Terapan Blockchain Kian Meluas, KADIN: Beradaptasi atau Mati

Wakil Ketua Umum Kadin (Kamar Dagang dan Industri) Indonesia Bidang Logistik, Rico Rustombi mengungkapkan pemanfaatan teknologi blockchain terus mengalami pertumbuhan dan mampu meningkatkan daya saing bisnis. Terlihat beberapa perusahaan sudah mulai menggunakan blockchain sebagai basis teknologi di berbagai sektor usaha seperti bidang logistik, rantai pasok (supply chain), perbankan dan keuangan, layanan publik, pertanian, pertambangan dan lainnya.

“Teknologi blockchain merupakan tren global yang akan berdampak besar bagi keberlangsungan bisnis kedepan, maka peluang besar ini harus kita raih,” ujarnya di Jakarta, Selasa (5/11/2019), dilansir dari Okezone.com.

Meluasnya pemanfaatan blockchain bisa terlihat dari hasil kajian salah satu Lembaga riset internasional (Juniper Research) meyebutkan bahwa, saat ini enam dari sepuluh perusahaan besar telah mempertimbangkan atau sedang dalam proses pemanfaatan teknologi Blockchain. Karena itu, Rico menilai blockchain merupakan tren teknologi global yang akan memainkan peran.

Menurut Rico, dalam ekonomi global, mereka yang dapat memanfaatkan sepenuhnya teknologi dan berinovasi dalam seluruh rantai nilai akan mendapatkan posisi terbaik dalam daya saing global.

“Pilihan kita ada dua, beradaptasi atau mati. Siapkah perusahaan kita untuk menyambut manfaat penerapan blockchain yang makin nyata saat ini,” tuturnya.

Sebagai tindak lanjut Global Blockchain Investment Summit 2019 pada Juli 2019 lalu, Kadin Indonesia bekerjasama dengan Blockchain Asia Forum meluncurkan Blockchain Center of Excellence and Education (BCEE) untuk mendorong percepatan adopsi teknologi blockchain di berbagai kegiatan usaha, tanpa terkecuali di sektor logistik dan maritim.

Kadin dan BCEE juga akan melakukan advokasi implementasi teknologi blockchain di Indonesia yang saat ini masih memerlukan banyak upaya dalam pengembangannya.

“Salah satu upayanya adalah edukasi, Kadin dan BCEE mengajak pemerintah dan stakeholder lainnya untuk bersama-sama mengedukasi para pelaku usaha dalam mengimplementasikan blockchain di bidang usahanya masing-masing, seperti workshop yang kita lakukan saat ini untuk sektor logistik dan maritim,” ungkap Rico.

“Kadin menyediakan peluang bagi para pelaku usaha mendapatkan informasi, berdialog, bahkan berkonsultasi secara gratis dengan pakar blockchain. Untuk itu, kami menyediakan sesi khusus bagi para peserta yang serius untuk berkonsultasi secara tertutup,” tambahnya.

Hidayat Tjokrodjojo, Wakil Ketua Komite Tetap Teknologi Informasi Bidang Logistik dan Pengelolaan Rantai Pasok Kadin Indonesia, menambahkan pemahaman tentang teknologi blockchain di Indonesia masih terbatas.

Teknologi ini lebih diasosiasikan dengan mata uang kripto atau cryptocurrency seperti bitcoin. Padahal, dalam kenyataannya, teknologi ini bisa diterapkan pada berbagai bidang bisnis hingga layanan publik.

Hidayat menilai, pada aspek inilah Kadin berperan memfasilitasi edukasi pada pelaku usaha nasional. “Selain itu, workshop ini juga memberikan gambaran bagaimana teknologi blockchain diterapkan di berbagai belahan dunia dan sikap negara atau otoritas pemerintahan menghadapi teknologi ini,” kata Hidayat. [Sindonews/Okezone/vins]

Terkini

Warta Korporat

Terkait