Kasus lama yang sempat dianggap “buntu” akhirnya menemukan titik terang. Kepolisian Irlandia berhasil mengakses wallet Bitcoin yang selama bertahun-tahun diyakini tak bisa dibuka karena private key hilang.
Perkembangan ini langsung menyita perhatian, mengingat dalam dunia kripto, kehilangan private key umumnya berarti aset akan terkunci selamanya. Namun, kali ini, cerita berjalan berbeda.
Wallet Bitcoin Bandar Narkoba Akhirnya Terbuka
Dikutip dari laporan Irish Times pada Selasa (24/03/2026), Kepolisian Nasional Irlandia melalui Criminal Assets Bureau (CAB) mengumumkan bahwa mereka berhasil mengakses salah satu dari 12 wallet Bitcoin yang terkait dengan seorang bandar narkoba yang telah divonis bersalah.
Wallet tersebut berisi 500 Bitcoin yang kini bernilai lebih dari US$35 juta atau sekitar Rp574,6 miliar. Akses ini diperoleh berkat dukungan teknis dari Europol, khususnya European Cybercrime Centre.
“Biro Aset Kriminal bekerja sama dengan Europol berhasil memperoleh akses dan menyita sebuah dompet kripto yang berisi 500 Bitcoin, yang merupakan hasil dari tindak kejahatan,” kata Kantor Pusat Garda.
Dalam pernyataannya, CAB juga menyebut bahwa Europol memberikan bantuan krusial, mulai dari pertemuan operasional hingga penyediaan sumber daya dekripsi tingkat tinggi untuk membuka wallet crypto tersebut.
Keberhasilan ini tergolong langka. Pasalnya, dalam sistem Bitcoin, kehilangan private key biasanya berarti aset tidak dapat diakses kembali karena mekanisme kriptografi yang sangat ketat.
Jejak Bandar Narkoba dan 6.000 Bitcoin
Dompet Bitcoin tersebut diketahui terkait dengan nama Clifton Collins, seorang bandar narkoba yang sebelumnya dijatuhi hukuman lima tahun penjara atas kasus budidaya dan penjualan ganja.
Menurut laporan, Collins membeli sekitar 6.000 Bitcoin pada periode 2011 hingga 2012 menggunakan hasil bisnis ilegalnya. Ia kemudian membagi aset tersebut ke dalam 12 wallet berbeda sebagai langkah pengamanan.
Namun, ada satu kesalahan fatal. Seluruh private key disimpan dalam satu lembar kertas A4, yang disembunyikan di dalam tutup aluminium sebuah kotak pancing di rumah sewanya.
Masalah muncul setelah Collins ditangkap pada 2017. Seiring berjalannya proses hukum, pemilik rumah membersihkan properti tersebut dan membuang barang-barang yang tersisa.
Collins mengklaim bahwa kotak pancing yang berisi kunci tersebut telah dicuri sebelum pembersihan dilakukan. Sejak saat itu, akses ke Bitcoin tersebut pun dianggap hilang selamanya.
Pergerakan 500 BTC Picu Sorotan
Menariknya, salah satu wallet yang diberi label “Clifton Collins: Lost Keys” oleh Arkham tiba-tiba menunjukkan aktivitas. Sebanyak 500 Bitcoin dipindahkan ke Coinbase Prime, lebih dari satu dekade setelah pertama kali disimpan.
Data Arkham juga menunjukkan bahwa Collins dikaitkan dengan total 14 alamat wallet, dengan estimasi kepemilikan mencapai 5.500 Bitcoin atau setara lebih dari US$391 juta (sekitar Rp6,6 triliun).

Pergerakan ini menjadi sinyal kuat bahwa akses terhadap sebagian aset di wallet kripto tersebut akhirnya berhasil diperoleh oleh otoritas. Meski detail teknisnya belum diungkap sepenuhnya, kasus ini menjadi contoh langka dalam dunia kripto.
Di tengah prinsip “not your keys, not your coins”, kisah ini menunjukkan bahwa bahkan aset yang dianggap terkunci selamanya pun masih bisa menjadi bagian dari proses hukum, meski membutuhkan waktu, teknologi, dan kerja sama lintas negara.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.



