Tether Buka Kode WDK, Langkah Berani Menuju Era Dompet Mandiri

Tether Limited, penerbit stablecoin terbesar di dunia, mengumumkan rencana peluncuran Wallet Development Kit (WDK) secara open source dalam minggu ini.

Inisiatif ini menjadi langkah besar perusahaan dalam mendorong pengembangan ekosistem dompet digital global dan memperluas adopsi teknologi non-custodial.

CEO Tether, Paolo Ardoino, menyampaikan bahwa WDK akan tersedia dengan starter wallet untuk iOS dan Android, memungkinkan para pengembang untuk membuat dan memodifikasi dompet aset digital dengan cepat.

Starter wallet adalah etalase ringkas dan berfungsi penuh tentang betapa mudah dan cepatnya bagi siapa pun untuk mengembangkan dompet aset digital lengkap menggunakan Wallet Development Kit,” ujar Ardoino.

IKLAN
Chat via WhatsApp

Ia menambahkan bahwa seluruh proyek WDK akan dirilis secara terbuka dan dapat diakses oleh komunitas pengembang di seluruh dunia, dengan kode sumber yang telah melalui proses audit keamanan.

Memperluas Akses ke Dompet Non-Custodial

Peluncuran WDK ini bertujuan untuk memberikan kerangka kerja modular dan fleksibel bagi siapa pun yang ingin membangun dompet aset digital tanpa perlu memulai dari nol.

BACA JUGA:  Gerai Minuman Indonesia Ini Terima Pembayaran Kripto

WDK mencakup dukungan penuh untuk sistem non-custodial, berbagai opsi pencadangan mnemonic, serta modul DeFi terintegrasi. Modul ini mencakup fitur seperti transaksi USDT dan USDT0, layanan pinjaman (lending), pertukaran aset (swapping), serta dukungan untuk token DeFi lainnya.

Dengan rancangan open source, pengembang dapat menyesuaikan fitur dan tampilan sesuai kebutuhan masing-masing proyek.

Hal ini membuka peluang bagi perusahaan, startup, maupun komunitas kripto untuk menciptakan dompet digital mereka sendiri dengan tingkat keamanan dan kemandirian yang lebih tinggi.

Tether menargetkan agar WDK menjadi alat utama dalam menciptakan “triliunan dompet digital” di masa depan, memperluas jangkauan stablecoin USDT ke lebih banyak pengguna di berbagai negara.

Selain itu, starter wallet yang akan disertakan berfungsi sebagai contoh siap pakai dan panduan teknis bagi pengembang.

Dengan pendekatan ini, Tether berupaya mempercepat adopsi sistem self-custody, di mana pengguna memiliki kontrol penuh terhadap aset mereka tanpa perantara pihak ketiga. Ardoino menegaskan bahwa model ini sesuai dengan filosofi desentralisasi yang menjadi dasar teknologi blockchain dan kripto.

BACA JUGA:  Modal Kabur dari Bitcoin, Investor Lari ke Emas dan Saham AS

Meningkatkan Standar Industri dan Keamanan

Langkah Tether membuka akses WDK kepada publik dinilai sebagai strategi untuk meningkatkan standardisasi dalam industri dompet digital.

Dengan kode sumber yang dapat diperiksa dan digunakan secara bebas, pengembang dapat memastikan transparansi serta memperkuat kepercayaan pengguna terhadap dompet yang mereka gunakan.

Audit keamanan yang dilakukan sebelumnya disebut mencakup pengujian sistem kunci pribadi, enkripsi data, serta mekanisme pemulihan cadangan.

Namun, peluncuran proyek open source semacam ini juga membawa tantangan tersendiri, terutama dalam hal keamanan integrasi oleh pihak ketiga. Kesalahan implementasi pada kode yang digunakan pengembang luar dapat menimbulkan risiko kebocoran data atau kehilangan aset digital.

Meski demikian, komunitas kripto menilai keterbukaan Tether dalam merilis WDK sebagai langkah positif untuk memperkuat ekosistem DeFi dan memperluas inovasi berbasis stablecoin.

BACA JUGA:  Epstein dan Hubungan Tak Terduga dengan Co-Founder Tether

Peluncuran WDK ini juga menandai perluasan strategi bisnis Tether di luar fungsi stablecoin tradisional. Dengan menawarkan infrastruktur pengembangan dompet digital, perusahaan berupaya memperkuat posisinya sebagai pemain utama dalam infrastruktur keuangan berbasis blockchain.

Jika diadopsi secara luas, WDK dapat menjadi standar baru dalam pengembangan dompet kripto global, sekaligus memperkuat dominasi USDT sebagai stablecoin yang paling banyak digunakan di dunia.

Melalui proyek ini, Tether menegaskan komitmennya untuk mendorong kemandirian pengguna dan mempermudah akses terhadap ekosistem keuangan digital terbuka.

Dengan basis pengguna yang sudah melampaui 300 juta transaksi harian di berbagai jaringan blockchain, peluncuran WDK berpotensi mempercepat integrasi teknologi dompet digital di berbagai sektor, dari pembayaran ritel hingga DeFi.

Peluncuran resmi Wallet Development Kit diperkirakan akan dilakukan dalam beberapa hari mendatang. Setelah dirilis, komunitas pengembang dapat mengakses kode sumber dan dokumentasi lengkapnya melalui repositori publik yang disediakan oleh Tether. [st]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait

Iklan Bitget Blockchain Media Indonesia