Tether Gaspol ke Ekonomi Kreator dengan Investasi Terbarunya

Tether telah mengumumkan investasi terbarunya di platform marketplace global Whop untuk memperluas penggunaan stablecoin dalam ekonomi kreator digital.

Langkah ini sekaligus mencakup integrasi Wallet Development Kit (WDK) Tether ke dalam sistem Whop guna mendukung pembayaran self-custodial menggunakan USDT dan USAT.

Investasi tersebut menandai ekspansi terbaru Tether dalam mendorong adopsi dolar digital di sektor ekonomi riil, khususnya di ranah kreator konten dan penjual produk digital yang beroperasi lintas negara.

Whop merupakan marketplace berbasis internet yang melayani penjualan produk digital, keanggotaan komunitas, perangkat lunak, hingga layanan berlangganan, dengan basis pengguna global yang terus berkembang.

IKLAN
Chat via WhatsApp

“Investasi kami di Whop dengan bangga mencerminkan fokus Tether dalam mendukung aktivitas ekonomi riil dengan menyediakan infrastruktur dolar digital dan dompet digital yang efisien yang dapat menjangkau miliaran orang, di setiap benua,” ujar CEO Tether, Paolo Ardoino, dalam siaran pers, pada Rabu (25/2/2026).

BACA JUGA:  Jupiter Hadirkan Sistem Pembayaran QR, Fiat dan Kartu USDC

Whop dilaporkan memiliki lebih dari 18 juta pengguna dan memproses transaksi tahunan senilai sekitar US$3 miliar.

Seiring pertumbuhan internasionalnya, platform ini membutuhkan sistem pembayaran yang mampu menjangkau pengguna lintas yurisdiksi dengan biaya lebih rendah dan penyelesaian transaksi lebih cepat.

Kemitraan Tether dan Whop Percepat Settlement Digital

Sebagai bagian dari kemitraan, Whop akan mengintegrasikan WDK Tether untuk memungkinkan pengguna mengakses dompet self-custodial secara langsung di dalam platform. Dengan model ini, kreator dan pembeli dapat mengelola aset digital mereka sendiri tanpa bergantung pada kustodian pihak ketiga.

Integrasi tersebut memungkinkan pembayaran menggunakan USDT dan USAT dilakukan secara on-chain dengan settlement yang lebih efisien.

Skema ini diharapkan dapat mengurangi hambatan transaksi lintas negara, termasuk biaya perantara dan waktu penyelesaian pembayaran yang kerap menjadi kendala dalam sistem keuangan tradisional.

BACA JUGA:  AI Bikin Serangan Siber Makin Ganas, Zentara Angkat Suara

“Kemitraan ini memperkuat tulang punggung keuangan platform kami, menyelaraskan infrastruktur kami dengan masa depan di mana orang dapat beroperasi di seluruh dunia dan membangun pendapatan berkelanjutan, terlepas dari tempat tinggal mereka atau mata uang yang mereka gunakan,” ungkap CEO dan co-Founder Whop, Steven Schwartz.

Strategi Ekspansi ke Ekonomi Digital Global

Nilai investasi Tether di Whop dilaporkan mencapai sekitar US$200 juta, dengan valuasi Whop diperkirakan sekitar US$1,6 miliar. Meski detail kepemilikan saham tidak diungkap secara rinci, skala investasi tersebut menunjukkan komitmen serius Tether dalam memperluas penetrasi stablecoin ke sektor ekonomi digital.

Langkah ini memperlihatkan strategi Tether untuk memposisikan stablecoin tidak hanya sebagai instrumen perdagangan kripto, tetapi juga sebagai infrastruktur pembayaran global bagi pelaku ekonomi kreator.

Dengan basis pengguna yang tersebar di berbagai negara, Whop dinilai menjadi pintu masuk strategis bagi adopsi dolar digital di tingkat ritel maupun profesional.

BACA JUGA:  Payoneer Incar Lisensi Bank AS untuk Terbitkan Stablecoin Sendiri

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait

Iklan Bitget Blockchain Media Indonesia