Tiongkok: Mata Uang Digital Kami Mirip Kripto Libra

Mata uang digital baru berbasis teknologi blockchain yang dibuat oleh Bank Sentral Tiongkok (CBDC/Central Bank Digital Currency), akan memiliki sejumlah kesamaan dengan kripto Libra buatan Facebook-Libra Association dan akan dapat digunakan di seluruh platform pembayaran utama seperti WeChat dan Alipay, sebut seorang pejabat senior Bank Sentral Tiongkok.

Mu Changchun, Wakil Direktur Departemen Pembayaran Bank Sentral Tiongkok, mengatakan pengembangan mata uang digital itu akan membantu melindungi kedaulatan devisa negara ketika penerapan komersil mata uang tersebut diperluas.

“Mengapa bank sentral harus membuat mata uang digital ketika metode pembayaran elektronik saat ini sedang tumbuh? Alasannya adalah untuk melindungi kedaulatan moneter dan status mata uang resmi kita. Kita perlu perlu bersiap sebelum ‘hujan tiba’,” kata Mu dalam materi ajar yang ia berikan pekan lalu, yang dipublikasikan di Internet dan dilansir oleh media pemerintah, Shanghai Securities News.

Mu menyebutkan mata uang digital itu akan aman selayaknya uang kertas yang diterbitkan oleh bank sentral dan dapat digunakan bahkan tanpa koneksi Internet sekalipun. Mereka juga dapat digunakan pada WeChat milik Tencent dan Alipay milik Alibaba.

Sebelumnya dikabarkan bahwa bank sentral itu siap mendistribusikan kriptonya kepada Alibaba, Tencent dan 5 perusahaan lainnya.

Kabar itu berdasarkan sumber Forbes, yakni Paul Schulte yang sebelumnya pernah bekerja di China Construction Bank sampai tahun 2012 dalam perannya sebagai Kepala Strategi Keuangan.

“Schulte mengaku bahwa kripto buatan bank sentral itu akan didistribusikan kepada 7 entitas yakni  sejumlah bank terbesar di dunia, beberapa bank komersial dan bank industri di Tiongkok, bank terbesar kedua di dunia, Bank Pertanian Tiongkok, Alibaba, Tencent, Union Pay, dan satu perusahaan rekanan bank Tiongkok,” sebut Forbes.

Sumber Forbes lainnya, yang mengaku terlibat dalam pengembangan mata uang kripto itu, memastikan bahwa 7 entitas tersebut akan menerima kripto yang dimaksud. Ia juga menambahkan akan ada 8 entitas lainnya dan masuk dalam tahapan pertama distribusi itu. Sumber itu menyebutkan sistem uang elektronik baru itu sebenarnya sudah siap beroperasi pada tahun lalu dan siap meluncurkan paling cepat pada 11 November 2019. Di Tiongkok, tanggal itu dikenal sebagai hari belanja nasional yang dijuluki sebagai Singles Day.

Tapi, soal tanggal peluncuran itu langsung dibantah oleh Pemerintah Tiongkok melalui medianya.

Menurut Global Times, uang digital bank sentral Tiongkok tidak akan disebarkan pada November, kendati ada kabar yang mengkonfirmasikan proyek itu sudah siap meluncur. Global Times adalah media berbahasa Inggris di Tiongkok milik Partai Komunis dan diduga memiliki ikatan yang kuat dengan otoritas Tiongkok.

Melalui Twitter, Global Times membantah berita beredar yang menyatakan uang digital bank sentral akan terbit akhir tahun ini.

“Membantah laporan media tentang uang digital pemerintah akan beredar dalam bulan-bulan depan, bank sentral Tiongkok menyebut berita itu spekulasi tidak akurat,” tulis Global Times.

CBDC (Central Bank Digital Currency) tampaknya tak dapat dibendung lagi, sebagai akibat dari keandalan yang dimiliki oleh teknologi blockchain, yang menjadi fondasi sistem uang elektronik Bitcoin sejak tahun 2009.

Teknologi menjanjikan kecepatan, keamanan dan keakuratan yang tak dimiliki oleh sistem elektronik yang kita miliki saat ini. Bahkan teknologi blockchain memungkinkan biaya transfer uang lintas negara menjadi murah.

International Monetary Fund (IMF) sejak tahun 2018 bahkan sudah mewanti-wanti soal CDBC ini dan menyarankan bank sentral setiap negara untuk membuatnya agar daya saing dan layanan perbankan menjadi lebih tinggi. CBDC buatan Tiongkok sendiri diketahui diteliti dan dikembang sejak tahun 2014 dan baru beberapa bulan ini santer segera diluncurkan. [Reuters/Forbes/cryptoglobe/vins]

Terkini

Warta Korporat

Terkait