Tether Tambah 8.888 BTC Awal 2026, Terus Perkuat Dompet Bitcoin

Tether kembali memperkuat posisi sebagai salah satu pemegang Bitcoin terbesar di dunia setelah menambah 8.888,8888888 BTC pada awal 2026. Penambahan tersebut mengikuti rangkaian akumulasi sepanjang kuartal keempat 2025, yang menurut pemantauan on-chain diperkirakan mencapai sekitar 9.850 BTC.

CEO Tether, Paolo Ardoino, menyebut bahwa pembelian ini merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk menjadikan Bitcoin sebagai aset cadangan jangka panjang.

“Kami terus menjadikan Bitcoin sebagai bagian dari neraca perusahaan dalam kerangka kebijakan alokasi laba,” ujarnya.

Tether Bitcoin

IKLAN
Chat via WhatsApp

Dengan tambahan ini, alamat cadangan resmi Tether kini memegang sekitar 96.185 BTC dengan nilai mencapai miliaran dolar AS, menempatkannya dalam jajaran lima dompet Bitcoin terbesar global.

Langkah tersebut dilakukan pada momen pergantian tahun, setelah sebelumnya perusahaan menarik 961 BTC dari Bitfinex pada 7 November 2025 dan kemudian memindahkan 8.888 BTC ke alamat cadangan pada hari Kamis (1/1/2026).

BACA JUGA:  Rekor Baru! Volume Pasar Prediksi Tembus US$12 Miliar di Januari 2026

Pola pembelian dilakukan secara bertahap selama kuartal dan dikonsolidasikan ke dompet penyimpanan khusus. Kebijakan ini telah diterapkan sejak 2023 melalui alokasi sebagian keuntungan kuartalan untuk pembelian Bitcoin.

Hingga kini, strategi berkelanjutan itu menunjukkan bahwa Tether tidak hanya memosisikan diri sebagai penerbit stablecoin terbesar, tetapi juga sebagai institusi yang aktif mengakumulasi aset kripto utama.

Strategi Keuangan dan Penguatan Cadangan Tether

Tether menyatakan strategi akumulasi tersebut bertujuan memperkuat cadangan perusahaan sekaligus mendiversifikasi aset di luar instrumen tradisional seperti fiat dan surat utang. Sepanjang 2025, langkah akumulasi Bitcoin dilakukan secara konsisten pada beberapa periode, termasuk pada kuartal pertama dan ketiga.

Strategi ini dinilai memberi dampak finansial dan psikologis bagi pasar, sebab keberadaan institusi besar yang terus menambah kepemilikan Bitcoin dianggap mencerminkan keyakinan jangka panjang terhadap aset tersebut.

BACA JUGA:  Harga Bitcoin Anjlok, Kenapa Strategy Belum Panik?

Dalam satu pernyataan, Ardoino menegaskan bahwa perusahaan tidak melihat langkah ini sebagai aksi spekulasi jangka pendek, melainkan pendekatan pengelolaan cadangan jangka panjang yang terukur.

Di sisi lain, menjelang akhir 2025, Tether juga memperkuat struktur keuangan melalui penerbitan USDT dalam jumlah besar di beberapa jaringan blockchain utama. Pada 30 Desember, perusahaan mencetak USDT senilai US$1 miliar di jaringan TRON dan menambahkan US$2 miliar lagi di Solana pada Rabu (31/12/2025).

Token tersebut tidak langsung beredar, melainkan disiapkan sebagai authorized inventory untuk memenuhi kebutuhan likuiditas di masa mendatang.

Sejalan dengan itu, laporan keamanan kuartal terakhir tahun tersebut juga mencatat sejumlah aktivitas pembekuan aset terkait upaya kejahatan digital, menunjukkan adanya pengawasan berkelanjutan terhadap risiko di ekosistem stablecoin.

Ekspansi Teknologi dan Inisiatif AI

Selain fokus pada keuangan, Tether memperluas aktivitas ke sektor teknologi melalui divisi riset AI, QVAC. Pada 22 Desember, QVAC mengumumkan peluncuran QVAC Genesis II, perluasan signifikan dataset sintetik edukatif untuk pelatihan kecerdasan buatan (AI).

BACA JUGA:  VanEck Bilang Ada 13 Negara yang Kini Aktif Menambang Bitcoin

Penambahan 107 miliar token baru membuat total dataset kini mencapai 148 miliar token yang tersedia untuk publik.

Inisiatif tersebut dirancang untuk mendukung penelitian global di bidang AI dan machine learning, sekaligus menunjukkan bahwa aktivitas perusahaan tidak hanya terpusat pada aspek keuangan, tetapi juga pada pengembangan teknologi pendukung ekosistem digital.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait

Iklan Bitget Blockchain Media Indonesia