Pergerakan pasar saham tak selalu sejalan dengan ekspektasi, bahkan bagi figur publik sekalipun. Nama Timothy Ronald kini kembali jadi sorotan setelah munculnya perhitungan yang menunjukkan potensi kerugian besar dari portofolio sahamnya.
Kerugian Saham BBCA Milik Timothy Ronald
Awalnya, Timothy sempat mengungkap kepemilikan saham BBCA pada akhir 2025 lalu, saat harganya berada di kisaran Rp8.325. Dalam pengakuannya, ia memegang sekitar 112.076 lot, atau setara dengan 11.207.600 lembar saham.
Jika dihitung dari harga tersebut, total modal yang dikeluarkan mencapai sekitar Rp93,64 miliar. Nilai ini mencerminkan keyakinan besar terhadap fundamental salah satu bank terbesar di Indonesia. Pada periode itu, sentimen terhadap sektor perbankan juga masih positif.
Namun, kondisi pasar tidak berjalan sesuai rencana. Dengan harga BBCA yang kini berada di kisaran Rp6.050, nilai portofolio tersebut turun menjadi sekitar Rp67,81 miliar. Artinya, secara estimasi, Timothy tengah mengalami floating loss sekitar Rp25,8 miliar per April 2026.

Situasi ini menjadi contoh bahwa bahkan saham dengan fundamental kuat sekalipun tetap memiliki risiko volatilitas. Pergerakan harga dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari kondisi makroekonomi hingga perubahan sentimen pasar.
Dari Kripto ke Saham, Strategi yang Dipertanyakan
Belakangan, Timothy memang terlihat semakin aktif membahas saham, tidak lagi terbatas pada kripto. Ia bahkan sempat mengulas beberapa saham bank besar seperti BMRI dan BBRI sebagai bagian dari materi edukasinya.
Peralihan fokus ini memunculkan persepsi bahwa ia tengah mencoba memperluas jangkauan. Saham kerap dipandang sebagai instrumen yang lebih stabil dibanding kripto, sehingga dinilai relevan sebagai alternatif pembelajaran bagi audiens yang ingin menyeimbangkan risiko.
Namun, kondisi portofolio yang sedang mengalami tekanan justru memicu pertanyaan baru. Apakah strategi yang dibagikan benar-benar mencerminkan pendekatan yang matang, atau masih berada dalam tahap eksplorasi?
Di sisi lain, situasi ini semakin kompleks karena Timothy juga tengah menghadapi dugaan kasus penipuan terkait kelas Akademi Crypto miliknya. Hingga kini, persoalan tersebut belum menemukan titik terang dan turut memengaruhi persepsi publik.
Pada akhirnya, dinamika ini menjadi pengingat bahwa dunia investasi tidak pernah lepas dari risiko. Baik di kripto maupun di saham, setiap keputusan tetap berada di tangan investor, lengkap dengan konsekuensi yang menyertainya.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.


