Tom Lee vs Fundstrat? Ini Cerita di Balik Dua Narasi Kripto

Perbedaan pandangan antara pernyataan publik dan laporan internal Fundstrat belakangan memicu kebingungan di pasar kripto. Di satu sisi, Tom Lee tampil optimistis, di sisi lain riset Fundstrat justru memproyeksikan koreksi besar dalam waktu dekat, padahal keduanya berasal dari institusi yang sama.

Laporan Internal Fundstrat Picu Polemik

Sorotan bermula dari unggahan Wu Blockchain pada Sabtu (20/12/2025) yang mengungkap isi laporan strategi kripto Fundstrat untuk 2026. Laporan ditujukan khusus bagi klien internal dan menyita perhatian karena isinya dinilai kontras dengan narasi optimistis yang beredar.

Dalam dokumen internal itu, Fundstrat memperkirakan pasar kripto berpotensi mengalami koreksi besar pada paruh pertama tahun depan. Proyeksi ini mencerminkan pendekatan yang lebih berhati-hati terhadap kondisi pasar, terutama setelah reli kuat yang terjadi sebelumnya.

Laporan Internal Fundstrat - Wu Blockchain
Laporan Internal Fundstrat – Wu Blockchain

Sejalan dengan pandangan tersebut, Fundstrat memasang target harga yang relatif konservatif. Harga Bitcoin diproyeksikan berada di kisaran US$60.000 hingga US$65.000, Ethereum di rentang US$1.800 hingga US$2.000, sementara Solana dipatok pada level US$50 hingga US$75.

IKLAN
Chat via WhatsApp

Informasi ini cepat menyebar dan memicu reaksi keras dari komunitas kripto. Pasalnya, laporan tersebut dinilai bertolak belakang dengan narasi optimistis yang kerap disampaikan oleh Tom Lee kepada publik, padahal keduanya datang dari institusi yang sama.

Ketegangan muncul karena laporan internal tersebut beredar bersamaan dengan pernyataan Tom Lee di ajang Binance Week. Dalam forum terbuka itu, Lee justru menilai Ethereum berada pada level valuasi yang terlalu murah.

BACA JUGA:  Kripto LUNC Bangkit dari Kubur Pasca Gugatan Jane Street

Perbedaan pesan ini memicu kebingungan di pasar dan menimbulkan kesan adanya kontradiksi di tubuh Fundstrat, antara proyeksi konservatif dalam laporan internal dan narasi optimistis yang disampaikan ke publik.

Optimisme Tom Lee dan Visi Besar Ethereum

Di hadapan audiens Binance Week pada awal Desember lalu, Tom Lee menyampaikan pandangan optimistis terhadap Ethereum. Ia menyebut bahwa ETH tahun ini sedang mengalami “momen 1971-nya”.

Lee menjelaskan bahwa tahun 2025 telah menandai dimulainya era tokenisasi besar-besaran. Dalam konteks tersebut, Ethereum dinilai berada pada posisi strategis sebagai infrastruktur utama bagi transformasi keuangan digital. 

“Pada 2025, kita melakukan tokenisasi terhadap segalanya. Bukan hanya dolar, tetapi juga saham, obligasi, real estate, dan Wall Street kembali akan memanfaatkan hal ini dengan menciptakan berbagai produk di atas platform smart-contract,” ujarnya.

Ia juga menyoroti pergerakan harga Ethereum yang relatif stagnan selama lima tahun terakhir, namun mulai menunjukkan tanda-tanda breakout. Menurut perhitungannya, harga ETH saat ini masih berada di bawah nilai wajarnya. 

“Ethereum di level US$3.000 sangat undervalued. Jika Ethereum kembali ke rasio rata-rata delapan tahunnya terhadap Bitcoin, harganya bisa mencapai US$12.000. Namun, jika rasio tersebut naik ke 0,25 terhadap Bitcoin, harganya bisa mencapai US$62.000,” tutup Lee.

BACA JUGA:  Tulis Smart-Contract Pakai AI, Proyek DeFi Rugi Rp30 Miliar

Beda Kerangka, Bukan Bertolak Belakang

Melihat kegaduhan yang terjadi, Head of Digital Asset Strategy Fundstrat, Sean Farrell, memberikan klarifikasi di X pada Minggu (21/12/2025). Ia menilai reaksi pasar menunjukkan fase emosional tertentu yang membuat pesan riset kerap disalahpahami.

Farrell menegaskan bahwa Fundstrat menaungi sejumlah analis dengan kerangka analisis dan horizon waktu yang berbeda. Tom Lee, menurutnya, lebih berfokus pada investor institusional besar dengan pendekatan jangka panjang. 

“Strategi Tom ditujukan untuk manajer dana besar dan investor yang mengalokasikan 1–5 persen portofolionya ke BTC dan ETH. Pendekatan ini menuntut disiplin serta pola pikir jangka panjang terhadap tren sekuler agar mampu mengungguli kinerja dalam jangka panjang,” tulis Farrell.

Sementara itu, Farrell sendiri menyasar investor dengan eksposur kripto yang lebih besar dan strategi aktif. Pandangannya yang lebih berhati-hati untuk paruh pertama tahun depan, ia tekankan, bukan merupakan sikap pesimistis melainkan kehati-hatian. 

Prediksi Barclays: Pasar Kripto 2026 Berisiko Masuk Fase Lesu

Meski demikian, Farrell tetap optimistis dalam. Ia menutup dengan keyakinan bahwa narasi yang berkembang saat ini lebih mencerminkan perbedaan strategi dan horizon waktu, bukan pertentangan arah pasar kripto secara fundamental. 

BACA JUGA:  Akademisi Muhammadiyah Soroti Rasionalitas Investasi Kripto

“Saya masih memperkirakan Bitcoin dan Ethereum akan menantang rekor tertinggi baru pada akhir tahun, yang secara efektif mengakhiri siklus empat tahunan tradisional dengan fase bearish yang lebih pendek dan lebih dangkal,” tulisnya.

Manajemen Risiko vs Optimisme Jangka Panjang

Perbedaan narasi antara Tom Lee dan Fundstrat mencerminkan pendekatan berbeda terhadap pasar crypto. Tom Lee menekankan visi jangka panjang dan potensi fundamental, sementara Fundstrat fokus pada manajemen risiko jangka pendek dan proyeksi konservatif.

Bagi investor, penting memahami konteks ini agar tidak salah menafsirkan strategi. Perbedaan pendekatan dan horizon waktu bukan pertentangan arah pasar, melainkan bagian dari kerangka analisis untuk menghadapi dinamika kripto.

Dengan pemahaman tersebut, meski pasar fluktuatif, peluang jangka panjang tetap terbuka, terutama bagi Bitcoin dan Ethereum. Narasi Tom Lee dan Fundstrat mengingatkan bahwa kesabaran dan perspektif holistik menjadi kunci strategi investasi kripto yang efektif.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait