Lonjakan aktivitas trader kripto di platform Binance menunjukkan pergeseran dalam lanskap perdagangan global, di mana aset tradisional seperti emas, perak, minyak, hingga saham kini semakin aktif diperdagangkan oleh trader kripto.
Data terbaru yang dibagikan analis Ali Martinez mengungkapkan bahwa volume perdagangan emas di Binance melonjak drastis dari sekitar US$1,5 juta per hari menjadi US$7,6 miliar per hari hanya dalam kurun waktu sekitar 90 hari.
Fenomena ini menandai perubahan pola distribusi likuiditas, dari bursa tradisional menuju platform digital berbasis kripto.
Selain emas, perak juga mencatat lonjakan volume yang signifikan dengan puncak mencapai sekitar US$6,4 miliar per hari.
Secara keseluruhan, aktivitas perdagangan komoditas oleh trader kripto di Binance kini diperkirakan setara dengan hampir 20 persen dari total volume perdagangan di COMEX, salah satu bursa komoditas terbesar di dunia.
Kondisi ini menunjukkan bahwa sebagian likuiditas global mulai berpindah, seiring meningkatnya minat terhadap akses perdagangan yang lebih fleksibel dan tidak terbatas waktu.
Pergerakan serupa juga terlihat pada aset lain. Minyak AS diperdagangkan dengan volume harian sekitar US$760 juta, sementara saham Tesla mencatat volume sekitar US$190 juta di platform yang sama.
Akses 24 Jam dan Tokenisasi Dorong Lonjakan Minat Trader Kripto
Peningkatan aktivitas ini terjadi di tengah perubahan cara pelaku pasar berinteraksi dengan aset keuangan. Platform kripto seperti Binance menawarkan akses perdagangan selama 24 jam, tanpa batasan jam operasional seperti di pasar tradisional.
Selain itu, proses yang lebih sederhana tanpa keterlibatan perantara menjadi faktor utama yang mendorong partisipasi trader kripto dalam perdagangan aset non-kripto.
Gaya perdagangan yang lebih dinamis dan berbasis leverage yang umum di pasar kripto juga mulai memengaruhi dinamika perdagangan aset tradisional. Hal ini tercermin dari meningkatnya volume dalam waktu singkat, yang menunjukkan respons cepat pelaku pasar terhadap peluang di berbagai instrumen.
Di sisi lain, tren ini tidak terlepas dari perkembangan teknologi tokenisasi aset dunia nyata (RWA).IMF sebelumnya menilai bahwa tokenisasi bukan sekadar inovasi tambahan, melainkan perubahan mendasar dalam sistem keuangan global.
IMF menjelaskan bahwa teknologi ini berpotensi mengubah cara aset seperti obligasi, komoditas, hingga instrumen keuangan lainnya diperdagangkan dan diselesaikan.
Pasar RWA Tembus US$24 Miliar, Emas Jadi Andalan
Data terbaru menunjukkan bahwa total nilai pasar aset dunia nyata yang ditokenisasi telah melampaui US$24 miliar pada awal 2026, dengan pertumbuhan sekitar 266 persen sepanjang 2025. Dari jumlah tersebut, sektor komoditas, khususnya emas, menjadi salah satu kontributor utama terhadap pertumbuhan tersebut.
Secara lebih rinci, pasar komoditas yang ditokenisasi telah mencapai sekitar US$7,37 miliar pada April 2026. Emas mendominasi hampir seluruh segmen ini, dengan produk seperti Tether Gold (XAUT) dan Paxos Gold (PAXG) menyumbang sekitar 74 persen dari total kapitalisasi pasar.
Data juga menunjukkan bahwa PAXG didukung oleh lebih dari 510.000 ons emas fisik yang disimpan di vault terverifikasi, memperkuat kepercayaan terhadap model tokenisasi ini.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.



