Toyota Fortuner Bekas Setara Berapa Bitcoin? Kamu Bakal Kaget!

Harga Bitcoin (BTC) yang terus berfluktuasi tidak hanya memengaruhi nilai investasi aset kripto, tetapi juga mengubah daya belinya terhadap barang-barang bernilai tinggi. Salah satu perbandingan yang menarik perhatian adalah dengan Toyota Fortuner bekas.

Berdasarkan kisaran harga pasar saat ini, sebuah Toyota Fortuner bekas ternyata hanya setara dengan sekitar sepertiga hingga setengah Bitcoin, tergantung tahun produksi dan kondisi kendaraan.

Perbandingan tersebut dihitung menggunakan kisaran harga Bitcoin sekitar US$64.700–US$64.800 per BTC pada Senin (20/7/2026). Dengan acuan tersebut, pembelian sebuah Toyota Fortuner bekas kini tidak lagi membutuhkan satu Bitcoin utuh, bahkan untuk beberapa varian dengan harga yang relatif tinggi.

Berapa Bitcoin untuk Membeli Fortuner Bekas?

Data pasar mobil bekas di Oto menunjukkan bahwa Toyota Fortuner keluaran 2018 umumnya dipasarkan di kisaran Rp340 juta hingga Rp375 juta. Untuk model 2019, harganya berada pada rentang Rp390 juta hingga Rp400 juta, sedangkan Fortuner tahun 2020 dipasarkan sekitar Rp415 juta.

Sementara itu, model 2021 dijual di kisaran Rp430 juta hingga Rp500 juta, sedangkan keluaran 2022 berkisar antara Rp468 juta hingga Rp535 juta, bergantung pada varian, kondisi kendaraan, riwayat servis, serta lokasi penjualan.

BACA JUGA:  Harga XRP Baru Pemanasan? Pola Ini Isyaratkan Reli Hebat ke US$130

Mengacu pada harga Bitcoin, Fortuner bekas tahun 2020 senilai sekitar Rp415 juta setara dengan sekitar US$25.460 atau sekitar 0,39 BTC. Sementara itu, Fortuner bekas tahun 2018 dengan harga sekitar Rp350 juta setara sekitar 0,33 BTC.

Untuk model yang lebih muda, Fortuner tahun 2021 dengan harga sekitar Rp450 juta setara kurang lebih 0,43 BTC, sedangkan Fortuner tahun 2022 yang dijual sekitar Rp535 juta bernilai sekitar 0,51 BTC. Dengan kata lain, bahkan untuk membeli Fortuner bekas pada kisaran harga tertinggi tersebut, pembeli masih belum membutuhkan satu Bitcoin penuh.

Perhitungan tersebut menggunakan rumus sederhana, yakni harga kendaraan dalam rupiah dibagi kurs rupiah terhadap dolar AS, kemudian hasilnya dibagi dengan harga Bitcoin dalam dolar AS. Nilai akhirnya dapat berubah sewaktu-waktu karena dipengaruhi pergerakan harga aset kripto, perubahan nilai tukar, maupun fluktuasi harga mobil bekas di pasar.

IKLAN
Urban Stretch Centre Medan

Selain itu, harga kendaraan bekas juga dipengaruhi sejumlah faktor seperti kondisi fisik, jarak tempuh, riwayat perawatan, hingga kelengkapan dokumen. Karena itu, konversi ke dalam Bitcoin dapat berbeda antara satu unit kendaraan dengan unit lainnya meski memiliki tahun produksi yang sama.

BACA JUGA:  Bitcoin Bertahan di Support Kunci, Jalan Menuju US$72.000 Terbuka?

BTC Diprediksi Belum Siap Reli, Area Ini Jadi Penentu

Di tengah perhitungan daya beli tersebut, perhatian pelaku pasar juga tertuju pada arah pergerakan Bitcoin dalam jangka pendek. Trader kripto veteran Richard Keskküla menilai aset digital terbesar itu masih belum siap mencatat breakout yang bersih ke level harga yang lebih tinggi karena masih memiliki satu area teknikal penting yang belum disentuh.

BTC analisis 20 juli

Menurut pengamatannya, terdapat fair value gap (FVG) yang masih terbuka di kisaran US$68.000 hingga US$69.500. Zona tersebut terbentuk setelah harga mengalami penolakan dari area sekitar US$74.000 dan kini menjadi wilayah yang paling diperhatikannya sebelum pasar dapat membangun tren baru.

Richard memperkirakan harga berpotensi lebih dahulu liquidity sweep di atas US$67.700 sebelum bergerak menuju area FVG tersebut. Namun, ia menilai reli menuju zona itu belum tentu menjadi sinyal dimulainya tren naik yang berkelanjutan karena justru berpotensi menjebak trader yang terlambat membuka posisi beli atau late longs.

Dalam skenario yang ia amati, setelah menguji area US$68.000–US$69.500, harga Bitcoin masih berpeluang berbalik arah dan terkoreksi kembali menuju sekitar US$62.000.

BACA JUGA:  Penambang Bitcoin Tak Lagi Jadi Ancaman? Indikator Ini Bongkar Fakta Mengejutkan

Meski demikian, ia menyebut pandangannya dapat berubah apabila Bitcoin berhasil merebut kembali area US$68.000–US$69.500 dan mampu bertahan di atasnya pada time frame 8 jam. Selama konfirmasi tersebut belum terjadi, ia memilih tidak mengejar kenaikan harga meski aset tersebut mencetak candle hijau.

Pergerakan harga Bitcoin dalam beberapa waktu ke depan akan menjadi faktor utama yang menentukan apakah daya belinya terhadap aset riil, termasuk kendaraan seperti Toyota Fortuner bekas, kembali meningkat atau justru melemah.

Dengan volatilitas yang masih tinggi, nilai konversi kendaraan ke dalam Bitcoin dapat berubah dalam waktu singkat mengikuti dinamika pasar global.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait