Trader Kawakan Ini Sebut Potensi Bull Run Monero Mirip Perak

Trader kawakan asal AS, Peter Brandt, menyampaikan sinyal teknikal yang menunjukkan potensi reli besar pada Monero (XMR). Ia menilai pergerakan harga aset kripto tersebut memiliki kemiripan dengan pola lonjakan harga perak (XAG) di masa lalu.

Pernyataan ini menarik perhatian pelaku pasar karena Brandt dikenal sebagai analis teknikal berpengalaman yang telah puluhan tahun mengamati pergerakan komoditas, saham, dan aset digital.

Dalam analisis terbarunya, Brandt membandingkan struktur grafik jangka panjang Monero dengan fase awal bull run perak sebelum mengalami lonjakan tajam. Ia menilai XMR sedang berada dalam pola konsolidasi yang sehat, di mana harga bergerak dalam rentang tertentu sambil membangun momentum.

Monero Perak

IKLAN
Chat via WhatsApp

Menurutnya, pola semacam ini sering kali menjadi landasan bagi pergerakan harga yang lebih agresif ketika terjadi breakout.

“Struktur grafiknya menunjukkan potensi pergerakan besar, mirip dengan apa yang pernah terjadi pada perak,” ujar Brandt.

Ia menambahkan bahwa tekanan beli cenderung meningkat secara bertahap pada fase seperti ini sebelum harga bergerak lebih jauh.

BACA JUGA:  Tether Bantu Bekukan Dana Judi Kripto Rp8,9 Triliun di Turki

Pernyataan tersebut langsung memicu diskusi luas di komunitas kripto, khususnya di kalangan trader Monero.

Banyak pihak menilai bahwa sinyal dari Brandt memperkuat narasi bahwa XMR sedang memasuki fase penting dalam siklus pergerakannya. Namun, Brandt sendiri menekankan bahwa analisis teknikal bukanlah jaminan pasti, melainkan alat untuk membaca probabilitas arah pasar.

Pola Teknikal Monero Menarik Perhatian

Secara teknikal, grafik Monero menunjukkan pergerakan yang relatif stabil setelah melalui periode volatilitas tinggi. Harga XMR terlihat membentuk pola yang menyerupai fase akumulasi, di mana pelaku pasar mulai mengumpulkan aset secara bertahap.

Pola ini mirip dengan kondisi perak sebelum mengalami reli besar di masa lalu, saat sentimen pasar mulai berubah dari ragu menjadi optimistis.

Brandt menjelaskan bahwa dalam banyak kasus, aset yang berada dalam fase konsolidasi panjang cenderung menyimpan potensi energi harga. Ketika tekanan beli semakin dominan, pergerakan bisa menjadi lebih cepat dan signifikan.

BACA JUGA:  FOMC Tahan Suku Bunga, Begini Nasib Kripto

“Pola seperti ini sering kali menjadi dasar bagi pergerakan harga yang lebih besar,” ungkapnya.

Beberapa trader menilai bahwa performa Monero terlihat lebih menonjol ketika dilihat terhadap dolar AS. Dalam beberapa periode terakhir, XMR mencatat penguatan yang relatif lebih baik dibandingkan rata-rata pasar kripto.

Hal ini menunjukkan adanya minat beli yang konsisten dari investor, meskipun kondisi pasar secara umum masih dipengaruhi oleh ketidakpastian global.

Namun, sebagian analis juga mengingatkan bahwa jika dibandingkan dengan aset lindung nilai tradisional seperti emas, pergerakan Monero masih terlihat lebih moderat.

Artinya, sudut pandang perbandingan sangat memengaruhi persepsi terhadap kekuatan reli XMR. Meski demikian, tren jangka pendek Monero tetap menunjukkan arah yang konstruktif.

XMR Tetap Relevan Berkat Karakter Aset Privasi dan Komunitas Solid

Sinyal dari Peter Brandt turut mendorong meningkatnya perhatian terhadap Monero di kalangan pelaku pasar. Volume perdagangan XMR menunjukkan aktivitas yang cukup stabil, mencerminkan adanya minat dari trader ritel maupun institusional.

BACA JUGA:  OJK Percaya Konsumen Aset Digital Terus Tumbuh di 2026

Beberapa pelaku pasar menilai bahwa XMR memiliki karakteristik unik sebagai aset privasi yang membuatnya tetap relevan di tengah perubahan lanskap kripto global.

Sejumlah trader juga menyoroti bahwa Monero memiliki basis komunitas yang solid serta ekosistem yang terus berkembang. Faktor-faktor ini dianggap dapat mendukung pergerakan harga dalam jangka menengah hingga panjang, terutama jika sentimen pasar membaik.

Di sisi lain, di komunitas Reddit, beberapa trader menilai pandangan bull run Brandt lebih terlihat ketika XMR dihargakan terhadap dolar AS, sementara kalau dibandingkan dengan aset lain atau benchmark seperti emas/harga riil, reli itu bisa terlihat berbeda.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait

Iklan Bitget Blockchain Media Indonesia