Tentara Amerika Didakwa Usai Menang Taruhan di Polymarket Setara Rp7 Miliar

Seorang tentara aktif Amerika, Gannon Ken Van Dyke, telah didakwa oleh jaksa federal setelah diduga menggunakan informasi rahasia militer untuk memasang taruhan di platform Polymarket dan meraup keuntungan sekitar US$409.000, setara Rp7 miliar.

Kasus ini mencuat setelah otoritas menemukan adanya aktivitas taruhan mencurigakan yang berkaitan langsung dengan operasi militer sensitif yang belum diumumkan ke publik.

Menurut dokumen resmi penuntutan, Van Dyke diketahui terlibat dalam sebuah operasi militer yang menargetkan Presiden Venezuela, Nicolás Maduro. Dengan akses terhadap informasi classified tersebut, ia diduga memanfaatkan pengetahuan internal untuk memasang taruhan terkait waktu dan hasil operasi melalui Polymarket.

Aktivitas ini dilakukan sebelum informasi tersebut tersedia secara publik, sehingga memberinya keunggulan signifikan dalam menentukan posisi taruhan.

IKLAN
Chat via WhatsApp

Jaksa menyebut, Van Dyke mulai aktif menggunakan Polymarket sejak akhir Desember 2025. Ia memasang sejumlah taruhan dengan total nilai sekitar US$33.000 dan dalam waktu singkat berhasil mengonversinya menjadi keuntungan lebih dari US$409.000.

BACA JUGA:  Timothy Ronald Aktif Bahas Saham, Isyarat Buka Kelas Baru?

Pola taruhan yang konsisten akurat menjadi salah satu indikator awal yang memicu penyelidikan lebih lanjut oleh pihak berwenang.

“Terdakwa diduga melanggar kepercayaan yang diberikan kepadanya oleh Pemerintah AS dengan menggunakan informasi rahasia tentang operasi militer sensitif untuk memasang taruhan pada waktu dan hasil operasi tersebut, semuanya untuk mendapatkan keuntungan. Itu jelas merupakan perdagangan orang dalam dan ilegal menurut hukum federal,” ujar Jaksa Agung AS, Jay Clayton.

Skema Pemanfaatan Informasi Rahasia

Dalam prosesnya, Van Dyke diduga menggunakan berbagai metode untuk menyamarkan aktivitasnya di Polymarket. Ia disebut membuat akun anonim, memanfaatkan jaringan virtual private network (VPN), serta memindahkan dana melalui sistem kripto ke luar negeri guna menghindari pelacakan.

Selain itu, ia juga sempat mengajukan permintaan penghapusan akun setelah aktivitasnya mulai terdeteksi.

Meski demikian, pola transaksi yang tidak wajar dan keterkaitan dengan peristiwa geopolitik penting akhirnya menarik perhatian pihak platform dan otoritas penegak hukum. Informasi tersebut kemudian ditindaklanjuti hingga mengarah pada pengungkapan identitas serta dugaan keterlibatan Van Dyke dalam praktik penyalahgunaan informasi rahasia.

BACA JUGA:  Gila, AI Sekarang Bisa Jadi User di Blockchain Solana

Polymarket Disorot, Risiko Penyalahgunaan Informasi Muncul

Kasus ini menjadi perhatian luas karena melibatkan penggunaan platform Polymarket sebagai sarana untuk memperoleh keuntungan berbasis informasi non-publik. Polymarket sendiri dikenal sebagai pasar prediksi yang memungkinkan pengguna memasang taruhan atas berbagai peristiwa global, mulai dari politik hingga ekonomi.

“Para anggota kepolisian kita dipercayai dengan informasi rahasia untuk menyelesaikan misi mereka seaman dan seefektif mungkin, dan dilarang menggunakan informasi yang sangat sensitif ini untuk keuntungan finansial pribadi,” ujar Pelaksana Tugas Jaksa Agung, Todd Blanche.

Peristiwa ini menyoroti bagaimana akses terhadap informasi rahasia dapat dimanfaatkan dalam ekosistem digital yang berkembang pesat seperti Polymarket. Dengan kombinasi antara teknologi, anonimitas dan likuiditas global, platform seperti ini berpotensi menjadi sarana eksploitasi jika tidak diawasi secara ketat.

Hingga saat ini, Van Dyke menghadapi sejumlah dakwaan serius, termasuk penyalahgunaan informasi rahasia, penipuan elektronik, serta transaksi keuangan ilegal. Proses hukum masih berlangsung, sementara otoritas terus mendalami aliran dana serta kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam aktivitas tersebut.

BACA JUGA:  Waspada! Hardware Wallet Ledger Palsu Mulai Beredar di Pasaran

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait