Token DOLO Masuk Radar Hidden Gem? Aktivitas On-Chain Mulai Bicara

Di tengah perburuan aset kripto yang masih underrated, token DOLO milik protokol DeFi Dolomite muncul sebagai salah satu kandidat yang patut masuk radar. Alasannya bukan semata karena harga tokennya masih rendah, tetapi karena ada aktivitas on-chain dan mekanisme token yang mulai memberikan gambaran lebih jelas mengenai utilitasnya.

Data blockchain menunjukkan puluhan juta DOLO saat ini berada di kontrak veDOLO. Pada saat bersamaan, mekanisme oDOLO yang dirancang untuk mendorong permintaan dan penguncian token juga terlihat aktif digunakan.

Dolomite sendiri bukan sekadar proyek dengan token governance. Protokol ini membangun infrastruktur lending dan borrowing yang telah diterapkan di sejumlah blockchain. Kombinasi antara penggunaan protokol, token lock dan model insentif tersebut membuat token DOLO menarik untuk diperhatikan sebagai kandidat hidden gem.

Namun, potensi itu datang bersama risiko. Vesting token tim dan investor masih berlangsung, sedangkan pembagian protocol fees kepada pemegang veDOLO belum menjadi fitur yang aktif secara otomatis.

Token DOLO Punya Mesin Permintaan dari oDOLO dan veDOLO

Salah satu faktor yang membedakan DOLO dari token governance biasa berada pada hubungan antara DOLO, oDOLO dan veDOLO.

Berdasarkan mekanisme token resmi Dolomite, oDOLO didistribusikan kepada penyedia likuiditas dan harus dipasangkan dengan DOLO dalam rasio 1:1 apabila pengguna ingin mengubahnya menjadi veDOLO dengan harga diskon.

Diskonnya bergantung pada lama penguncian. Pengguna bisa memperoleh diskon mulai 5 persen untuk periode satu minggu hingga 50 persen apabila memilih lock selama dua tahun.

Desain tersebut menciptakan mekanisme permintaan yang cukup menarik. Pengguna yang ingin memaksimalkan oDOLO membutuhkan DOLO sebagai pair, sedangkan DOLO yang digunakan kemudian dapat masuk ke sistem veDOLO.

IKLAN
Urban Stretch Centre Medan

veDOLO sendiri memberi hak governance, kemampuan meningkatkan reward dari liquidity pool, serta kemungkinan memperoleh bagian dari protocol fees apabila fitur tersebut kelak diaktifkan oleh DAO.

Selain itu, keluar lebih awal dari posisi veDOLO juga tidak gratis. Mekanismenya mencakup burn fee dasar 5 persen serta recoup fee yang dapat mencapai 50 persen pada lock dua tahun dan terus berkurang seiring waktu.

BACA JUGA:  Harga XRP Bisa Merosot Tajam? Level Ini Jadi Pemeran Utamanya

Artinya, tokenomik Dolomite mencoba membangun siklus yang menghubungkan aktivitas pengguna dengan permintaan DOLO, penguncian token dan pertumbuhan protocol-owned liquidity atau POL.

Puluhan Juta Token DOLO Sudah Terkunci

Mekanisme tersebut tidak hanya terlihat di dokumentasi.

Alamat veDOLO yang diterbitkan Dolomite tercatat menyimpan sekitar 61,25 juta token DOLO, berdasarkan snapshot on-chain token DOLO di Berachain. Jumlah itu setara dengan sekitar 6,1 persen dari initial supply sebesar 1 miliar token.

Yang lebih menarik, aliran token ke kontrak tersebut masih menunjukkan aktivitas seperti pembuatan lock, penambahan posisi hingga penarikan. Dengan demikian, veDOLO bukan sekadar wallet pasif yang menyimpan token sejak peluncuran.

Aktivitas serupa terlihat pada oDOLO. Data kontrak oDOLO di Routescan mencatat supply sekitar 146,54 juta oDOLO dengan lebih dari 2.000 holder pada snapshot yang terindeks.

Riwayat transaksinya juga menunjukkan berbagai aktivitas claim, vest dan close. Dalam sejumlah transaksi, oDOLO bahkan terlihat dikirim menuju burn address setelah mekanisme konversi dijalankan.

Temuan tersebut penting untuk narasi token DOLO karena menunjukkan bahwa hubungan oDOLO dan veDOLO bukan sekadar rancangan tokenomik yang belum digunakan. Mekanismenya telah berjalan secara on-chain.

Meski demikian, banyaknya token yang dikunci tidak otomatis berarti harga DOLO harus meningkat. Faktor tersebut lebih tepat dipandang sebagai indikasi bahwa token memiliki penggunaan internal dan mekanisme untuk menyerap sebagian supply.

Jejak Dolomite Sudah Menyebar ke Banyak Jaringan

Faktor fundamental lain datang dari protokol di belakang tokennya.

Dolomite merupakan money market yang memungkinkan pengguna memasok aset, meminjam dan mengelola posisi DeFi. Alih-alih hanya mengandalkan satu blockchain, deployment kontrak inti Dolomite menunjukkan Dolomite Margin telah hadir di Arbitrum One, Base, Berachain, Ethereum, Ink, Mantle dan X Layer.

Ekspansi lintas jaringan tersebut penting karena utilitas token DOLO pada akhirnya bergantung pada kemampuan Dolomite mempertahankan aktivitas protokolnya. Semakin luas penggunaan infrastruktur Dolomite, semakin besar pula ruang bagi ekosistem tokennya untuk berkembang.

Arsitektur Dolomite juga memisahkan lapisan Core yang bersifat immutable dengan Modules untuk integrasi dan fitur tambahan. Setiap market memiliki parameter seperti price oracle, interest setter dan parameter risiko masing-masing, sehingga protokol dapat mengakomodasi berbagai jenis aset.

BACA JUGA:  XRP Lagi Panas di Asia, Indonesia Ternyata Sudah Masuk Jalur Ripple

Dari sisi keamanan, dokumentasi audit Dolomite menyebut smart contract Core pernah diaudit oleh OpenZeppelin, Bramah Systems, SECBIT Labs dan Cyfrin. Sementara itu, Modules pernah melalui audit Zokyo, Guardian Audits dan Cyfrin.

Audit tentu tidak menghilangkan seluruh risiko smart contract, tetapi memberikan lapisan tambahan ketika menilai fundamental proyek DeFi yang sangat bergantung pada kontrak on-chain.

Unlock Jadi Ujian bagi Narasi Underrated DOLO

Di balik faktor pendukung tersebut, token DOLO masih memiliki risiko supply yang tidak bisa diabaikan.

Menurut distribusi token resmi Dolomite, initial supply DOLO ditetapkan sebanyak 1 miliar token. Saat Token Generation Event (TGE) pada 24 April 2025, sebanyak 415,404 juta token telah unlocked, dengan 326,65 juta DOLO serta 79,05 juta veDOLO tercatat beredar.

Sebanyak 50,75 persen supply dialokasikan untuk komunitas. Namun, core team memperoleh 20,2075 persen supply dengan jadwal vesting tiga tahun dan cliff satu tahun.

Investor memperoleh 15,1846 persen. Dari porsi tersebut, sebanyak 137,913 juta DOLO atau 13,7913 persen dari total supply juga menggunakan vesting tiga tahun dengan cliff satu tahun.

Karena cliff satu tahun telah dilewati sejak April 2026, vesting tim dan investor menjadi salah satu faktor yang perlu diperhitungkan. Bertambahnya token yang tersedia dapat menjadi sumber tekanan supply apabila tidak diimbangi permintaan.

Ada catatan penting lainnya. Meskipun tokenomik Dolomite membuka kemungkinan protocol fees dibagikan kepada pemegang veDOLO, fitur tersebut masih bergantung pada keputusan DAO untuk diaktifkan.

Karena itu, pendapatan Dolomite belum tepat diperlakukan sebagai pendapatan langsung bagi holder token DOLO.

Hal inilah yang membuat status DOLO sebagai kandidat hidden gem lebih menarik sekaligus kompleks. Mekanisme permintaan dan pengunciannya sudah bekerja, tetapi value capture belum mencapai bentuk akhirnya dan pasar masih harus menghadapi supply dari vesting.

Analisis Teknikal Token DOLO: Struktur Mulai Berubah

Dari sisi teknikal, token DOLO mulai menunjukkan perubahan struktur setelah berbulan-bulan membentuk dasar.

BACA JUGA:  Kripto Hari Ini 15 September 2026: FIL, LIT, CAKE, XLM, PYTH Kompak Dekati Level Pemicu Reli

Harga berada di sekitar US$0,03107, sudah melampaui MA9 di US$0,02655 serta MA20 di US$0,02527. MA9 juga telah berada di atas MA20, menunjukkan momentum jangka pendek mulai bergeser bullish setelah DOLO sebelumnya membangun area dasar sekitar US$0,018–US$0,022.

DOLO analisis 3 okt

Kenaikan terakhir juga tidak hanya berbentuk wick. Candle telah bergerak cukup jauh di atas kedua moving average tersebut, sehingga fase basing yang terbentuk sejak Juli hingga Agustus mulai menunjukkan karakter early recovery trend.

Meski demikian, DOLO belum sepenuhnya keluar dari tekanan. Area US$0,032–US$0,034 menjadi resistance terdekat yang perlu ditembus.

Breakout solid dari zona tersebut dapat membuka ruang menuju US$0,036–US$0,040. Apabila momentum berlanjut, wilayah US$0,045–US$0,050 menjadi area berikutnya yang layak diperhatikan.

Pada sisi bawah, US$0,028–US$0,029 menjadi level yang perlu dipertahankan agar struktur pemulihan tetap sehat. Setelah itu, MA9 dan MA20 di kisaran US$0,025–US$0,027 berfungsi sebagai support dinamis utama.

Dengan demikian, skenario teknikal token DOLO saat ini dapat dibaca sebagai upaya mempertahankan US$0,028–US$0,029, kemudian menembus US$0,032–US$0,034 untuk membuka jalan menuju US$0,040 dan selanjutnya US$0,045–US$0,050.

Sebaliknya, penurunan kembali ke bawah MA20 di sekitar US$0,025 akan melemahkan narasi pemulihan tersebut.

Kombinasi perubahan struktur harga, aktivitas oDOLO dan veDOLO yang dapat diverifikasi secara on-chain, serta jejak Dolomite yang telah meluas ke sejumlah jaringan membuat token DOLO layak masuk radar sebagai kandidat kripto underrated.

Namun, unlock yang masih berjalan dan value capture yang belum sepenuhnya aktif tetap menjadi dua variabel utama yang perlu dipantau sebelum potensi fundamental tersebut dapat diterjemahkan menjadi apresiasi harga yang lebih berkelanjutan.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait