Perusahaan penerbit stablecoin global Tether menjalin kerja sama dengan platform aset digital Bitqik untuk mendorong edukasi tentang Bitcoin, stablecoin dan teknologi blockchain di Laos sepanjang tahun 2026.
Program ini menargetkan lebih dari 10.000 peserta melalui kombinasi materi pembelajaran daring dan kegiatan tatap muka di sejumlah kota besar.
Kolaborasi tersebut diumumkan pada Januari 2026 dan akan dijalankan melalui Bitqik Academy, unit edukasi milik Bitqik. Fokus utama program ini adalah meningkatkan literasi finansial digital masyarakat Laos, khususnya dalam memahami penggunaan stablecoin seperti USDT untuk transaksi dan aktivitas keuangan sehari-hari.
“Kolaborasi ini mencerminkan komitmen kami untuk menyediakan edukasi finansial dasar yang mendukung partisipasi aktif masyarakat dalam ekonomi digital modern,” ujar CEO Tether, Paolo Ardoino, dalam siaran pers pada Senin (19/1/2026).
Program edukasi tersebut akan mencakup modul pembelajaran online serta acara kuartalan di kota-kota seperti Vientiane, Pakse, Vang Vieng dan Luang Prabang. Materi yang disampaikan meliputi pengenalan Bitcoin, konsep stablecoin, serta pemanfaatan teknologi blockchain dalam transaksi digital.
Program Edukasi Berbasis Online dan Tatap Muka
Melalui platform Bitqik Academy, peserta dapat mengakses berbagai materi edukasi digital yang dirancang untuk pemula hingga tingkat menengah. Selain itu, Bitqik juga akan menyelenggarakan seminar, workshop, dan diskusi publik secara berkala sepanjang 2026.
CEO Bitqik Virasack Viravong mengatakan bahwa pendekatan ini bertujuan menjangkau masyarakat dari berbagai latar belakang, baik yang sudah mengenal aset digital maupun yang masih awam.
“Kami ingin membantu masyarakat Laos memahami teknologi blockchain dan penggunaan stablecoin seperti USDT secara benar, praktis dan bertanggung jawab,” ujar Viravong.
Ia menambahkan bahwa edukasi akan difokuskan pada manfaat nyata aset digital, seperti kemudahan transaksi lintas wilayah, efisiensi pembayaran, serta potensi penggunaan stablecoin dalam aktivitas ekonomi sehari-hari.
Target lebih dari 10.000 peserta ditetapkan untuk memastikan program ini memiliki dampak luas, terutama di wilayah perkotaan yang menjadi pusat aktivitas ekonomi dan teknologi di Laos.
Fokus pada Literasi Finansial Digital
Tether dan Bitqik menilai bahwa peningkatan literasi finansial digital menjadi faktor penting dalam memperkenalkan aset digital secara bertanggung jawab. Stablecoin seperti USDT dipilih sebagai salah satu fokus utama karena nilainya dipatok terhadap dolar AS, sehingga lebih stabil dibandingkan aset kripto yang fluktuatif.
Materi edukasi juga mencakup penjelasan mengenai cara kerja transaksi blockchain, keamanan aset digital, serta penggunaan stablecoin dalam pembayaran, pengiriman uang dan aktivitas perdagangan.
Menurut Tether, pendekatan edukatif ini diharapkan dapat membantu masyarakat memahami risiko dan manfaat aset digital secara seimbang, tanpa menimbulkan kesalahpahaman tentang teknologi tersebut.
Program ini merupakan bagian dari tren global di mana perusahaan aset digital semakin aktif melakukan edukasi publik, terutama di negara-negara Asia Tenggara dan kawasan berkembang lainnya.
Laos dipilih karena potensi pertumbuhan ekonomi digital dan meningkatnya minat masyarakat terhadap solusi keuangan berbasis teknologi.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.



