7 Tempat Staking Ethereum Terbaik yang Bisa Bikin Cuan Tiap Hari!

Banyak orang menyimpan Ethereum di wallet tanpa melakukan apa-apa. Padahal, aset yang diam itu bisa terus bekerja menghasilkan passive income setiap hari. Staking Ethereum adalah cara termudah untuk memutar ETH-mu, cukup titipkan ke tempat yang tepat, dan reward akan datang secara otomatis tanpa kamu perlu melakukan apa pun.

BACA JUGA: 10 Tempat Trading Crypto Tanpa KTP dan Modal Kecil Terbaru!

Daftar Tempat Staking Ethereum Terbaik 2026

Tempat staking Ethereum adalah platform yang mengelola proses staking ETH-mu secara otomatis. Kamu tidak perlu menjalankan server sendiri atau memiliki 32 ETH cukup setor berapa pun yang kamu punya, dan platform akan mengurusnya.

Sebagai gantinya, kamu mendapat APY (Annual Percentage Yield) alias bunga tahunan yang dikreditkan ke akunmu. Dari sekian banyak pilihan di luar sana, 7 platform berikut adalah yang paling terpercaya dan memiliki TVL (Total Value Locked) terbesar saat ini.

IKLAN
Chat via WhatsApp
BACA JUGA:  Daftar Biaya Transaksi di Crypto Exchange Lokal Terbaru 2026

1. Lido (STETH)

Liquid Staking Lido
Liquid Staking Lido.

Lido adalah platform liquid staking terbesar di dunia berdasarkan total aset yang dikunci. Saat kamu menyetor ETH ke Lido, kamu akan mendapat stETH (staked ETH) sebagai representasi asetmu yang tetap bisa digunakan di ekosistem DeFi lain. Ini berarti asetmu tetap ‘cair’ meskipun sedang di-staking.

Lido sangat cocok untuk pemula karena tidak ada minimum staking, prosesnya mudah, dan tidak perlu khawatir soal teknis menjalankan validator node sendiri. Dengan TVL mencapai US$20,7 miliar, Lido adalah tempat staking Ethereum yang paling terpercaya saat ini.

2. Binance Staked ETH (WBETH)

Tempat Staking Ethereum, Binance ETH Staking
Tampilan Binance ETH Staking.

Binance Staked ETH adalah layanan staking yang disediakan langsung oleh Binance, salah satu bursa kripto terbesar di dunia. Kamu cukup menyetor ETH melalui akun Binance-mu dan secara otomatis akan mendapat WBETH sebagai token bukti staking. APY-nya mencapai 2,52 persen, sedikit lebih tinggi dari Lido.

Keunggulan platform ini ada pada kemudahannya, jika kamu sudah punya akun Binance, tidak perlu mendaftar ke layanan baru. Layanan ini ideal bagi pengguna yang sudah familiar dengan ekosistem Binance dan ingin mulai staking tanpa kerumitan teknis.

3. ether.fi Stake (WEETH)

Tempat Staking Ethereum, EtherFi

ether.fi adalah protokol liquid restaking yang memungkinkan pengguna melakukan staking ETH sekaligus mendapatkan Reward tambahan melalui mekanisme restaking. Berbeda dari liquid staking biasa, ether.fi memberi lapisan keamanan dan imbal hasil ekstra melalui EigenLayer.

Platform ini menawarkan APY 2,38 persen dengan Reward APY tambahan sebesar 0,03 persen dari insentif protokol. ether.fi cocok bagi pengguna yang ingin memaksimalkan hasil staking ETH mereka melalui strategi restaking.

BACA JUGA: Panduan Staking Crypto 2026 Untuk Pemula!

4. Rocket Pool (RETH)

Tempat Staking Ethereum, Rocketpool
Tampilan Rocketpool.

Rocket Pool adalah protokol staking Ethereum yang bersifat terdesentralisasi penuh. Berbeda dari Lido yang menggunakan operator node terpilih, Rocket Pool memungkinkan siapa saja menjadi operator node dengan modal yang lebih kecil dari standar Ethereum (16 ETH vs 32 ETH).

Pengguna biasa bisa melakukan staking dengan jumlah ETH berapapun dan mendapatkan rETH sebagai token representasinya. Rocket Pool adalah pilihan ideal bagi mereka yang mengutamakan desentralisasi dan transparansi dalam tempat staking Ethereum mereka.

5. Kelp (RSETH)

Tempat Staking Ethereum, Kelp
Tampilan Platform Staking ETH, Kelp.

Kelp adalah protokol liquid restaking yang memungkinkan pengguna mendapatkan hasil staking ETH sekaligus Reward dari jaringan EigenLayer. Pengguna menyetor ETH atau LST (Liquid Staking Token) dan menerima rsETH, token yang merepresentasikan posisi restaking mereka.

Kelp menawarkan APY sebesar 2,40 persen dengan potensi Reward tambahan dari ekosistem restaking. Platform ini cocok untuk pengguna yang sudah familiar dengan liquid staking dan ingin mengeksplorasi peluang di sektor restaking yang sedang berkembang pesat.

BACA JUGA:  10 Wanita Paling Berpengaruh di Dunia Kripto 2026

6. Liquid Collective (LsETH)

Tempat Staking Ethereum, Liquid Collective
Statistik Terbaru Liquid Collective.

Liquid Collective adalah protokol liquid staking Ethereum yang dirancang khusus untuk kebutuhan institusi dan enterprise. Platform ini dibangun bersama oleh sejumlah pemain besar industri kripto seperti Coinbase, Kraken, dan beberapa custodian terkemuka, menjadikannya salah satu protokol staking dengan tingkat kepercayaan institusional tertinggi.

Pengguna yang melakukan staking via Liquid Collective akan menerima LsETH sebagai token representasi yang bisa digunakan di ekosistem DeFi. Meski lebih banyak dikenal di kalangan institusi, platform ini terbuka untuk semua pengguna yang mengutamakan keamanan, transparansi, dan reputasi operator node kelas dunia.

7. mETH Protocol (METH)

Tempat Staking Ethereum, mETH
Tampilan Platform mETH

mETH Protocol adalah protokol liquid staking Ethereum yang dikembangkan oleh Mantle Network. Saat kamu menyetor ETH ke mETH Protocol, kamu akan menerima mETH sebagai token representasi yang nilainya terus bertumbuh seiring akumulasi reward staking. Platform ini memanfaatkan infrastruktur Mantle untuk mengoptimalkan efisiensi dan keamanan proses staking.

Dengan TVL hampir $642 juta dan 30-day average APY sebesar 2,41 persen, mETH Protocol menunjukkan performa yang konsisten. Cocok untuk pengguna yang sudah atau ingin terhubung dengan ekosistem Mantle, sekaligus ingin menikmati manfaat liquid staking ETH tanpa mengunci aset.

BACA JUGA: 5 Cara Staking Crypto: Tutorial Step-by-Step untuk Pemula

Jadi, Sudah Siap Mulai Staking ETH-mu?

Dari berbagai platform staking Ethereum di atas, semuanya punya keunggulan masing-masing. Lido dan Binance cocok untuk pemula yang ingin langsung mulai tanpa pusing. Sementara Rocket Pool adalah pilihan tepat kalau kamu peduli dengan desentralisasi.

Dengan memahami cara kerja masing-masing platform, kamu sudah selangkah lebih maju dari kebanyakan orang yang membiarkan ETH-nya nganggur. Jadi, platform mana yang paling menarik perhatianmu?

Mau belajar crypto dan blockchain lebih lanjut? Yuk, pelajari selengkapnya hanya di Blockchain Media Indonesia! [msn]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait