Token SAND Melesat Tajam, GameFi Mulai Panas Lagi

Token The Sandbox (SAND) mencatatkan penguatan signifikan dalam 24 jam terakhir setelah berhasil menembus pola tren turun descending channel yang telah menekan pergerakannya selama berbulan-bulan.

Pada saat penulisan, harga token SAND melonjak sekitar 10,8 persen dalam 24 jam terakhir, disertai lonjakan volume perdagangan hingga 113 persen menjadi US$222,7 juta. Kenaikan ini terjadi di tengah reli sektor GameFi, yang mulai kembali menarik minat investor seiring membaiknya sentimen pasar kripto global.

Penguatan SAND juga diikuti oleh peningkatan open interest sebesar 8,33 persen, yang menunjukkan bertambahnya posisi terbuka di pasar derivatif. Dari sisi indikator teknikal, MACD berbalik ke arah bullish, mengindikasikan momentum beli yang semakin menguat.

Fokus pasar kini tertuju pada area resistance berikutnya di sekitar US$0,20, dengan zona US$0,15–US$0,16 dipantau sebagai support penting untuk menjaga validitas breakout.

IKLAN
Chat via WhatsApp
BACA JUGA:  Heboh! Adam Deni Ungkap Inisial R di Balik Akun Skyholic

Token SAND Pimpin Reli GameFi di Tengah Pemulihan Pasar

Berdasarkan data yang dihimpun oleh CoinMarketCap, kenaikan token SAND terjadi seiring dengan menguatnya sektor GameFi secara keseluruhan. Dalam sepekan terakhir, SAND tercatat naik sekitar 15,3 persen, sementara beberapa token game lain seperti Axie Infinity juga mencatatkan kinerja positif.

Analis menilai reli ini dipicu oleh rotasi modal ke aset berisiko tinggi, khususnya token berbasis game dan metaverse.

Momentum tersebut bertepatan dengan pemulihan harga Bitcoin yang kembali menembus US$90.000, setelah ketegangan geopolitik terkait tarif perdagangan internasional mulai mereda. Kondisi ini mendorong kembalinya minat spekulatif ke sektor GameFi, yang sebelumnya mengalami tekanan panjang akibat lesunya pasar kripto.

SAND Didukung Ekspansi Ekosistem The Sandbox

Dari sisi fundamental, penguatan token SAND juga didukung oleh ekspansi ekosistem The Sandbox melalui integrasi dengan platform Corners, yang telah diluncurkan dalam versi beta terbatas pada 9 Desember 2025. Corners merupakan platform Web3 yang memungkinkan pengguna melakukan tokenisasi konten internet yang telah dikurasi.

BACA JUGA:  Begini Visi Vitalik Buterin tentang Peran AI dalam Tata Kelola Ethereum

Dalam ekosistem ini, token SAND digunakan sebagai token utilitas utama untuk menggerakkan aktivitas platform, termasuk sistem reward bagi pengguna.

Platform Corners dibangun di atas jaringan Base, sehingga memperluas aksesibilitas SAND di luar ekosistem Ethereum dan Polygon. Peluncuran publik penuh dijadwalkan pada awal 2026.

Integrasi ini memperkuat posisi SAND sebagai token yang tidak hanya berfungsi dalam ekosistem metaverse, tetapi juga mendukung inovasi Web3 berbasis konten digital.

Bertahan di Zona Akumulasi Jangka Panjang

Dari sisi teknikal, analis kripto Crypto Patel menilai token SAND saat ini berada di zona akumulasi penting setelah mengalami koreksi sekitar 99 persen dari tertinggi sepanjang masanya (ATH).

Harga SAND membentuk basis jangka panjang di dalam pola descending channel tahunan, dengan zona permintaan kuat di area US$0,14–US$0,11.

Analisis SAND

Struktur teknikal dinilai tetap valid selama harga bertahan di atas US$0,10 pada penutupan time frame yang lebih besar. Untuk melanjutkan tren bullish, SAND perlu menembus area US$0,22–US$0,26.

BACA JUGA:  Arthur Hayes: The Fed Bisa Cetak Uang untuk Biayai Konflik AS–Iran

Jika skenario positif ini terwujud, Crypto Patel memproyeksikan target ekspansi bertahap di US$0,65, US$1,50, US$3,50, hingga US$8,48, yang mendekati zona ATH. Namun, jika harga menutup di bawah US$0,10, potensi penurunan lanjutan dapat mengarah ke US$0,05–US$0,035.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait