Tether Ungkap PearPass, Password Manager Anti Bocor Tanpa Cloud

Tether, perusahaan di balik stablecoin USDT, mengumumkan pengembangan PearPass, sebuah pengelola kata sandi (password manager) berbasis peer-to-peer yang dirancang untuk beroperasi tanpa layanan cloud.

Produk ini diperkenalkan sebagai respons terhadap meningkatnya kekhawatiran global atas kebocoran data digital berskala besar yang melibatkan miliaran kredensial login dari berbagai layanan daring.

Melalui PearPass, Tether menegaskan pendekatan keamanan yang menempatkan kontrol penuh data sensitif di tangan pengguna, tanpa ketergantungan pada server terpusat.

Meski belum dirilis secara publik, proyek ini telah diposisikan sebagai solusi keamanan digital yang menitikberatkan pada privasi dan mitigasi risiko kebocoran data.

IKLAN
Chat via WhatsApp

Tether menyatakan PearPass dikembangkan untuk menjawab persoalan mendasar yang selama ini melekat pada pengelola kata sandi berbasis cloud, yakni potensi peretasan massal akibat satu titik kegagalan (single point of failure).

Arsitektur Tanpa Cloud dan Pendekatan Peer-to-Peer

PearPass dirancang untuk beroperasi sepenuhnya secara lokal di perangkat pengguna. Dalam skema ini, seluruh data sensitif, termasuk kata sandi, kunci enkripsi dan kredensial login, tidak disimpan di server pusat maupun layanan cloud.

Dengan demikian, data tidak berada dalam satu repositori terpusat yang rentan menjadi target peretasan skala besar.

BACA JUGA:  Vitalik Buterin Ingatkan Bahaya Web4 yang Didominasi AI

Model peer-to-peer diterapkan untuk memungkinkan sinkronisasi data antar perangkat milik pengguna, seperti ponsel dan komputer, tanpa melalui perantara server.

Proses pertukaran data dilakukan langsung antar perangkat yang terhubung dan berada di bawah kendali pengguna. Tether menilai pendekatan ini dapat mengurangi eksposur risiko yang lazim terjadi pada layanan sinkronisasi berbasis cloud.

Selain itu, PearPass dikembangkan sebagai perangkat lunak open-source. Dengan model ini, kode sumber dapat diaudit secara terbuka oleh komunitas dan pengembang independen.

Tether menyebut transparansi sebagai elemen penting untuk memastikan tidak adanya mekanisme tersembunyi yang berpotensi mengancam keamanan atau privasi pengguna. Pendekatan open-source juga diharapkan mempercepat identifikasi celah keamanan serta meningkatkan keandalan sistem secara berkelanjutan.

Fitur, Platform dan Latar Belakang Peluncuran

Dari sisi fungsionalitas, PearPass dirancang untuk menyediakan fitur inti yang umum ditemukan pada pengelola kata sandi modern. Fitur tersebut mencakup pembuatan kata sandi yang kuat, penyimpanan kredensial secara terenkripsi, serta pengelolaan login untuk berbagai layanan digital.

BACA JUGA:  Tak Sekadar Stablecoin, Tether Bangun Imperium Bisnis di Banyak Sektor

Tether juga menyiapkan dukungan impor data dari pengelola kata sandi lain, sehingga pengguna dapat berpindah ke PearPass tanpa harus mengatur ulang seluruh akun secara manual.

PearPass direncanakan tersedia di berbagai platform, termasuk perangkat selular, desktop, dan ekstensi peramban. Pendekatan lintas platform ini ditujukan untuk memastikan pengalaman penggunaan yang konsisten, sekaligus memperluas adopsi di kalangan pengguna dengan kebutuhan perangkat yang beragam.

Hingga kini, Tether belum mengumumkan tanggal rilis publik yang pasti, namun menyatakan bahwa PearPass masih berada dalam tahap finalisasi dan pengujian.

Latar belakang pengembangan PearPass tidak terlepas dari maraknya laporan kebocoran data global yang melibatkan kredensial aktif pengguna internet. Insiden semacam ini kerap dimanfaatkan untuk serangan lanjutan, seperti credential stuffing dan pengambilalihan akun.

Tether menilai bahwa meskipun enkripsi telah menjadi standar pada banyak layanan cloud, keberadaan server terpusat tetap menyimpan risiko struktural yang sulit dihilangkan.

BACA JUGA:  Begini Cara Tether Untung Rp160 Triliun dari "Mencetak" USDT!

Dengan PearPass, Tether menempatkan keamanan berbasis perangkat sebagai prioritas utama. Model tanpa cloud dipandang sebagai upaya untuk meminimalkan attack surface dan mengurangi dampak sistemik apabila terjadi pelanggaran keamanan.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait

Iklan Bitget Blockchain Media Indonesia