Telegram Wallet Bikin Heboh, Kini Bisa Beli Saham Cuma US$1

Telegram resmi memperluas layanannya ke sektor keuangan dengan meluncurkan fitur perdagangan saham dan exchange-traded fund (ETF) dalam bentuk tokenisasi melalui Telegram Wallet.

Langkah ini datang sebagai hasil kerja sama antara Telegram, bursa kripto Kraken dan perusahaan tokenisasi aset Backed, dengan tujuan membuka akses investasi global langsung dari dalam aplikasi pesan tersebut.

Menurut pernyataan resmi, fitur baru ini memungkinkan pengguna untuk membeli dan memperdagangkan versi tokenisasi dari saham serta ETF dengan modal mulai dari US$1.

Dalam tahap awal, sekitar 35 aset tokenisasi telah tersedia, termasuk saham perusahaan besar seperti NVIDIA (NVDA) dan Tesla (TSLA).

IKLAN
Chat via WhatsApp

Jumlah ini ditargetkan bertambah hingga lebih dari 60 aset sebelum akhir 2025. Melalui sistem xStocks milik Backed, setiap token diklaim memiliki jaminan 1:1 terhadap saham atau ETF yang mendasarinya.

Perdagangan 24/5 dan Promosi Bebas Biaya Hingga 2026

Fitur Telegram Wallet memungkinkan transaksi saham versi tokenisasi dilakukan 24 jam sehari selama lima hari kerja, mengikuti jam perdagangan global. Telegram juga memperkenalkan program promosi dengan pembebasan biaya transaksi hingga Januari 2026.

BACA JUGA:  Bitcoin Dapat Sinyal Bullish Baru, Data Arus Bursa Mulai Berubah

Selain itu, pengguna yang memenuhi syarat dapat memperoleh bonus berupa token saham senilai hingga US$100, sebagai bagian dari insentif peluncuran awal.

Kerja sama dengan Kraken berperan penting dalam memastikan likuiditas dan keterhubungan dengan ekosistem aset digital yang lebih luas.

Sementara itu, Backed bertindak sebagai penerbit token yang memastikan setiap unit token memiliki cadangan penuh berupa saham atau ETF asli. Dengan pendekatan ini, Telegram berupaya menghadirkan transparansi dan efisiensi transaksi tanpa perantara keuangan tradisional.

Tidak hanya berfungsi sebagai platform investasi, Telegram Wallet juga memungkinkan pengguna untuk mengirimkan saham versi tokenisasi sebagai hadiah kepada sesama pengguna Telegram.

Fitur ini menjadikan aset digital lebih interaktif dan mudah diakses, serta membuka kemungkinan integrasi antara komunikasi sosial dan kegiatan investasi.

Akses Global, Risiko Regulasi

Meski diluncurkan secara global, layanan baru Telegram Wallet ini belum tersedia di AS karena batasan regulasi. Fitur perdagangan tokenisasi saham dan ETF lebih difokuskan pada pasar negara berkembang dan wilayah di luar yurisdiksi AS.

BACA JUGA:  Parah! Eks Polisi Culik Remaja Demi Rampas Bitcoin Rp5,8 Miliar

Dari sisi mekanisme, sistem tokenisasi yang digunakan diklaim menghadirkan kepemilikan aset yang aman dan transparan. Namun demikian, hak pemegang token belum sepenuhnya identik dengan pemegang saham tradisional.

Beberapa laporan menyebutkan bahwa token ini tidak selalu memberikan hak suara dalam rapat pemegang saham, meskipun tetap memungkinkan penerimaan dividen untuk aset yang memenuhi syarat.

Pengamat industri menilai langkah ini sebagai bagian dari strategi Telegram untuk memperkuat posisinya di ranah keuangan digital.

Dengan basis pengguna global yang mencapai ratusan juta, integrasi Telegram Wallet dengan layanan investasi tokenisasi berpotensi menjadikan aplikasi ini sebagai salah satu super app terbesar di dunia yang menggabungkan komunikasi, pembayaran dan perdagangan aset digital dalam satu ekosistem.

Bagi pengguna di Indonesia, penting untuk memperhatikan aspek hukum dan perpajakan terkait aset tokenisasi. Meski transaksi dilakukan secara digital, potensi pengenaan pajak tetap ada, tergantung pada kebijakan regulator dan klasifikasi aset di masing-masing negara.

BACA JUGA:  Investor Kripto Indonesia Mulai Serbu Saham Global via Tokenisasi

Dengan fitur baru ini, Telegram tidak hanya berperan sebagai platform komunikasi, tetapi juga sebagai pintu gerbang menuju dunia investasi modern berbasis blockchain.

Peluncuran perdagangan tokenisasi saham dan ETF melalui Telegram Wallet menandai langkah besar dalam transformasi ekonomi digital, sekaligus mempertegas arah baru integrasi antara teknologi pesan instan dan layanan keuangan global

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait