Kemenangan Amerika Serikat atas Australia pada laga Grup D Piala Dunia 2026, Jumat (19/06/2026), tak hanya memicu euforia di Seattle Stadium. Hasil tersebut juga membawa keberuntungan bagi sejumlah trader yang berpartisipasi di pasar prediksi Polymarket.
Laga ini menjadi salah satu pasar prediksi paling ramai di Polymarket. Volume transaksinya bahkan menembus US$34 juta, menjadikannya salah satu pasar bertema Piala Dunia 2026 dengan aktivitas perdagangan terbesar.
Laga AS vs Australia Bikin Trader Polymarket Pesta Cuan
Pasar prediksi “United States – Australia” di Polymarket mencatat volume taruhan hingga US$34 juta, mencerminkan tingginya antusiasme komunitas terhadap duel dua tim yang sama-sama mengawali Piala Dunia 2026 dengan kemenangan.
Sejumlah trader yang memilih opsi “Yes“, atau memprediksi Amerika Serikat akan mengalahkan Australia pada laga kedua Grup D, akhirnya tersenyum puas setelah pertandingan berakhir dengan skor 2-0.

Akun mooseborzoi menjadi peraih keuntungan terbesar dengan nilai US$216.625,59, disusul BreakTheBank sebesar US$186.615,37, Latina sebesar US$161.537,80, NiNo999 sebesar US$159.267,90, serta 0x3dfb yang membukukan keuntungan US$68.159.
Jika digabungkan, lima trader Polymarket tersebut berhasil mengantongi keuntungan sekitar US$792.205,66, atau setara Rp14,10 miliar, hanya dari hasil prediksi satu pertandingan Grup D Piala Dunia 2026 antara Amerika Serikat dan Australia.
Di sisi lain, trader yang bertaruh AS gagal meraih kemenangan justru harus menelan kerugian. Akun sbsigner merugi US$207.057,21, ChinesePro kehilangan US$206.696,57, gardenshed merugi US$196.000, Feromont kehilangan US$144.960, dan bcda US$130.242,13.

Secara kumulatif, lima trader tersebut mengalami kerugian sekitar US$884.955,91, atau setara kurang lebih Rp15,75 miliar. Angka tersebut menggambarkan besarnya risiko yang mengiringi prediction market berbasis blockchain.
Amerika Serikat Tampil Dominan Sejak Awal Laga
Bermain di Seattle Stadium, Amerika Serikat langsung mengambil inisiatif serangan sejak peluit pertama dibunyikan. Dominasi tersebut akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-14, saat mereka membuka keunggulan lebih dulu atas Australia.
Gol pertama lahir dari situasi yang kurang beruntung bagi Socceroos. Umpan rendah Folarin Balogun dari sisi kiri justru dibelokkan oleh Cameron Burgess ke gawangnya sendiri, membuat Amerika Serikat unggul 1-0.
Tertinggal satu gol, Australia mencoba memberikan perlawanan melalui beberapa peluang. Namun, rapatnya lini belakang Amerika Serikat membuat upaya tersebut gagal membuahkan hasil, sementara tim tuan rumah terus mengendalikan jalannya pertandingan.
Keunggulan AS semakin jauh pada menit ke-34 lewat gol Alex Freeman. Bek berusia 21 tahun itu sukses memanfaatkan bola rebound hasil tembakan Sergiño Dest yang sempat diblok Harry Souttar, sebelum akhirnya gol tersebut disahkan setelah melalui pemeriksaan VAR.

Kemenangan 2-0 tersebut memastikan Amerika Serikat melaju ke babak gugur Piala Dunia 2026 meski masih menyisakan satu pertandingan di fase grup. Di sisi lain, Australia harus berjuang pada laga terakhir demi menjaga peluang lolos ke babak gugur.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.


