Timothy-Kalimasada Diperiksa Polisi terkait Dugaan Penipuan Kripto

Kasus dugaan penipuan kripto yang menyeret Timothy Ronald dan Kalimasada kembali memanas. Setelah sempat senyap dan minim perkembangan, kini muncul fakta baru bahwa keduanya ternyata telah diperiksa Direktorat Reserse Siber Polda Metro Jaya secara diam-diam pada Rabu lalu.

Timothy-Kalimasada Diperiksa Diam-Diam oleh Polisi

Penanganan kasus dugaan penipuan kripto yang berkaitan dengan Akademi Crypto mulai memasuki babak baru. Timothy Ronald dan Kalimasada dikabarkan telah dimintai keterangan oleh pihak kepolisian.

Dikutip dari unggahan Skyholic di Instagram pada Jumat (08/05/2026), Polda Metro Jaya mengonfirmasi bahwa keduanya telah diperiksa oleh penyidik Subdit 1 Ditresiber. Pemeriksaan tersebut disebut berlangsung pada Rabu, 6 Mei 2026.

“Benar 2 orang terlapor sudah dimintai keterangan oleh penyidik Subdit 1 Dit Ressiber PMJ pada hari Rabu, 6 Mei 2026 sekitar pukul 13.00 WIB,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto di Jakarta, Jumat (8/5/2026).

Kenapa Proses Hukum Timothy Ronald Terasa Lambat?

Namun, yang membuat publik penasaran bukan hanya soal pemeriksaannya. Banyak pihak mempertanyakan bagaimana proses hukum tersebut bisa berlangsung tanpa tercium media maupun netizen.

BACA JUGA:  Terungkap! Timothy Ronald Rugi Rp25 Miliar dari Saham Ini

Narasi itu pun memicu spekulasi baru di komunitas. Sebagian menduga sikap “menghilang” Timothy beberapa waktu terakhir merupakan bagian dari upaya meredam situasi, sementara proses klarifikasi ternyata sudah berjalan diam-diam.

Korban Minta Penyidikan Tidak Berhenti di Pemeriksaan Awal

Di sisi lain, kuasa hukum korban Akademi Crypto, Jajang, menyebut bahwa pemeriksaan tersebut memang menjadi langkah awal penting. Namun menurutnya, kasus ini terlalu besar jika hanya berhenti pada tahap klarifikasi biasa.

IKLAN
Urban Stretch Centre Medan

Dikutip dari laporan VOI pada Jumat (08/05/2026), ia meminta pihak penyidik kepolisian bekerja secara transparan dan profesional mengingat banyaknya korban yang mengaku mengalami kerugian.

“Kami mengapresiasi langkah Subdit 1 Ditresiber Polda Metro Jaya dalam melakukan klarifikasi terhadap para terlapor. Namun seluruh proses harus berjalan sesuai prosedur dan terbuka agar tidak menimbulkan polemik di tengah masyarakat,” kata Jajang.

BACA JUGA:  Benarkah Timothy Ronald Dipanggil Polisi Hari Ini?

Sorotan kini mengarah pada aliran dana para korban. Jajang mendesak agar penyidik juga mendalami kemungkinan tindak pidana pencucian uang atau TPPU untuk menelusuri perpindahan aset dan arus dana yang diduga terkait kasus tersebut.

“Aliran dana masyarakat harus ditelusuri secara transparan melalui penyidikan TPPU. Ini penting untuk memastikan tidak ada aset yang disamarkan ataupun dipindahkan sehingga merugikan korban,” tegasnya.

Kasus Timothy Ronald Berpotensi Ada Pencucian Uang, Begini Tanggapan Praktisi Hukum

Permintaan itu bukan tanpa alasan. Sejak kasus Timothy-Kalimasada mencuat, banyak korban merasa proses hukum berjalan terlalu lambat dan minim kepastian. Bahkan sebelumnya, para korban telah mengajukan permohonan RDPU ke Komisi III DPR RI.

Kini publik menanti apakah pemeriksaan terhadap Timothy Ronald dan juga Kalimasada benar-benar menjadi awal dari pengusutan yang lebih serius, atau justru kembali berujung tanpa kejelasan.

BACA JUGA:  Bank Digital Ini Gandeng Ripple untuk Pembayaran Lintas Negara, XRP Masuk Fase Krusial

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait