The Fed Kerek Suku Bunga 25 Bps, Begini Reaksi Bitcoin dan Pasar Kripto

Pasar kripto menghadapi ujian makro baru setelah bank sentral AS, The Fed, resmi menaikkan suku bunga 25 basis poin pada Rabu (16/9/2026) pukul 14.00 waktu AS atau Kamis (17/9/2026) pukul 01.00 WIB. Keputusan tersebut langsung menjadi perhatian pelaku pasar, termasuk investor Bitcoin dan aset kripto lainnya.

Namun beberapa jam setelah keputusan tersebut, Bitcoin (BTC) justru masih mampu bertahan di atas US$75.000, sementara pergerakan on-chain menunjukkan BlackRock menarik Bitcoin senilai puluhan juta dolar dari Coinbase Prime.

Dalam pernyataan resmi Federal Open Market Committee (FOMC) , The Fed menaikkan target federal funds rate sebesar 25 basis poin dari 3,50–3,75 persen menjadi 3,75–4,00 persen. Keputusan tersebut disetujui secara bulat dengan suara 12–0 dan menjadi kenaikan suku bunga pertama bank sentral AS dalam lebih dari tiga tahun.

“Inflasi masih tetap tinggi. Langkah kebijakan hari ini akan mendukung tercapainya kembali sasaran 2 persen Komite dalam waktu yang lebih cepat,” tulis The Fed.

Kenaikan suku bunga ini sekaligus menunjukkan bahwa perjuangan melawan inflasi belum selesai. Dalam proyeksi ekonomi terbaru The Fed, median proyeksi federal funds rate untuk akhir 2026 naik menjadi 4,1 persen, dari 3,8 persen pada proyeksi Juni.

Sebanyak 16 dari 18 pejabat bahkan menempatkan proyeksi suku bunga akhir tahun di atas titik tengah kisaran saat ini. Sinyal tersebut membuka ruang bagi setidaknya satu kenaikan tambahan sebelum pergantian tahun apabila tekanan inflasi tetap sulit mereda.

BACA JUGA:  Volume Naik 33 Kali Lipat, Apakah Era Saham On-Chain Dimulai?

Bitcoin Tak Ikut Ambruk, Pasar Mulai Baca Pesan di Balik Kenaikan Bunga

Reaksi awal kripto berlangsung volatil. Bitcoin bergerak di kisaran US$75.000 hingga US$76.500 sesaat setelah keputusan diumumkan, sementara Ethereum (ETH) berayun di antara sekitar US$2.370 dan US$2.430.

Namun tekanan lanjutan yang biasanya dikhawatirkan dari kebijakan moneter ketat tidak langsung muncul pada BTC.

IKLAN
Urban Stretch Centre Medan

Berdasarkan data pasar CoinGecko pada saat artikel ini disusun, Bitcoin berada di sekitar US$76.346 dengan rentang perdagangan 24 jam US$75.161 hingga US$76.433. Ethereum berada sekitar US$2.421, sementara Solana (SOL) bergerak di sekitar US$98,47.

Di sisi lain, XRP berada sekitar US$1,30, Dogecoin (DOGE) sekitar US$0,0806, dan Shiba Inu (SHIB) bertahan di kisaran US$0,00000496.

Pergerakan itu menunjukkan respons pasar kripto yang tidak seragam. Bitcoin relatif mampu menyerap shock awal kebijakan The Fed, sedangkan sejumlah altcoin masih berusaha memulihkan tekanan yang sudah muncul bahkan sebelum keputusan FOMC.

Pasalnya, penurunan kripto pekan ini tidak bisa sepenuhnya dikaitkan dengan The Fed. Sehari sebelumnya, kegagalan Senat AS memajukan CLARITY Act ikut menekan Bitcoin sekitar 4 persen hingga ke sekitar US$75.900.

Sementara di pasar tradisional, respons terhadap The Fed terlihat lebih jelas. Dow Jones turun 1,21 persen dan S&P 500 melemah 0,45 persen, sedangkan yield obligasi AS tenor dua tahun naik ke 4,738 persen. Yield tenor 10 tahun juga bergerak di sekitar 5 persen dan indeks dolar AS menguat 0,63 persen.

BACA JUGA:  5 Kripto Top Gainers 20 Agustus 2026, Ada Crypto Apa Saja?

Kondisi tersebut membuat ketahanan Bitcoin menjadi salah satu hal yang kini diperhatikan pelaku pasar. Bukan berarti BTC sudah terbebas dari tekanan, tetapi sejauh ini kenaikan bunga tidak menghasilkan gelombang penjualan baru sebesar yang mungkin dikhawatirkan sebelumnya.

BlackRock Tarik Hampir US$50 Juta BTC dari Coinbase Prime

Pergerakan lain yang mencuri perhatian datang dari BlackRock beberapa jam setelah pengumuman The Fed.

Platform pelacak blockchain Onchain Lens melaporkan wallet yang dikaitkan dengan BlackRock menarik sekitar 656,71 BTC senilai US$49,79 juta dari Coinbase Prime.

BTC Blackrock IBIT

Pada saat yang sama, wallet tersebut juga menerima sekitar 5.150 ETH senilai US$12,28 juta, sehingga total aset kripto yang berpindah mencapai sekitar US$62 juta.

Data tersebut sejalan dengan identifikasi wallet BlackRock oleh Arkham Intelligence, yang melacak kepemilikan dan transaksi on-chain entitas pengelola aset tersebut.

Namun, pergerakan ini tidak otomatis berarti BlackRock membuat keputusan membeli Bitcoin tepat setelah mengetahui hasil rapat FOMC.

Arkham sebelumnya menjelaskan bahwa transaksi Bitcoin ETF dapat muncul di blockchain setelah proses creation order karena mekanisme settlement T+1 atau T+2 . Dengan demikian, waktu transaksi on-chain tidak selalu sama dengan waktu investor melakukan pembelian unit ETF.

Konteks tersebut semakin penting karena arus Bitcoin ETF AS sebelumnya masih berada di zona negatif. Data Farside Investors menunjukkan Bitcoin ETF spot mencatat net outflow US$450,4 juta pada 15 September, termasuk US$161,7 juta dari IBIT BlackRock. Pada 16 September, total outflow sementara masih mencapai US$151,8 juta.

BACA JUGA:  Harga Bitcoin Kasih Sinyal Langka, Pola 2023 Mau Terulang Lagi?

Artinya, aktivitas on-chain BlackRock muncul saat arus institusional secara keseluruhan belum sepenuhnya berbalik positif.

Setelah The Fed, Fokus Beralih ke Inflasi dan Oktober

Kini perhatian pasar mulai bergeser ke data inflasi berikutnya. Biro Statistik Tenaga Kerja AS (BLS) mencatat CPI Agustus naik 3,4 persen secara tahunan, sementara indeks energi melonjak 16,3 persen.

Data CPI September dijadwalkan keluar pada 14 Oktober. Jika inflasi kembali panas, peluang kebijakan yang lebih ketat dapat kembali menjadi perhatian menjelang rapat FOMC berikutnya pada 27–28 Oktober 2026 .

Pertemuan itu juga berlangsung hanya beberapa hari sebelum peringatan 18 tahun whitepaper Bitcoin pada 31 Oktober.

Untuk saat ini, pesan dari pasar cukup kontras, di mana The Fed kembali menaikkan bunga setelah jeda lebih dari tiga tahun, saham AS terpukul dan yield obligasi tetap tinggi, tetapi Bitcoin belum menunjukkan kapitulasi baru.

Ujian berikutnya adalah apakah BTC mampu mempertahankan ketahanan tersebut ketika investor mulai memperhitungkan kemungkinan kenaikan bunga tambahan sebelum akhir tahun.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait