Trader Mendadak Bergerak Agresif, Analis Prediksi Harga XRP Melejit ke US$2,3

Aktivitas perdagangan derivatif XRP mulai menunjukkan peningkatan tajam di tengah pergerakan harga yang masih bertahan di kisaran US$1,34 hingga US$1,45.

Analis on-chain Arab Chain di CryptoQuant menilai lonjakan aktivitas perpetual contract tersebut menjadi sinyal bahwa minat spekulatif trader mulai kembali meningkat setelah beberapa waktu pasar bergerak relatif tenang.

XRP perp 28 mei

Dalam laporan terbarunya, Arab Chain mencatat nilai volume imbalance XRP mencapai sekitar 0,54, sementara Z-Score naik mendekati 0,95. Kenaikan indikator tersebut menunjukkan aktivitas perdagangan perpetual XRP kini berada jauh di atas rata-rata normal sebelumnya dan mulai memasuki fase volatilitas yang lebih tinggi.

Momentum Spekulatif XRP Mulai Bangkit Lagi 

Arab Chain menjelaskan bahwa nilai volume imbalance di kisaran 0,54 menandakan volume perdagangan kontrak perpetual XRP meningkat signifikan dibanding periode normal sebelumnya. Kondisi itu mencerminkan semakin banyak trader yang mulai masuk ke posisi jangka pendek dengan penggunaan leverage yang lebih agresif.

“Pasar mulai mengalami aktivitas yang lebih kuat dibanding periode tenang sebelumnya,” ungkap Arab Chain.

Menurutnya, kenaikan Z-Score hingga mendekati level 0,95 juga menjadi tanda bahwa aktivitas pasar XRP kini hampir satu standar deviasi di atas kondisi rata-rata normal. Semakin dekat indikator tersebut ke level 1, semakin kuat pula momentum spekulatif yang sedang berkembang di pasar derivatif.

BACA JUGA:  Ini Penyebab Pasar Prediksi Polymarket Diblokir Komdigi

Data on-chain juga memperlihatkan indikator sebelumnya cukup lama bergerak di area negatif sebelum akhirnya kembali memasuki zona positif. Perubahan itu dinilai mencerminkan mulai pulihnya selera risiko trader setelah fase partisipasi pasar yang sempat melemah.

IKLAN
Urban Stretch Centre Medan

Meski aktivitas derivatif meningkat, harga XRP sendiri belum bergerak seagresif lonjakan indikator tersebut. Selama periode pengamatan, harga masih berkonsolidasi di rentang US$1,34 hingga US$1,45 tanpa breakout besar yang biasanya muncul saat momentum leverage meningkat tajam.

Pola Historis Kembali Jadi Sorotan

Di tengah meningkatnya aktivitas spekulatif, analis teknikal ChartNerd melihat XRP kembali menunjukkan pola siklus historis yang sebelumnya beberapa kali muncul sebelum breakout besar terjadi.

XRP analisis 28 Mei

Dalam analisis jangka panjangnya, XRP disebut berulang kali menyapu lower regression band di sekitar area US$1 sebelum akhirnya memasuki fase bullish baru.

ChartNerd menilai pola tersebut telah muncul secara konsisten sejak 2017, lalu kembali terlihat pada 2020, 2023, dan kini mulai terbentuk lagi pada 2026. Ia juga menyoroti bahwa sejak 2020, pola serupa hampir selalu muncul setelah XRP mengalami death cross pada time frame dua mingguan.

BACA JUGA:  Pasar Kripto Merah Membara, BTC Sasar Koreksi Hingga 77.755

Menurut analisisnya, setelah death cross terbentuk, harga XRP biasanya turun terlebih dahulu menuju lower regression band sebelum akhirnya melakukan reversal besar. Area sekitar US$1 kini kembali dipandang sebagai support psikologis penting yang berpotensi menjadi titik pantul utama apabila pola historis tersebut kembali terulang.

Sementara itu, resistance utama koin tersebut saat ini berada di kisaran US$1,70 hingga US$2,30 yang sebelumnya sempat menjadi area distribusi pasca reli besar terakhir.

Jika support regression band berhasil dipertahankan dan momentum bullish kembali terbentuk, sebagian trader mulai melihat peluang XRP bergerak menuju area tersebut dalam siklus berikutnya.

Sinyal Rebound Jangka Pendek Mulai Terlihat

Selain pola jangka panjang, analis teknikal Ali Martinez juga melihat potensi rebound jangka pendek mulai muncul pada grafik 4 jam XRP. Dalam analisis terbarunya, indikator TD Sequential disebut telah memberikan sinyal buy setelah XRP mengalami tekanan turun bertahap dari area US$1,35 menuju kisaran US$1,32.

BACA JUGA:  Arus Bitcoin dari Penambang ke Binance Tembus 21.000 BTC, Sinyal Bearish?

XRP analisis terbaru 28 mei

Kemunculan angka “9” pada indikator TD Sequential sering dianggap sebagai sinyal bahwa tekanan jual mulai melemah dan pasar berpotensi memasuki fase relief bounce sementara. Ia menilai XRP memiliki peluang rebound menuju area US$1,35 dalam waktu dekat sebelum menentukan arah tren utama berikutnya.

Area US$1,35 kini menjadi resistance terdekat yang dipantau trader apabila momentum pemulihan mulai menguat. Di sisi lain, support penting XRP berada di kisaran US$1,325 hingga US$1,32 yang menjadi titik pantul terbaru.

Jika support tersebut gagal dipertahankan, tekanan bearish dinilai masih berpotensi kembali mendominasi pasar. Namun selama XRP mampu bertahan di atas zona itu, peluang rebound jangka pendek dinilai masih tetap terbuka di tengah meningkatnya aktivitas spekulatif trader derivatif.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait