Tokenisasi RWA mulai masuk ke fase yang lebih serius. Tidak hanya institusi keuangan yang ikut bergerak, regulator Amerika Serikat juga mulai membuka jalan agar pasar tradisional perlahan bisa dibawa langsung ke blockchain.
CFTC Minta Pasar Bersiap Hadapi “Mass Tokenization”
Pesan terbaru datang dari Ketua CFTC Michael Selig. Dalam US Treasury Market Conference pada Selasa (22/09/2026), ia meminta pasar bersiap menghadapi “mass tokenization” dan ekspansi keuangan on-chain.
Menurut Selig, tokenisasi RWA berpotensi menjadi fondasi sistem keuangan yang lebih efisien, terutama karena teknologi blockchain memungkinkan settlement instan dan perpindahan kolateral secara real-time antara clearinghouse, perantara, dan pengguna.
“Seperti peralihan dari perdagangan dengan isyarat tangan menuju perdagangan elektronik yang telah memajukan sistem keuangan kita, saya percaya tokenisasi dapat memberikan dampak serupa bagi seluruh kelas aset,” ujar Selig.
Namun, dorongan ini bukan berarti CFTC ingin membiarkan pasar berkembang tanpa batas. Selig menegaskan lembaganya akan menggunakan pendekatan berbasis prinsip agar inovasi tetap tumbuh tanpa mengorbankan integritas pasar.
Arah yang sama juga terlihat pada wacana perdagangan non-stop. Meski infrastruktur siap, CFTC menilai belum semua kelas aset cocok diperdagangkan tanpa batas dengan pendekatan yang seragam.
“Meski banyak pasar bergerak menuju perdagangan berkelanjutan, bukan berarti semuanya siap melakukan perubahan itu sekarang. Saya menegaskan bahwa CFTC tidak menerapkan pendekatan satu aturan untuk semua terhadap perdagangan 24/7,” ujar Selig.
SEC Tak Mau Ketinggalan, Saham AS Mulai Dapat Jalur On-chain
Dorongan CFTC muncul hanya beberapa hari setelah SEC mengambil langkah yang lebih konkret. Pada 17 September, mereka menerbitkan Innovation Exemption untuk perdagangan terbatas saham NMS yang ditokenisasi secara on-chain.
SEC Resmi Buka Jalan Saham AS Masuk Blockchain, Ini Aturan Ketatnya
Kebijakan itu memungkinkan Tokenized Securities Venues memakai AMM dan liquidity pool dalam lingkungan permissioned, sambil memperoleh pengecualian sementara dari beberapa definisi regulasi di bawah Exchange Act.
Ruangnya ketat. Token saham harus membawa hak yang setara dengan saham dasarnya, smart-contract wajib terbuka dan dapat diaudit, sementara jumlah simbol serta volume perdagangan dibatasi.
Pergerakan regulator ini tetap berjalan meski CLARITY Act tersendat di Senat. Pada awal pekan lalu, voting cloture untuk melanjutkan pembahasan H.R. 3633 gagal dengan hasil 49 berbanding 50.
Namun, kegagalan voting tersebut tidak menghentikan SEC memakai kewenangannya sendiri. Paul Atkins menyebut Innovation Exemption sebagai langkah sementara sembari regulator mempertimbangkan kerangka lebih permanen bagi perdagangan on-chain.
Artinya, jalur legislasi memang belum beres, tetapi eksperimen pasar on-chain sudah mendapat ruang terbatas. Infrastruktur baru mulai diuji sembari aturan jangka panjang dan perlindungan investor terus dibentuk.
RWA Makin Panas, Pemain TradFi Ikut Masuk
Momentum regulasi tersebut datang ketika pasar tokenisasi RWA sudah tumbuh jauh lebih besar dibanding beberapa tahun lalu. Data RWA.xyz per Kamis (24/09/2026) menunjukkan distributed asset value telah mencapai US$38,83 miliar.

Angka lainnya juga cukup mencolok. Represented asset value tercatat US$354,36 miliar, sementara jumlah pemegang aset mencapai 4,69 juta, melonjak sekitar 59,97 persen hanya dalam periode 30 hari.
Jika stablecoin ikut dihitung, skalanya menjadi jauh lebih besar. Nilainya tercatat US$306,32 miliar dengan sekitar 291,07 juta holder, memperlihatkan basis pengguna aset digital yang terus berkembang luas.
Aktivitas pasarnya juga ikut melesat. Dikutip dari laporan sebelumnya, volume bulanan tokenized equities melonjak lebih dari 33 kali lipat, dari US$237 juta pada Januari menjadi US$7,9 miliar pada Agustus.
Perkembangan serupa terlihat dari sisi penggunaan. Binance Research sebelumnya menyebut RWA mulai memasuki “Activation Era”, ketika fokus pasar bergeser dari sekadar menerbitkan aset menuju pemanfaatan aktif secara on-chain.
Gerak pemain TradFi pun terlihat jelas. S&P Global mengumumkan akuisisi OpenZeppelin, sementara ECB mulai mempersiapkan investasi pada sekuritas tokenisasi, memperpanjang daftar institusi besar yang masuk lebih dalam.
Binance: Tokenisasi RWA Beralih ke “Activation Era”, Ekuitas Jadi Kunci Berikutnya
Jika seluruh rangkaian tersebut disatukan, ceritanya mulai berubah. Tokenisasi bukan lagi sekadar eksperimen, tetapi perlahan merambah regulasi, pasar modal, institusi besar, hingga infrastruktur keuangan tradisional.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita Bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.


