Token meme besutan Hunter Biden, Hunter Biden’s Laptop (LAPTOP), mengalami salah satu debut paling ekstrem di pasar kripto tahun ini. Hanya beberapa jam setelah diluncurkan pada Rabu (9/6/2026), token tersebut kehilangan lebih dari 99 persen nilainya dari harga tertinggi.
Data CoinGecko menunjukkan token LAPTOP sempat menyentuh level tertinggi sepanjang masa di US$199,51 sebelum terjun hingga US$1,33. Saat artikel ini disusun, token tersebut diperdagangkan di kisaran US$0,76, sekitar 99,7 persen di bawah puncaknya.

Dengan circulating supply sekitar 350 juta token, kapitalisasi pasar LAPTOP berada di kisaran US$480 juta, sedangkan fully diluted valuation (FDV) sekitar US$1,37 miliar. Volume perdagangan dalam 24 jam terakhir mencapai sekitar US$23,8 juta.
Token LAPTOP diterbitkan di jaringan Base, layer-2 Ethereum yang dikembangkan oleh Coinbase.
Berdasarkan situs resmi LAPTOP, alamat kontrak resminya adalah 0xB095274743941e953c746F9C228DA9c18Bb6ec29, dengan total pasokan tetap sebanyak 1 miliar token.
Valuasi Fantastis Token LAPTOP Ternyata Ditopang Likuiditas Tipis
Lonjakan awal LAPTOP terlihat semakin tidak biasa ketika nilai token dibandingkan dengan likuiditas yang tersedia ketika perdagangan dimulai.
Mengutip data Arkham, LAPTOP sempat mencapai sekitar US$190,81 hanya dua menit setelah diluncurkan. Pada saat yang sama, FDV token tersebut sempat menembus sekitar US$144 miliar, sementara liquidity pool yang menopang perdagangan hanya sekitar US$48.000.

Perbedaan ekstrem tersebut menjadi salah satu kunci untuk memahami pergerakan harga LAPTOP. FDV dihitung dengan mengalikan harga pasar terakhir dengan seluruh jumlah token yang secara teoritis dapat beredar.
Dengan likuiditas yang sangat tipis, beberapa pembelian pada harga tinggi dapat mendorong valuasi teoritis melonjak drastis tanpa berarti terdapat modal senilai puluhan atau ratusan miliar dolar yang benar-benar masuk ke pasar.
Situasinya kemudian berbalik sangat cepat ketika tekanan jual muncul. Token LAPTOP jatuh hingga sekitar US$3,70 dalam waktu kurang dari satu jam, sebelum akhirnya kembali mencetak titik terendah baru.
Struktur tokennya sendiri juga menunjukkan besarnya porsi pasokan yang belum beredar. Dalam dokumen disclosure resmi LAPTOP, proyek menyebut hanya 35 persen atau 350 juta token yang dilepas pada Token Generation Event (TGE).
Sebanyak 30 persen pasokan dialokasikan kepada para Pendiri, termasuk Hunter Biden. Token tersebut dikunci selama enam bulan, kemudian akan mengalami vesting secara bulanan selama 24 bulan.
Sebanyak 30 persen lainnya dialokasikan untuk mekanisme Predictions, sedangkan sisanya tersebar untuk airdrop, likuiditas, cadangan dan kegiatan amal.
Yang menarik, dokumen tersebut secara eksplisit menyatakan token LAPTOP tidak memiliki utilitas maupun rencana utilitas di masa depan. Token tidak memberikan hak voting, staking, imbal hasil, kepemilikan ataupun pembagian keuntungan. Nilainya disebut berasal sepenuhnya dari sentimen komunitas.
Sudah Rugi Besar, Trader Ini Masih Nekat Buy the Dip
Kejatuhan hampir total tersebut rupanya belum menghentikan semua pelaku pasar untuk berspekulasi.
Baru saja terdeteksi oleh platform analitik Lookonchain, ada yang masih belum kapok sama token LAPTOP. Setelah token ini ambruk brutal, ada yg malah buy the dip pakai US$170 ribu, borong 28.448 LAPTOP di harga US$5,97. Sekarang nilainya tinggal sekitar US$21 ribu, boncos lagi 87 persen. Ini bukan buy the dip, tapi dip-nya beli dia.
“Masih ada yang belum menyerah pada LAPTOP,” ungkap Lookonchain.

Kasus itu menggambarkan betapa sulitnya menentukan titik terendah sebuah memecoin yang baru melakukan price discovery, terutama ketika likuiditas masih terbatas dan sebagian besar pasokan belum beredar.
LAPTOP Belum Kehabisan Bahan Bakar Spekulasi
Terlepas dari crash tersebut, LAPTOP masih memiliki beberapa mekanisme yang dapat membuat token ini tetap menjadi perhatian trader. Sebanyak 30 persen pasokan, misalnya, terhubung dengan serangkaian prediksi peristiwa dunia nyata.
Token terkait akan dibakar apabila syarat tertentu terpenuhi, atau dialihkan untuk kegiatan amal jika prediksi tersebut gagal terealisasi.
Namun, dokumen resmi proyek juga secara terbuka memperingatkan tidak adanya price floor, mekanisme buyback maupun redemption. Pelepasan token dari alokasi yang saat ini masih terkunci juga disebut dapat menciptakan tekanan jual substansial di kemudian hari.
Dengan usia token yang bahkan belum mencapai dua hari, belum tersedia struktur harga yang cukup panjang untuk membentuk analisis teknikal. Price discovery LAPTOP praktis masih berlangsung, sementara jarak antara US$199,51 dan area di bawah US$1 menunjukkan betapa ekstremnya volatilitas pada jam-jam pertamanya.
Di sisi lain, dengan harga low saat ini, kenaikan masif LAPTOP bisa saja terjadi. Dunia meme kripto memang segila itu. Tetapi kasus trader yang sudah mencoba membeli setelah crash 98 persen dan masih boncos 87 persen dari modalnya menjadi pengingat bahwa harga yang terlihat “murah” belum tentu menjadi dasar harga sebenarnya.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.


