Tether Luncurkan Stablecoin Bernilai Peso Meksiko

Tether telah merambah Amerika Latin, dengan luncurkan stablecoin bernilai peso Meksiko, yang tentu menjadi sebuah kabar baik bagi industri.

Sekadar informasi, stablecoin ini menjadi stablecoin Tether keempat yang nilainya dipatok dengan mata uang fiat, setelah dolar AS, euro dan yuan Tiongkok.

Stablecoin Bernilai Peso Meksiko

Berdasarkan laporan the Block Crypto, langkah Tether dalam memasuki Amerika Latin dimulai dari stablecoin yang dipatok nilainya dengan peso Meksiko ini, yang disebut MXNT.

Pada awalnya, MXNT akan tersedia di tiga jaringan blockchain utama, yakni Ethereum, Polygon dan Tron.

“Kami telah melihat peningkatan penggunaan cryptocurrency di Amerika Latin selama setahun terakhir yang membuatnya jelas bahwa kami perlu memperluas penawaran kami.. Memperkenalkan stablecoin yang dipatok peso akan memberikan nilai simpanan bagi mereka yang berada di pasar negara berkembang dan khususnya Meksiko,” ujar CTO dari Tether, Paolo Ardoino.

Nantinya, pengujian dari stablecoin terbaru Tether ini akan dilakukan bersama pengguna baru di wilayah Amerika Latin. Paolo mengharapkan, ini dapat membuka jalan bagi lebih banyak adopsi stablecoin yang dipatok fiat.

Saat ini, stablecoin Tether yang dipatok dolar AS masih menjadi yang terpopular dan terbesar di dunia, duduk di posisi kripto terbesar ketiga berdasarkan kapitalisasi pasar, berdasarkan data CoinMarketCap.

Meski begitu, selama sebulan terakhir, terlebih karena kasus Terra UST yang menggemparkan, pasokan dari USDT telah merosot sebanyak 15 miliar token. Namun, pihak Tether tetap tidak bergeming dan terpengaruh.

“Kita harus menggarisbawahi fakta bahwa Tether tidak kehilangan pasaknya dan kemudahan di mana Tether memungkinkan para pedagang untuk melakukan penebusan,” ujar Paolo.

Tether Stablecoin, Ini Fakta Pengguna Kripto di Meksiko

Melihat hadirnya MXNT, tentu perlu kita melihat pula bagaimana fakta dari penggunaan kripto di negeri sombrero tersebut.

Menurut data laporan Triple A, saat ini ada sekitar 2,5 persen dari 3,1 juta penduduk Meksiko yang memiliki aset kripto, dari berbagai jenis.

Diketahui pula bahwa sudah ada 40 persen perusahaan lokal yang mengadopsi kripto dan blockchain dalam berbagai cara, yang menandakan bahwa konsen adopsi mengarah pada penggunaan dari aset kripto, bukan sekadar investasi.

Bursa kripto lokal, Bitso, pun mengungkapkan telah ada peningkatan volume perdagangan sebesar 342 persen pada tahun 2020.

Dalam laporan tersebut, meningkatnya adopsi kripto di Meksiko karena sulitnya melakukan transfer uang karena semua masih didominasi oleh dolar AS, serta masih belum ada kejelasan pajak.

Di sisi lain, pengadilan AS pada pertengahan bulan ini telah menolak permintaan Tether untuk menyembunyikan, alias memprivasi, catatan cadangan fiat USDT dari publik.

Tether pun beralasan bahwa catatan semacam itu adalah bersifat rahasia karena jika terbuka, itu berpotensi menguntungkan pihak pesaing. [st]

 

 

 

spot_img

Terkini

Terkait