Timothy Ronald Dikritik, Korban Sebut Member AC Jadi Exit Liquidity

Seorang korban kembali angkat suara. Narasinya tajam, emosional, dan memantik perdebatan baru di tengah panasnya kasus dugaan penipuan Timothy Ronald. Di saat proses hukum masih berjalan, kisah ini seolah membuka kembali luka lama

Korban Timothy Bersuara, Sindir Skema Exit Liquidity

Timothy Ronald kembali disorot setelah seorang korban bernama Younger angkat suara. Lewat unggahan di Instagram pada Sabtu (24/04/2026), ia merugi hingga Rp3 miliar setelah mengikuti rekomendasi pembelian token MANTA di komunitas Akademi Crypto.

Dalam pernyataannya, Younger mengungkap bahwa kesalahan utamanya adalah mengikuti narasi agresif Timothy yang menjanjikan keuntungan besar. Ia menilai, dorongan untuk masuk ke pasar tidak diimbangi dengan pemahaman risiko yang memadai.

“Tahun 2024 kalian berteriak di berbagai media sosial, menjual mimpi keuntungan 300–500 persen. Diversifikasi dianggap omong kosong. Orang-orang didorong untuk all-in, bahkan sampai menjual aset demi membeli altcoin,” tuturnya.

IKLAN
Chat via WhatsApp

Skyholic: Ada Member AC Rugi Rp141 Miliar Gara-Gara Timothy Ronald

Lebih jauh, Younger juga menyoroti berbagai klaim yang sempat beredar, termasuk pembelian dalam jumlah besar dan penyebutan sebagai “holder terbesar se-Asia.” Menurutnya, narasi tersebut semakin memperkuat keyakinan banyak anggota untuk masuk lebih dalam.

BACA JUGA:  3 Saham Bank Dibedah Timothy Ronald, Mana Paling Unggul?

Namun, titik krusial justru terjadi pada absennya arahan keluar, khususnya terkait pergerakan token MANTA. Younger menyebut tidak ada sinyal yang jelas saat harga mulai bergerak dan membuat banyak member AC merugi.

“Kita disuruh target TP US$8. Harga MANTA sempat US$4… tapi kalian malah diam. Nggak ada arahan bagi member untuk take profit,” ungkapnya.

MANTA Rontok, Janji Tinggal Narasi

Pada awal 2024, token MANTA sempat menjadi primadona di kalangan trader crypto Indonesia. Popularitasnya melonjak sangat cepat, didorong oleh hype komunitas dan narasi potensi cuan besar.

Di komunitas seperti Akademi Crypto, token MANTA bahkan disebut sebagai peluang emas. Banyak anggota yang menerima “sinyal” pembelian dengan janji keuntungan ratusan persen.

Kilas Balik Token MANTA dalam Kasus Timothy Ronald

Narasi tersebut membuat banyak investor, termasuk Younger, ikut masuk. Keyakinan semakin kuat seiring klaim dan optimisme yang terus digaungkan.

BACA JUGA:  Panas! Eks-Member AC Ingin Bawa Kasus Timothy Ronald ke DPR

Namun, realitas tidak berjalan sesuai ekspektasi. Setelah sempat naik, harga koin MANTA justru anjlok tajam dan kehilangan lebih dari 98 persen dari puncaknya.

Proses Hukum Timothy Mandek, Publik Bertanya

Kasus ini tidak berhenti di ranah komunitas. Laporan telah masuk ke Polda Metro Jaya dan dibenarkan oleh pihak kepolisian. Penyelidikan masih berlangsung dengan pengumpulan bukti serta keterangan dari berbagai pihak.

Namun, setelah berjalan sekitar empat bulan, proses hukum dinilai belum menunjukkan perkembangan. Pemanggilan terhadap Timothy Ronald yang sempat dinantikan, belum juga terealisasi.

Di tengah situasi ini, muncul pula dugaan adanya intervensi dari sosok jenderal berinisial “AS”. Isu tersebut semakin menambah tanda tanya di kalangan publik terkait arah penanganan kasus Timothy.

Timothy Ronald Disorot, Pengacara Singgung Intervensi Jenderal “AS”

Kini, publik hanya bisa menunggu. Di antara janji cuan dan realita kerugian, satu hal menjadi jelas bahwa kepercayaan yang runtuh jauh lebih sulit dipulihkan dibanding keuntungan yang pernah dijanjikan.

BACA JUGA:  Timothy Ronald Siap Dipanggil Polisi? Ini Bocoran dari Skyholic

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait