The Fed Dianggap Dovish, BTC dan Crypto Akan Bernasib Baik Lagi?

Bitcoin (BTC) dan cryptocurrency termasuk ethereum dan XRP telah melonjak tinggi bulan ini. Namun, hal ini dapat berubah berdasarkan keputusan The Fed.

Diketahui bahwa harga Bitcoin telah naik ke level tertingginya sejak Mei 2022 dalam beberapa minggu terakhir ini.

Bersamaan dengan itu para trader bersiap menghadapi momen penting sekitar US$3 triliun yang dapat meningkatkan harga ethereum, XRP, dan kripto utama lainnya.

The Fed Dovish? Mungkinkah Nilai Kripto Jadi Lebih Baik?

Sekarang, setelah seorang trader berpengaruh memprediksi datangnya inflasi perang global, pasar menunggu pengumuman berakhirnya perang inflasi yang telah berlangsung lama dari Federal Reserve.

Hal ini berpotensi memicu reli yang dapat membantu meningkatkan harga Bitcoin, ethereum, dan XRP.

“Apa yang berubah bagi pasar adalah retorika The Fed,” ujar investor Chamath Palihapitiya, seorang mantan miliarder yang meraih keuntungan dari kebangkitan Spac tahun 2021 hingga masuk dalam daftar orang terkaya Forbes, di Podcast All-In bersama sesama investor David Sacks dan David Friedberg.

Dilansir dari Forbes, pada minggu ini, The Fed mempertahankan suku bunga untuk kedua kalinya secara berurutan, dengan ketua Federal Reserve Jerome Powell memunculkan pertanyaan apakah bank sentral akan kembali menaikkan suku bunga.

“Pertanyaan yang kami ajukan adalah, apakah kita seharusnya menaikkan lebih banyak,” ujar Powell saat konferensi persnya pada hari Rabu (1/11/2023).

“Pernyataannya cenderung ke sisi dovish,” ujar Peter Cardillo, ekonom pasar utama di Spartan Capital Securities, mengatakan kepada Reuters.

“Fakta bahwa suku bunga tidak berubah untuk kedua kalinya berturut-turut menunjukkan bahwa The Fed mungkin akan membuat suku bunga tidak berubah pada bulan Desember. Dan jika mereka melakukannya, itu berarti The Fed telah selesai,” tambahnya.

Setelah pengumuman dari Federal Reserve bahwa mereka akan mempertahankan suku bunga tetap, pasar saham dan cryptocurrency, termasuk Bitcoin, ethereum, dan XRP akan mengalami kenaikan.

“The Fed telah mempertahankan pilihan bahwa mereka akan muncul secara tiba-tiba dengan kenaikan suku bunga 25 atau 50 basis poin lainnya, dan saya pikir sekarang itu secara mendasar tidak mungkin terjadi,” kata Palihapitiya, menambahkan bahwa ini membuat pasar merasa optimis.

“Inflasi tampaknya sudah cukup terkendali,” kata Sacks, mencatat adanya peningkatan indikator resesi yang ia lihat sebagai membuka tingkat hasil obligasi AS yang telah melonjak ke level tertinggi sejak sebelum krisis keuangan 2007 yang diikuti dengan kebijakan The Fed.

“Semuanya akan mengalami kenaikan,” ujar Sacks ketika ditanya oleh Friedberg apakah ia menganggap ini sebagai dasar pasar yang telah menghapus triliunan dari pasar saham dan kripto selama dua tahun terakhir.

Sementara itu, direktur makro global di investasi raksasa Fidelity Investments, Jurrien Timmer, berpendapat bahwa ia menganggap Bitcoin sebagai emas eksponensial, dengan memprediksi bahwa BTC memiliki potensi untuk tampil sebaik emas di masa lalu.

“Menurut pandangan saya, Bitcoin adalah mata uang komoditas yang bercita-cita menjadi penyimpan nilai dan lindung nilai terhadap penyusutan mata uang. Saya menganggapnya sebagai emas eksponensial,” ujar Timmer.

Pernyataan ini juga menjadi prediksinya pada pada tahun 2021 akan harga Bitcoin mencapai US$100.000 per BTC pada tahun 2023, postingannya di X. [az]

Terkini

Warta Korporat

Terkait