Token LISTA Layak Dilirik? Ini Faktor yang Membuatnya Jadi Hidden Gem Crypto

Token LISTA, aset native dari ekosistem Lista DAO, tengah memiliki sejumlah perkembangan fundamental yang membuatnya menarik untuk masuk radar kripto potensial. Lista tak lagi sekadar bertumpu pada liquid staking BNB, tetapi telah membangun lini lending, bursa terdesentralisasi (DEX), aset dunia nyata (RWA), hingga kredit on-chain.

Sejumlah perkembangan pada 2026 juga mulai memperkuat hubungan antara penggunaan protokol dan utilitas token LISTA. Di sisi lain, emissions dan jadwal vesting yang masih berjalan membuat potensi tersebut tetap perlu dibaca bersama risikonya.

Bisnis Lista DAO Sudah Tumbuh Jauh Melampaui Staking

Salah satu faktor utama yang mendukung token LISTA adalah skala protokol yang berada di belakangnya.

Berdasarkan laporan tahunan 2025 Lista DAO, total nilai terkunci (TVL) protokol tumbuh dari US$830 juta menjadi US$3,30 miliar, serta sempat mencapai rekor US$4,30 miliar pada Oktober 2025.

LISTA TVL

Lista Lending, yang baru diluncurkan pada April tahun tersebut, bahkan mencapai TVL tertinggi US$1,99 miliar dalam enam bulan. Saat puncaknya, platform itu memiliki 28 vault aktif, 152 lending market dan sekitar US$734 juta pinjaman aktif.

Pendapatan Lista sepanjang 2025 juga meningkat 131,64 persen secara tahunan.

Artinya, narasi token LISTA kini ditopang protokol yang sudah memiliki aktivitas ekonomi nyata, bukan hanya roadmap atau ekspektasi adopsi di masa depan.

IKLAN
Urban Stretch Centre Medan

Token LISTA Mulai Punya Jalur Value Capture

Perubahan penting berikutnya datang dari Tokenomics 2.0.

Melalui perombakan tokenomik setelah persetujuan LIP-024, model veLISTA dihentikan. Pendapatan protokol yang sebelumnya didistribusikan kepada pemegang veLISTA kemudian dialihkan untuk membiayai buyback token LISTA.

BACA JUGA:  Harga Bitcoin Siap Tancap Gas, Aksi Ini Bisa Bawa BTC ke US$84 Ribu

Perubahan tersebut berdampak signifikan karena menciptakan hubungan yang lebih jelas antara aktivitas bisnis Lista dan permintaan terhadap tokennya.

Lista juga mengakui bahwa partisipasi aktif dalam model veLISTA dan governance sebelumnya berada di bawah 20 persen. Model baru menyederhanakan governance karena holder cukup memiliki LISTA untuk berpartisipasi dalam voting tanpa harus mengunci token.

Di sisi supply, dokumentasi distribusi LISTA mencatat 200 juta LISTA telah dikunci permanen setelah LIP-021, sehingga effective supply yang dirujuk proyek turun dari 1 miliar menjadi 800 juta token.

Token Utility Tak Lagi Berhenti di Governance

Potensi lain datang dari berkembangnya kegunaan langsung token LISTA.

Pada April 2026, Lista meluncurkan Delayed Liquidation Protection khusus holder LISTA. Fitur ini memberi peminjam yang memenuhi syarat waktu hingga 24 jam untuk memperbaiki posisi ketika melewati liquidation threshold tertentu.

Besar posisi yang memperoleh perlindungan bergantung pada rata-rata kepemilikan LISTA selama tujuh hari. Tier tertinggi mensyaratkan sedikitnya 15 juta LISTA dan dapat melindungi posisi hingga US$50 juta pada market yang didukung.

Lista kemudian memperkenalkan LISTA Holder Boost, yang memberi tambahan emissions ketika holder memasok aset ke vault atau meminjam di market tertentu.

BACA JUGA:  Kripto Hari Ini 18 September 2026: NEAR, XPL, GRASS, ASTER dan CC Sudah Sampai di Titik yang Ditunggu

Dua fitur tersebut membuat token LISTA semakin terhubung dengan penggunaan produk inti protokol, bukan hanya sebagai instrumen governance.

RWA hingga Kredit On-Chain Tambah Mesin Pertumbuhan

Ekosistem Lista DAO juga mulai menjangkau sektor di luar lending biasa.

Pada lini RWA, Lista RWA Markets menyediakan akses terhadap aset seperti Surat Utang Pemerintah AS jangka pendek yang ditokenisasi dan instrumen utang. Lista mengambil sekitar 5 persen dari bunga yang diperoleh serta mengenakan redemption fee 0,1 persen.

Sementara itu, eksperimen kredit tanpa agunan Lista DAO telah menunjukkan penggunaan awal. Lista Credit Phase 1 mencatat US$47.130 total pinjaman dari 180 alamat, menghasilkan revenue US$1.550 dengan repayment rate 95,4 persen.

Skalanya memang masih kecil dibanding bisnis lendingutama Lista, tetapi menjadi bukti bahwa ekspansi tersebut sudah melewati tahap konsep.

Katalis terbaru datang dari DEX. Sejak 19 September 2026, Lista mulai memigrasikan StableSwap ke StableSwapV3 untuk menghadirkan concentrated liquidity pada BSC dan Ethereum, dengan penyelesaian ditargetkan pertengahan Oktober.

Jadi, Apa yang Membuat Token LISTA Terlihat Underrated?

Daya tarik token LISTA terletak pada kombinasi yang mulai terbentuk, yakni protokol dengan aktivitas bernilai miliaran dolar, pertumbuhan pendapatan, ekspansi produk, buyback berbasis protocol revenue, pengurangan effective supply dan token utility yang semakin terintegrasi dengan lending.

Namun, label hidden gem crypto tidak berarti token LISTA tanpa risiko.

BACA JUGA:  Update Crypto Hari Ini: BTC Loyo, LTC dan ZRO Malah Meroket

Community emissions masih berjalan, sementara token investor, tim, cadangan dan ekosistem memiliki jadwal vesting masing-masing. Holder Boost sendiri juga menggunakan emissions LISTA sebagai insentif. Dengan demikian, tekanan pasokan baru masih harus diperhitungkan terhadap dampak buyback.

Sebagian revenue lending pun tidak seluruhnya tersedia untuk value capture token. Lista mengalokasikan 50 persen pendapatan dari vault yang dibuat sendiri ke Risk Fund sebagai cadangan perlindungan pengguna.

Justru di titik itu narasi token LISTA menjadi menarik untuk dipantau. Fundamental protokol dan token utility terus berkembang, tetapi keberhasilan LISTA sebagai aset pada akhirnya bergantung pada apakah pertumbuhan penggunaan dan mekanisme buyback mampu mengimbangi emissions serta pasokan yang masuk ke pasar.

Dengan kata lain, token LISTA menawarkan karakteristik yang membuatnya layak masuk radar hidden gem crypto, tetapi pembuktiannya masih akan bergantung pada eksekusi dan bagaimana nilai ekonomi Lista DAO benar-benar mengalir kembali kepada tokennya.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait