Tiga Akun Ini Raup US$600 Ribu dari Gencatan Senjata Iran-AS di Polymarket, Insider Trading?

Tiga akun di platform pasar prediksi berbasis blockchain, Polymarket, dilaporkan meraup keuntungan lebih dari US$600.000 setelah bertaruh pada kemungkinan gencatan senjata antara AS dan Iran sebelum pengumumannya resmi dirilis.

Berdasarkan laporan WSJ pada Rabu (8/4/2026), keuntungan besar tersebut diperoleh karena ketiga akun tersebut masuk ke pasar saat probabilitas gencatan senjata masih tergolong rendah, yakni di bawah 35 persen.

Dalam waktu singkat, probabilitas tersebut melonjak tajam seiring berkembangnya situasi diplomatik, memungkinkan mereka mengunci profit berlimpah. Pola ini memicu perhatian karena bertolak belakang dengan mayoritas pelaku pasar yang masih bersikap hati-hati pada saat itu.

Dari sisi siapa dan bagaimana, analisis berbasis data blockchain menunjukkan bahwa akun-akun tersebut memiliki rekam jejak yang cukup konsisten dalam memprediksi peristiwa geopolitik, termasuk kejadian militer sebelumnya.

IKLAN
Chat via WhatsApp

Mereka cenderung mengambil posisi lebih awal dibandingkan pasar secara umum, dengan ukuran taruhan yang relatif besar. Konsistensi ini memunculkan dugaan bahwa strategi mereka tidak sepenuhnya didasarkan pada analisis biasa.

BACA JUGA:  Trader Polymarket Diduga Tahu Duluan Soal Perang Iran

Lebih jauh, terdapat indikasi keterkaitan antar akun yang terlibat. Sejumlah transaksi menunjukkan jalur pendanaan yang serupa, termasuk penggunaan alamat bursa atau wallet yang saling berhubungan.

Temuan ini memperkuat kecurigaan bahwa aktivitas tersebut mungkin tidak dilakukan secara independen, melainkan berpotensi melibatkan koordinasi antar pihak tertentu dalam ekosistem Polymarket.

Pola Transaksi Picu Kecurigaan

Dugaan insider trading muncul karena ketepatan waktu transaksi yang dinilai terlalu presisi. Ketika sebagian besar pengguna Polymarket masih memandang peluang gencatan senjata sebagai skenario kecil, ketiga akun tersebut justru mengambil posisi besar.

Tidak lama kemudian, perubahan sentimen pasar terjadi secara drastis, sehingga memberi keuntungan besar bagi mereka.

Timing transaksi mereka terlalu presisi untuk sekadar kebetulan,” ujar seorang analis, menyoroti kemungkinan adanya akses informasi yang belum tersedia secara publik.

BACA JUGA:  ICE Suntik Rp10,14 Triliun ke Polymarket, Ini Tujuannya

Pernyataan ini mencerminkan kekhawatiran bahwa keunggulan tersebut bisa saja berasal dari sumber informasi tertentu yang tidak dimiliki oleh mayoritas pengguna.

Meski demikian, belum ada bukti konklusif yang memastikan bahwa aktivitas tersebut benar-benar melibatkan informasi non-publik.

Transparansi blockchain memang memungkinkan setiap transaksi dilacak secara terbuka, namun tidak secara otomatis menjelaskan motif atau sumber informasi di balik keputusan tersebut. Hal ini membuat batas antara analisis tajam dan dugaan insider trading menjadi semakin kabur di platform seperti Polymarket.

Lonjakan Aktivitas dan Ekspansi Platform Polymarket

Kasus ini terjadi di tengah lonjakan aktivitas signifikan di Polymarket, yang didorong oleh meningkatnya ketegangan global, khususnya konflik Iran-AS.

Secara tidak langsung, nilai taruhan untuk skenario gencatan senjata saja telah melampaui US$170 juta, menjadikannya salah satu event geopolitik terbesar di platform tersebut. Bahkan, sejak akhir 2025, total volume taruhan terkait konflik global dilaporkan telah menembus lebih dari US$529 juta.

BACA JUGA:  S&P500 Masuk ke Hyperliquid, Era Tokenisasi Aset Kian Panas

Selain fokus pada isu geopolitik, Polymarket juga terus memperluas jangkauan pasarnya ke sektor lain, termasuk olahraga.

Platform ini baru-baru ini meluncurkan promosi khusus untuk turnamen Masters golf, dengan menawarkan bonus deposit bagi pengguna baru. Dalam pengembangannya, Polymarket kini menyediakan berbagai jenis taruhan, mulai dari performa pemain, hasil pertandingan, hingga peristiwa spesifik seperti hole-in-one.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait