Tokenisasi Jadi Andalan Bappenas untuk Tekan Kesenjangan Ekonomi di RI

Pemerintah mulai melirik tokenisasi RWAsebagai salah satu cara memperluas akses investasi di Indonesia. Bappenas menilai blockchain dapat membuka peluang pembiayaan baru sekaligus membantu menekan kesenjangan ekonomi.

Bappenas Lirik Tokenisasi Aset Riil untuk Perluas Akses Investasi

Dikutip dari laporan Investortrust pada Rabu (12/08/2026), Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy menilai blockchain memiliki potensi untuk menciptakan akses ekonomi yang lebih merata di Indonesia.

Menurut Rachmat, karakter teknologi blockchain memungkinkan berbagai pelaku pembangunan terhubung dalam satu ekosistem, mulai dari masyarakat di tingkat desa hingga institusi berskala internasional, dengan akses yang relatif lebih setara.

Salah satu pemanfaatan yang kini didorong pemerintah adalah tokenisasi aset riil atau real world assets (RWA). Konsep ini memungkinkan berbagai aset fisik direpresentasikan dalam bentuk token digital.

Aset yang dapat ditokenisasi pun cukup beragam, mulai dari surat berharga, komoditas, emas, properti hingga infrastruktur. Nilainya kemudian dapat dipecah menjadi bagian yang lebih kecil sehingga semakin terjangkau.

Apa Itu Real World Assets (RWA)? Ini Pengertian dan Daftar Koinnya!

Skema tersebut membuka peluang investasi tidak hanya dapat diakses pemilik modal besar. Investor dengan modal lebih terbatas juga berpotensi memperoleh eksposur terhadap berbagai aset bernilai tinggi.

BACA JUGA:  Rusia Tuding CEO Telegram Bantu Teroris, Kripto GRAM Ambruk 3 Persen

“Investor kecil, menengah, besar bisa menjadi bagian ekosistem investasi karena blockchain dan juga kemampuan untuk mendigitalisasi aset serta membaginya menjadi bagian yang lebih kecil dan terjangkau,” ujar Rachmat dalam Indonesia Blockchain Week Summit 2026.

IKLAN
Urban Stretch Centre Medan

Bukan Sekadar Membuat Lebih Banyak Aset Menjadi Token

Meski potensinya besar, Bappenas menilai pengembangan tokenisasi tidak cukup hanya memperbanyak aset digital. Tata kelola, infrastruktur, dan manfaat ekonomi tetap menjadi fondasi yang harus disiapkan.

Rachmat menekankan bahwa penggunaan teknologi blockchain dan smart-contract perlu dibarengi tata kelola yang matang. Tanpa fondasi tersebut, teknologi berisiko berkembang tanpa memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Karena itu, pemerintah memperkuat legalitas underlying asset, kesiapan infrastruktur, serta ekosistem pendukung. Langkah ini dinilai penting agar tokenisasi dapat tumbuh secara sehat dan berkelanjutan.

Fokus berikutnya adalah memperluas use case yang relevan dengan kebutuhan pembangunan. Tokenisasi diharapkan tidak berhenti sebagai tren teknologi, tetapi benar-benar membuka alternatif pembiayaan yang lebih inklusif.

BACA JUGA:  Reli Harga Emas Angkat PAXG dan XAUT, Token Emas Kembali Dilirik

Sejalan dengan itu, pemerintah menargetkan efisiensi layanan digital hingga 80–90 persen dan tambahan pertumbuhan PDB sekitar 1–1,5 persen per tahun melalui peta jalan infrastruktur digital 2026–2030.

Blockchain, AI dan Data Jadi Bagian Transformasi Digital

Dorongan terhadap blockchain juga berjalan beriringan dengan kebutuhan memperkuat tata kelola data nasional. Indonesia menghadapi tantangan integrasi data karena banyak sektor memiliki format, sistem dan standar berbeda.

Untuk menjawab persoalan tersebut, Bappenas mendorong pemanfaatan teknologi seperti AI, advanced analytics dan blockchain dan mendorong para pemangku kepentingan untuk juga berkontribusi.

“Melalui kolaborasi pemerintah, industri, akademisi, dan komunitas teknologi, kita dapat memastikan bahwa transformasi digital benar-benar menjadi pengungkit menuju Indonesia Emas,” pungkasnya.

Dari Emas hingga Properti, Ini Aset Tokenisasi Indonesia yang Lulus Sandbox OJK

Pendekatan ini menunjukkan pemerintah tidak melihat inovasi blockchain hanya dari sisi kripto. Teknologi tersebut juga diposisikan sebagai infrastruktur pendukung untuk tata kelola, pembiayaan hingga transformasi layanan publik.

BACA JUGA:  Harga XRP Bangun Sinyal Terkuat dalam 8,5 Tahun, Reli Besar Dinanti

Namun, arah pengembangan teknologi tetap ditempatkan berdasarkan kebutuhan masyarakat. Bappenas menekankan inovasi seharusnya mengikuti persoalan pembangunan yang ingin diselesaikan, bukan sekadar mengejar tren teknologi yang sedang ramai.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait