Terungkap! GameStop Ternyata Masih Simpan Bitcoin Rp5,4 Triliun

Spekulasi yang beredar dalam beberapa waktu terakhir akhirnya terjawab. GameStop dipastikan tidak menjual cadangan Bitcoin mereka, meski sempat memicu tanda tanya di pasar.

Sebaliknya, perusahaan ritel video game tersebut mengungkap bahwa mereka menerapkan strategi yang lebih kompleks dalam mengelola cadangan Bitcoin yang dimiliki.

GameStop Gunakan Bitcoin sebagai Jaminan

Dalam laporan tahunan (10-K) yang diajukan ke U.S. Securities and Exchange Commission pada Selasa (24/03/2026), GameStop mengonfirmasi bahwa mereka menjaminkan hampir seluruh Bitcoin yang dimiliki di Coinbase melalui layanan kreditnya.

“Pada kuartal keempat tahun fiskal 2025, kami menandatangani perjanjian dengan Coinbase Credit, Inc., di mana kami menjual opsi call tertutup (covered call) atas sebagian Bitcoin yang kami miliki,” tulis perusahaan dalam laporan tersebut.

IKLAN
Chat via WhatsApp

Total Bitcoin yang dijaminkan mencapai 4.709 BTC, dengan nilai US$325 juta atau setara Rp5,4 triliun. Langkah ini membantah spekulasi sebelumnya yang menyebut GameStop telah melepas seluruh kepemilikan Bitcoin setelah memindahkan aset ke Coinbase Prime.

GameStop Pindahkan 4.710 Bitcoin ke Coinbase, Akan Dijual?

Dalam praktiknya, GameStop menjual opsi call jangka pendek dengan harga strike di kisaran US$105.000 hingga US$110.000. Strategi ini memungkinkan perusahaan memperoleh premi tambahan sambil tetap mempertahankan Bitcoin jika opsi tidak dieksekusi.

BACA JUGA:  Pendiri BitMEX: Perang AS dengan Iran Bisa Picu Reli Bitcoin

Dari pengungkapan tersebut, perusahaan mencatat keuntungan belum terealisasi sebesar US$2,3 juta, dengan kewajiban sekitar US$700.000 dari posisi opsi. Beberapa kontrak juga dilaporkan telah berakhir tanpa dieksekusi sejak Januari.

Status Kepemilikan Berubah, Eksposur Tetap Sama

Meski secara ekonomi masih terekspos terhadap Bitcoin, secara akuntansi posisi GameStop mengalami perubahan. Setelah dijadikan jaminan, BTC tidak lagi dihitung sebagai kepemilikan langsung.

Perusahaan mencatat aset digital tersebut sebagai piutang. Artinya, Bitcoin kini berada di pihak ketiga dan berpotensi digunakan kembali, meski eksposur ekonominya tetap setara dengan kepemilikan langsung.

Saat ini, GameStop hanya memegang satu Bitcoin secara langsung. Sementara itu, nilai BTC yang dijaminkan mencapai US$368,3 juta per 31 Januari, dengan kerugian belum terealisasi sebesar US$59,7 juta akibat penurunan harga.

Dokumen Kepemilikan Bitcoin GameStop
Dokumen Kepemilikan Bitcoin GameStop

Langkah ini mencerminkan pendekatan baru dalam pengelolaan treasury kripto di tengah tekanan pasar, setelah harga Bitcoin turun lebih dari 45 persen dari puncak tertingginya.

BACA JUGA:  Analisis Kripto Hari Ini: BTC, ASTER, SOL, XLM, LTC Siap Tentukan Arah Besar

Peta Kepemilikan BTC Perusahaan Publik Mulai Bergeser

Di balik strateginya, posisi GameStop dalam daftar pemegang Bitcoin korporasi ikut berubah. Berdasarkan data dari BitcoinTreasuries, GameStop tercatat di peringkat ke-190, meski secara kepemilikan seharusnya berada di posisi ke-21.

Di sisi lain, persaingan antar perusahaan publik semakin menarik. MARA Holdings turun ke posisi ketiga dengan kepemilikan 38.689 BTC setelah menjual 15.133 BTC, berada di bawah Twenty One Capital yang memegang 43.514 BTC.

Sementara itu, posisi puncak masih dikuasai oleh Strategy dengan total 762.099 BTC. Perusahaan tersebut bahkan berencana menambah cadangan Bitcoin melalui penggalangan dana senilai sekitar Rp745 triliun.

Perusahaan Publik dengan Cadangan Bitcoin - Bitcointreasuries
Perusahaan Publik dengan Cadangan Bitcoin – Bitcointreasuries

Pergerakan ini menegaskan bahwa meski volatilitas tinggi, perusahaan publik masih aktif mengakumulasi Bitcoin. Bagi sebagian pihak, aset ini bukan sekadar lindung nilai, tetapi bagian dari strategi keuangan jangka panjang yang terus berkembang.

BACA JUGA:  Bitcoin Lagi Evaluasi Besar, Arus ETF Jadi Sinyal Penting

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait