Token ZETA Terbang 46 Persen, ZetaChain Tinggalkan L1 demi Solana

Harga token ZETA melonjak tajam dalam 24 jam terakhir setelah komunitas ZetaChain menyetujui arah migrasi aset tersebut ke Solana dan rencana penghentian bertahap blockchain Layer-1 miliknya.

Berdasarkan data CoinMarketCap, pada saat artikel ini disusun, ZETA diperdagangkan di sekitar US$0,05848, naik 46,57 persen dalam 24 jam. Volume perdagangan hariannya mencapai US$199,41 juta atau melonjak sekitar 3.655 persen, sementara harga bergerak dalam rentang US$0,03925 hingga US$0,0699.

Lonjakan harga yang disertai ledakan volume menunjukkan reaksi pasar yang sangat kuat terhadap perkembangan terbaru ZetaChain. Kendati demikian, pergerakan harga semata tidak membuktikan bahwa keputusan migrasi menjadi satu-satunya faktor yang mendorong reli tersebut.

Pasar Sambut ZetaChain Tinggalkan L1 demi Solana

Perubahan besar itu berawal dari Proposal 68 di ZetaHub, yang memperoleh dukungan 99,4 persen dengan tingkat partisipasi 58 persen, melampaui kuorum 40 persen. Proposal tersebut mengarahkan ZetaChain untuk menjadikan token ZETA sebagai aset native SPL di Solana sekaligus memulai proses wind-down terhadap L1 miliknya.

BACA JUGA:  PONS Diborong Institusi, Apakah US$1 Jadi Target Berikutnya?

Namun, persetujuan tersebut belum berarti blockchain ZetaChain langsung dihentikan. Proposal kedua masih diperlukan untuk menentukan snapshot, mekanisme perpindahan saldo, jadwal migrasi serta waktu penghentian jaringan. Sampai tahapan tersebut rampung, validator tetap bekerja dan staking masih berjalan.

Dalam pengumuman resmi ZetaChain pada 17 September, tim menjelaskan bahwa ZETA akan dikonversi 1:1 menjadi token SPL dengan ticker dan total supply yang sama. Tidak ada token baru yang diterbitkan akibat migrasi, sedangkan jadwal vesting tetap berjalan. ZETA yang berada di Ethereum dan BNB Chain juga tidak terdampak proposal tersebut.

“Produk yang benar-benar digunakan masyarakat menjadi prioritas utama, dengan permintaan ZETA yang turut meningkat seiring dengan penggunaan tersebut,” tulis tim ZetaChain.

Langkah tersebut sekaligus menandai perubahan besar dari visi awal ZetaChain. Proyek yang sejak 2021 dibangun untuk menghubungkan berbagai blockchain kini mengalihkan fokusnya ke Private Memory Layer untuk AI dan Anuma, aplikasi AI privat multi-model miliknya.

IKLAN
Urban Stretch Centre Medan
BACA JUGA:  8 Bulan Berlalu, Bagaimana Perkembangan Kasus Timothy Ronald?

Dalam model baru tersebut, token ZETA diarahkan menjadi access token bagi application layer AI. Pengguna dapat mengunci ZETA untuk memperoleh credits yang kemudian digunakan mengakses layanan AI.

Jika aplikasi dan AI agent lain di Solana menggunakan layer yang sama, utilitas ZETA tidak lagi bergantung pada perannya sebagai gas dan aset keamanan blockchain ZetaChain sendiri.

Anuma Tumbuh, Nasib Staking ZETA Belum Tuntas

Perubahan fokus tersebut juga datang ketika Anuma mulai mencatat pertumbuhan penggunaan. Dashboard riset resmi ZetaChain menunjukkan sebanyak 304.880 wallet telah dibuat hingga 20 September 2026, bertambah 6.774 dalam sepekan.

Total inference request mencapai 1,27 juta, naik 37.500 dalam periode yang sama, sedangkan 34,2 miliar token AI telah diproses sejak Februari.

Di sisi ekonomi token ZETA, sebanyak 455,1 juta ZETA atau 21,67 persen supply tercatat dalam staking per 21 September. Sebanyak 492,9 juta ZETA lainnya atau 23,47 persen berstatus locked. Jika digabungkan, sekitar 948 juta ZETA, setara 45,14 persen dari total supply, berada dalam dua kategori tersebut.

BACA JUGA:  Crypto Mining untuk Cuci Uang? Tambang Rahasia di Meksiko Bikin Heboh

Besarnya porsi itu membuat kelanjutan skema staking menjadi salah satu hal penting bagi pemegang token ZETA. ZetaChain mengatakan bentuk staking di Solana, termasuk mekanisme transisi staking reward, masih dalam tahap eksplorasi dan akan dijabarkan dalam proposal berikutnya.

Untuk saat ini, reli lebih dari 40 persen dan lonjakan volume perdagangan menunjukkan pasar cenderung menyambut perubahan arah ZetaChain secara positif. Namun, tahapan migrasi masih belum selesai. Detail proposal kedua serta kemampuan Anuma memperluas penggunaan token ZETA akan menjadi perkembangan berikutnya yang patut diperhatikan.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait