Dunia kripto diguncang kabar mengejutkan. Harry Chun Tak Yeh, investor kripto sekaligus tokoh termama di ekosistem DeFi, ditemukan tewas setelah jatuh dari sebuah apartemen mewah di Paraguay.
Kasus tersebut menjadi perhatian karena kondisi apartemen yang terkait dengannya ditemukan berantakan. Polisi masih menyelidiki penyebab jatuhnya Yeh dan belum menetapkan kesimpulan terkait kematiannya.
Harry Yeh Tewas Usai Jatuh dari Lantai 30
Dikutip dari laporan International Business Times pada Minggu (09/08/2026), Harry Yeh ditemukan meninggal setelah jatuh dari lantai 30 kompleks apartemen mewah Jade Park di Asunción, Paraguay.
Polisi menerima panggilan darurat sekitar pukul 04.30 waktu setempat pada Jumat. Tubuh Yeh kemudian ditemukan di bagian bawah kompleks tersebut, sekitar 100 meter dari lokasi tempat ia diduga terjatuh.
“Tubuh Yeh ditemukan di bagian bawah kompleks Jade Park, sekitar 100 meter di bawah, dalam kondisi tanpa pakaian dan tertutup kantong plastik hitam,” sebagaimana dilaporkan International Business Times.
Hingga kini, otoritas Paraguay belum menentukan bagaimana Yeh bisa terjatuh. Penyelidik masih mempertimbangkan beberapa kemungkinan, termasuk kecelakaan, bunuh diri, maupun keterlibatan pihak lain.

Jaksa María del Carmen Palazón bersama unit kriminalistik dan pembunuhan kemudian memeriksa apartemen di lantai 30 yang dikaitkan dengan Yeh. Pintu ditemukan terbuka, sementara kondisi ruangan tampak berantakan.
Tidak ada orang lain yang ditemukan di apartemen tersebut. Polisi kemudian mengumpulkan sejumlah barang bukti dari ruangan serta lokasi ditemukannya tubuh Yeh untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Kepala Polisi Abel Cantero mengatakan penyidik memeriksa dua apartemen yang berkaitan dengan Yeh, masing-masing berada di lantai 27 dan 30 kompleks tersebut.
Apartemen lantai 27 ditempati pasangan Yeh, Isadora Carvalho. Perempuan Brasil berusia 29 tahun itu mengaku tidak mengetahui kejadian tersebut dan belum dituduh terlibat dalam kematian Yeh.
Rekam Jejak Harry Yeh di Dunia Kripto
Harry Chun Tak Yeh sendiri dikenal sebagai salah satu investor awal Bitcoin. Berdasarkan informasi pada situs resminya, ia mulai masuk ke Bitcoin pada 2013 ketika harga aset tersebut masih berada sekitar US$60.
Ia kemudian mendirikan Quantum Fintech Group dan memulai dana investasi pertamanya dengan modal sekitar US$250 ribu. Perusahaan tersebut berfokus pada investasi aset digital dan proyek berbasis blockchain.
Quantum Fintech Group dan situs pribadi Yeh mengklaim mengelola aset serta investasi lebih dari US$2 miliar. Quantum bahkan menyebut angka lebih dari US$2,4 miliar, meski angka tersebut belum diverifikasi secara independen.
Nama Yeh juga cukup dikenal dalam ekosistem Fantom dan decentralized finance atau DeFi. Riwayat investasinya mencakup sejumlah proyek blockchain seperti LIF3, L3 Reserve, hingga Tomb Finance.
Biografinya menyebut Yeh sebagai pendiri sekaligus seed investor LIF3 dan L3 Reserve. Laporan due diligence LIF3 pada 2024 juga menyebutnya sebagai investor utama dan Managing Director Quantum Fintech Group.

Keterlibatan tersebut membuat Harry Yeh dikenal di kalangan investor dan pendiri proyek kripto, khususnya dalam ekosistem DeFi yang berkembang sejak beberapa tahun terakhir.
Namun, penyebab pasti kematiannya masih belum terungkap. Otoritas Paraguay masih menunggu hasil autopsi dan pemeriksaan forensik sebelum menentukan apa yang sebenarnya terjadi sebelum Yeh jatuh dari gedung tersebut.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.


