Token STRK mencuri perhatian menjelang agenda teknis baru Starknet yang dijadwalkan berlangsung pada hari ini (5/10/2026). Harga aset kripto tersebut melonjak lebih dari 25 persen dalam 24 jam, bersamaan dengan persiapan jaringan untuk upgrade mainnet v0.14.4.
Berdasarkan data CoinMarketCap saat artikel ini disusun, token STRK diperdagangkan di kisaran US$0,054, menguat sekitar 25,09 persen dalam 24 jam. Rentang perdagangan hariannya berada di sekitar US$0,043 hingga mendekati US$0,056.

Peningkatan harga tersebut juga diikuti aktivitas perdagangan yang jauh lebih tinggi. Volume transaksi 24 jam STRK melonjak sekitar 282 persen menjadi setara Rp3,1 triliun, sedangkan kapitalisasi pasarnya berada di sekitar Rp7,16 triliun.
Pergerakan itu memperpanjang pemulihan token STRK sepanjang beberapa pekan terakhir. Dalam 30 hari, nilainya telah meningkat sekitar 101 persen terhadap dolar AS. Namun, harga saat ini masih terpaut sangat jauh dari rekor tertinggi US$3,66 yang dicapai pada Februari 2024.
Lonjakan tersebut berlangsung hanya satu hari sebelum jadwal upgrade Starknet v0.14.4. Meski demikian, belum terdapat bukti yang cukup untuk menyimpulkan bahwa agenda upgrade menjadi penyebab langsung kenaikan harga STRK. Keduanya sejauh ini lebih tepat dilihat sebagai perkembangan yang berlangsung berdekatan.
Starknet v0.14.4 Dijadwalkan Masuk Mainnet
Dalam catatan pra-rilis resmi Starknet v0.14.4, tim pengembang menjadwalkan versi tersebut untuk masuk ke mainnet pada 5 Oktober 2026, setelah sebelumnya diterapkan di testnet pada 15 September.
Ada satu catatan penting. Jadwal mainnet itu masih dicantumkan dengan keterangan “pending governance approval.” Artinya, hingga informasi resmi terbaru yang tersedia saat artikel ini disusun, tanggal 5 Oktober masih bergantung pada penyelesaian proses tata kelola Starknet.
Karena itu, v0.14.4 belum tepat disebut sudah resmi aktif di mainnet sebelum ada konfirmasi deployment.
Upgrade ini relatif kecil dari sisi perubahan yang terlihat pengguna, tetapi membawa satu kemampuan baru yang cukup penting melalui SNIP-36. Starknet memperluas mekanisme client-side proving sehingga proof dapat dihasilkan untuk virtual block berisi satu transaksi dengan kapasitas hingga 1,1 miliar L2 gas.
Kemampuan tersebut memungkinkan aplikasi menjalankan logika berukuran sangat besar di luar alur transaksi reguler, kemudian mengompres hasilnya ke dalam satu proven transaction.
“Hal ini memungkinkan aplikasi untuk memadatkan logika, yang tidak dapat dimuat dalam transaksi biasa, menjadi satu transaksi terverifikasi,” ungkap tim Starknet.
Perubahan ini merupakan perluasan dari mekanisme SNIP-36, yang sebelumnya memperkenalkan verifikasi proof S-Two secara langsung di dalam protokol Starknet.
Secara sederhana, aplikasi dapat menjalankan komputasi tertentu di luar chain, membuktikan eksekusinya secara kriptografis, kemudian membawa bukti tersebut kembali ke Starknet.
Pendekatan semacam ini ditujukan antara lain untuk aplikasi privasi serta skenario komputasi berskala besar yang kurang efisien apabila seluruh proses dilakukan langsung secara on-chain.
Namun, proof berukuran besar memiliki konsekuensi. Starknet memperkirakan proses pembuatannya dapat membutuhkan waktu sekitar satu hingga dua menit, jauh lebih lama daripada sekitar tiga hingga lima detik untuk alur small-proof yang sudah tersedia.
Bukan Sekadar Fitur Proof Baru
Selain memperluas kemampuan SNIP-36, Starknet v0.14.4 mengubah bobot gas untuk sejumlah operasi setelah tim menemukan adanya ketidaksesuaian antara biaya aktual yang ditanggung sequencer dan jaringan dengan biaya yang dikenakan kepada pengguna.
Starknet menegaskan bahwa perubahan tersebut ditujukan untuk menyelaraskan biaya, bukan menaikkan fee secara umum. Berdasarkan lalu lintas mainnet tiga bulan sebelumnya, perubahan itu diperkirakan memberikan dampak kurang dari satu persen terhadap pricing sebagian besar transaksi.
Upgrade ini juga menghapus enam feeder gateway endpoint lama, yakni call, get_storage_at, get_nonce, get_class_hash_at, get_code, dan get_full_contract.
Di sisi infrastruktur, block committer turut dipindahkan dari komponen Python terpusat dan penyimpanan Aerospike menuju proses Apollo sequencer.
Ada pula breaking change yang perlu diperhatikan operator. Proof yang dihasilkan menggunakan prover versi 0.14.3 tidak kompatibel dengan verifier pada v0.14.4. Seluruh operator SNIP-36 transaction prover harus melakukan upgrade dalam jendela waktu yang sama dengan perubahan jaringan.
Konsekuensinya, Starknet memperkirakan transaksi privat dapat mengalami downtime selama beberapa menit ketika proses perpindahan prover berlangsung.
Proses deployment sendiri tetap terkait mekanisme governance. Berdasarkan prosedur resmi untuk minor upgrade Starknet, upgrade kategori minor melewati masa review selama satu minggu, voting selama satu minggu, kemudian minimum lima hari masa freeze sebelum dapat diterapkan di mainnet.
Dengan demikian, perhatian pada token STRK jelang hari ini datang dari dua sisi sekaligus. Di pasar, harga dan volume perdagangan meningkat tajam. Di tingkat protokol, Starknet menyiapkan v0.14.4 yang memperluas kemampuan pembuktian transaksi serta membawa sejumlah perubahan pada pricing dan infrastruktur jaringan.
Yang masih perlu dipantau adalah konfirmasi terakhir mengenai governance dan deployment mainnet. Jika upgrade benar-benar diaktifkan sesuai jadwal, perkembangan tersebut akan menjadi milestone teknis terbaru Starknet di tengah penguatan tajam token STRK dalam beberapa hari terakhir.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.


