Terungkap! Begini Cerita Korban Terkait Dugaan Penipuan Timothy Ronald

Semua bermula dari ketertarikan sesaat. Paparan konten media sosial dan berbagai testimoni yang tampak menjanjikan secara perlahan menumbuhkan keyakinan, layaknya cerita-cerita populer di dunia kripto yang kerap menawarkan peluang keuntungan besar.

Namun perjalanan tersebut tidak sesuai harapan. Kepercayaan yang diberikan kepada figur publik justru berubah menjadi kekecewaan, hingga berlanjut ke ranah hukum. Pengakuan ini datang dari yang mengungkap dugaan penipuan Akademi Crypto dan menyeret nama Timothy Ronald.

Janji Keuntungan Cepat dari Timothy Ronald

Dikutip dari laporan Kompas pada Rabu (14/01/2026), titik balik awal kasus ini ternyata bermula dari Instagram. Younger, pelapor dalam perkara tersebut, mengaku pertama kali mengenal Timothy Ronald lewat unggahan di media sosial.

Konten yang ditampilkan menonjolkan gaya hidup mewah di usia muda. Koleksi mobil mewah, narasi kesuksesan dari trading dan investasi kripto, hingga kesan “cepat kaya” menjadi pemantik awal ketertarikannya.

IKLAN
Chat via WhatsApp

“Nah saya melihat dia dari Instagram. Dari cara dia flexing segala macam, kaya dari kripto cepat, terus bisa beli mobil mewah dalam usia muda. Nah itu saya tergiur,” ujar Younger di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Selasa (13/01/2026).

Intip Koleksi Mobil Timothy Ronald, Ada yang Dibanderol Rp15 Miliar!

Rasa penasaran itu berubah menjadi keputusan konkret. Younger memutuskan bergabung dengan Akademi Crypto, komunitas edukasi kripto yang diasuh Timothy Ronald bersama Kalimasada. 

BACA JUGA:  Adam Deni Bongkar Identitas Skyholic, Usianya Baru 19 Tahun!

Ia menjelaskan, biaya awal untuk mengikuti kelas eksklusif besutan sosok yang kerap dijuluki raja kripto Indonesia itu relatif terjangkau, yakni Rp9 juta. Namun, setelahnya muncul tawaran paket keanggotaan seumur hidup dengan nilai jauh lebih besar, mencapai Rp39 juta.

Dalam waktu singkat, total sekitar Rp50 juta pun dikeluarkan hanya untuk bisa masuk ke komunitas kripto tersebut. Saat itu, Younger mengaku belum melihat adanya kejanggalan, karena seluruh skema dikemas sebagai “investasi ilmu” dan peluang untuk masa depan.

Sinyal Trading dan Janji Profit Fantastis

Masuk sebagai anggota, Younger mulai menerima sinyal trading kripto yang diklaim memiliki potensi keuntungan besar. Narasi profit 300 hingga 500 persen yang ditawarkan oleh Timothy Ronald membuatnya semakin yakin untuk menaruh modal lebih banyak.

“Bisa sampai (rugi) Rp3 miliar ya dari sinyal dia. Saya tergiur karena ada bukti sinyal. Bahwa dia (Timothy Ronald) mengatakan dari Rp2 juta itu bisa jadi Rp2 miliar,” katanya.

BACA JUGA:  Volume Altcoin Melorot Tajam, Bitcoin Jadi Pilihan Utama Lagi

Salah satu aset yang direkomendasikan adalah koin Manta. Younger mengaku menerima dokumen PDF berisi proyeksi keuntungan tinggi. Dokumen tersebut, menurutnya, menjadi semacam pembenaran bahwa langkah yang diambil berada di jalur yang benar.

“Beli koin apa pun bisa untung. Dan saya kena-nya tuh di ‘Koin Manta’ ini. Dan ada indikasi. Dia kasih dokumen PDF itu, menjanjikan profit 300 sampai 500 persen,” ujarnya.

Kilas Balik Token MANTA dalam Kasus Timothy Ronald

Namun realitas berkata lain. Keuntungan yang dijanjikan tak pernah benar-benar terealisasi. Dana yang sempat terlihat bergerak naik justru terus diputar kembali ke transaksi berikutnya hingga akhirnya habis.

“Habis, enggak ada. Saya enggak tarik sama sekali. Setelah untung, terus dimainin lagi. Tidak ada untung sama sekali. (Kerugian) Rp3 miliar,” jelas Younger.

Pada akhirnya, kasus ini resmi masuk ke ranah hukum. Sebelumnya, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Bhudi Hermanto membenarkan adanya laporan terhadap Timothy Ronald.

BACA JUGA:  Heboh! Adam Deni Ungkap Inisial R di Balik Akun Skyholic

Dalam laporan tersebut, Timothy Ronald dan Kalimasada disangkakan melanggar Pasal 45A ayat (1) juncto Pasal 28 ayat (1) UU ITE, Pasal 80, 81, dan 82 Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2011 tentang Transfer Dana, serta Pasal 492 KUHP dan/atau Pasal 607 ayat (1) KUHP.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa narasi kesuksesan instan di dunia kripto tidak selalu sejalan dengan realitas. Di balik janji profit besar dan citra kemewahan, kehati-hatian tetap menjadi kunci, terutama ketika kepercayaan publik berujung pada kerugian dan proses hukum yang kini masih terus berjalan.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait