Timothy Ronald kembali mencuri perhatian publik. Kali ini, ia mengambil langkah tak terduga dengan mengumumkan sayembara senilai Rp100 juta sebagai hadiah bagi para buzzer yang berani muncul dan mengaku secara langsung di hadapannya.
Langkah ini langsung menarik perhatian komunitas. Dengan gaya khasnya yang blak-blakan dan lugas, sosok yang kerap dijuluki raja kripto Indonesia ini membuktikan bahwa dirinya bukan sekadar figur kontroversial, tetapi juga sosok yang tahu cara mengguncang publik.
Sayembara Jadi Strategi Timothy Ronald “Tangkap” Buzzer
Dalam siaran langsung bertajuk “Margin Call: Apakah Bitcoin Bear Market?” pada Kamis (06/11/2025), Timothy Ronald bersama Kalimasada awalnya membahas arah pergerakan Bitcoin. Namun, perhatian audiens justru beralih ke topik lain yang lebih panas, yakni soal buzzer yang kerap menyerang proyek miliknya.
Timothy menepis isu bahwa kanal diskusi di Discord miliknya telah ditutup. Ia menjelaskan bahwa aktivitas yang menimbulkan kesalahpahaman tersebut justru merupakan ulah para buzzer yang mencoba memanipulasi opini publik.
“Diskusi member dibuka, ada kok. Itu biasanya buzzer. Ini kalian bisa cari, kita sudah punya beberapa buktinya dan teman-teman bisa cek sendiri. Ini gue kasih contoh, ini nama akunnya Desti,” ujar Timothy.

Dalam kesempatan tersebut, ia memperlihatkan akun TikTok yang menayangkan video bernada negatif tentang Akademi Crypto, platform edukasi kripto yang ia kembangkan bersama Kalimasada.
Setelah ditelusuri, akun tersebut memang mengunggah beberapa video yang menyoroti sisi negatif proyek milik Timothy. Salah satunya adalah video yang diunggah pada Rabu (05/11/2025), menampilkan ulasan mengenai rating aplikasi di Play Store.
“Rating Akademi Crypto kok rendah banget ya? Banyak yang ngeluh mulai dari materi nggak jelas sampai support-nya hilang. Emang kelasnya bermasalah atau semua membernya rugi?” demikian tertulis pada caption video tersebut.

Tantangan Rp100 Juta bagi yang Berani Mengaku
Tidak tinggal diam, Timothy menantang para buzzer itu untuk terbuka. Dalam gaya khasnya yang tegas dan frontal, ia menawarkan hadiah Rp100 juta tunai bagi siapa pun yang berani datang langsung dan mengakui siapa yang menyuruh mereka.
“Jadi buat lu yang bikin ini, mungkin lu cuman disuruh, lu cuman dibayar. Sekarang lu kasih tau ke gw, lu datang ke kantor gw sekarang, dan gw bakal kasih lu Rp100 juta cash,” tegasnya.
Kalimasada juga menampilkan akun lain bernama brodyireng, yang membuat konten serupa dan mengangkat isu negatif seputar kelas milik Timothy. Aksi ini memperkuat dugaan bahwa serangan terhadap Akademi Crypto dilakukan secara terstruktur oleh pihak tertentu.
Sayembara ini dinilai sebagai upaya Timothy untuk melawan buzzer yang ini menargetkan proyek edukasinya. Terlepas dari kontroversinya, langkah tersebut memperlihatkan bahwa Timothy tidak gentar menghadapi kritik.
Sebagai salah satu influencer kripto paling berpengaruh, setiap langkah Timothy Ronald selalu menjadi sorotan. Kini publik menunggu, apakah buzzer akan muncul dan mengaku demi hadiah Rp100 juta, atau justru memilih tetap bersembunyi di balik layar. [dp]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.



