcoin atau faktor eksternal lain yang mampu memicu minat transaksi baru.

Volume Rendah Jadi Penanda Transisi Momentum Pasar

Meski aktivitas agresif melemah, harga BTC masih bertahan di zona tinggi dan belum menunjukkan tanda pelemahan struktural yang signifikan.

Kondisi ini mengindikasikan bahwa tekanan jual tidak meningkat, tetapi juga tidak diimbangi oleh dorongan beli agresif. Pasar bergerak dalam fase konsolidasi, dengan volatilitas yang relatif teredam.

Menurut pengamatan CryptoOnchain, fase seperti ini kerap menjadi periode transisi. Pasar Bitcoin sering kali bergerak tenang sebelum mengalami lonjakan volatilitas berikutnya.

BACA JUGA:  Peran Perempuan Indonesia Kian Kuat di Siber dan Blockchain

Penurunan tajam volume taker dalam sejarah on-chain beberapa kali mendahului pergerakan besar, baik ke atas maupun ke bawah, ketika partisipasi agresif kembali masuk.

Bagi pelaku pasar, situasi ini menempatkan perhatian pada perubahan volume sebagai sinyal utama. Kembalinya lonjakan Taker Buy atau Taker Sell dalam skala besar berpotensi menjadi penentu arah tren berikutnya. Selama volume agresif tetap rendah dan seimbang, Bitcoin cenderung bergerak mendatar dengan fluktuasi terbatas.

Dengan demikian, data on-chain ini memberikan gambaran bahwa pasar Bitcoin saat ini berada dalam fase menunggu.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait

Iklan Bitget Blockchain Media Indonesia