Tiada Ampun! Potensi Koreksi Bitcoin Bisa Segini

Harga Bitcoin (BTC) menunjukkan sinyal tekanan teknikal dan derivatif yang semakin kuat dalam beberapa pekan terakhir. Sejumlah analis menilai pasar berada dalam fase rawan koreksi setelah gagal menembus area resistance utama.

Pola pergerakan harga, data likuidasi, serta perbandingan historis mengindikasikan bahwa risiko koreksi Bitcoin masih terbuka lebar dalam waktu dekat.

Analis teknikal GainMuse menyatakan bahwa pergerakan BTC saat ini terjebak dalam tren menurun setelah mengalami penolakan di garis resistance. Upaya breakout yang gagal memperkuat indikasi melemahnya momentum beli di pasar.

“Bitcoin saat ini berada dalam rentang menurun dan kembali ditolak di area resistance setelah percobaan breakout yang gagal,” ujar GainMuse.

IKLAN
Chat via WhatsApp

koreksi bitcoin

Kondisi tersebut membuat pelaku pasar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi koreksi Bitcoin yang lebih dalam, terutama jika harga kembali kehilangan area support utama.

Momentum Melemah, Sinyal Koreksi Bitcoin Kian Jelas

Dari sisi teknikal, GainMuse mencatat bahwa pasar telah membentuk sejumlah pola, termasuk segitiga dan fase konsolidasi. Pola ini menunjukkan rendahnya minat beli di tengah ketidakpastian arah pergerakan harga.

BACA JUGA:  Aduh! Bitcoin US$1,5 Juta Korsel Raib, Ini Dia Cerita Lengkapnya

“BTC menunjukkan tanda penolakan yang kuat setelah reli menuju resistance, yang mengindikasikan kemungkinan koreksi lebih dalam,” lanjut GainMuse.

Menurut analis tersebut, kegagalan harga untuk merebut kembali zona resistance dapat membuka peluang terjadinya breakdown dari garis support. Jika kondisi ini terjadi, tekanan jual berpotensi meningkat dan mempercepat koreksi Bitcoin ke bawah level US$86.000.

Situasi ini mencerminkan lemahnya kepercayaan jangka pendek investor terhadap keberlanjutan tren naik, sekaligus memperbesar peran sentimen teknikal dalam pergerakan harga.

Data Likuidasi Futures Ungkap Pasar Masih Rapuh

Selain tekanan teknikal, dinamika pasar derivatif juga memperkuat sinyal risiko koreksi Bitcoin. Analis CryptoZ menyoroti perubahan dominasi likuidasi posisi long dan short dalam beberapa pekan terakhir.

“Pergerakan harga Bitcoin belakangan ini sangat dipengaruhi oleh likuidasi di pasar futures, bukan oleh permintaan spot yang kuat,” ungkap CryptoZ.

BACA JUGA:  Bitcoin ETF Kehilangan Arus Dana, Sinyal Pasar Sedang Rapuh?

long short Bitcoin

CryptoZ menjelaskan bahwa reli harga BTC yang terjadi dalam beberapa periode terakhir sebagian besar dipicu oleh likuidasi posisi short. Kenaikan semacam ini cenderung bersifat sementara karena tidak didukung oleh akumulasi spot yang berkelanjutan.

Sebaliknya, saat terjadi klaster likuidasi posisi long, pasar biasanya mengalami pelemahan atau konsolidasi. Kondisi ini menandakan bahwa leverage berlebihan sedang dikurangi, namun tetap disertai tekanan jangka pendek terhadap harga.

“Lingkungan pasar saat ini masih sangat sensitif terhadap posisi leverage, sehingga volatilitas dipicu oleh ketidakseimbangan posisi, bukan oleh keyakinan arah jangka panjang,” tambah CryptoZ.

Pola Historis 2022 Kembali Terulang

Sinyal koreksi Bitcoin juga diperkuat oleh perbandingan historis. Analis CryptoBullet membandingkan struktur pasar saat ini dengan pola pergerakan BTC pada 2022.

“Bitcoin menguji MA100, lalu ditolak dan turun ke area support, persis seperti pola tahun 2022,” ujar CryptoBullet.

BACA JUGA:  Jaringan Base Sempat Alami Delay Transaksi, Ini Kronologinya

pola historis Bitcoin

Menurutnya, kegagalan menembus MA100 membuka peluang bagi harga untuk sekali lagi naik untuk menguji MA200 sebagai resistance berikutnya. Jika tekanan jual kembali dominan, indikator tersebut berpotensi menjadi titik uji penting dalam fase koreksi Bitcoin.

Skenario ini menunjukkan bahwa lonjakan harga sementara masih mungkin terjadi, namun berisiko menjadi jebakan sebelum koreksi yang lebih dalam.

Berdasarkan analisis teknikal, data likuidasi dan pola historis, pasar Bitcoin saat ini berada dalam kondisi yang rentan terhadap tekanan lanjutan. Selama harga belum mampu bertahan di atas zona resistance utama dan masih bergantung pada dorongan leverage, risiko koreksi Bitcoin tetap membayangi.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait

Iklan Bitget Blockchain Media Indonesia