Perubahan besar mulai terlihat di pasar derivatif XRP setelah data terbaru dari Binance menunjukkan rata-rata funding rate 30 hari (SMA 30) untuk XRP melonjak ke level tertinggi sejak awal Februari.
Data yang dianalisis oleh Arab Chain di CryptoQuant itu memperlihatkan funding rate kini berada di level 0,0002, berbalik tajam dari posisi negatif terdalam di -0,0007 dalam beberapa bulan sebelumnya.

Lonjakan funding rate ini menjadi sinyal penting di pasar derivatif karena menunjukkan perubahan perilaku trader. Sebelumnya, dominasi posisi short masih kuat dan mencerminkan ekspektasi bearish.
Namun kini, pergerakan funding rate yang kembali positif menandakan semakin banyak trader mulai membuka posisi long atau bertaruh pada potensi kenaikan XRP.
Arab Chain menjelaskan bahwa kenaikan pada funding rate bukan sekadar lonjakan harian, melainkan pergeseran tren yang lebih stabil karena indikator tersebut digunakan untuk menyaring volatilitas jangka pendek.
“Kenaikan rata-rata funding rate 30 hari ke level tertinggi sejak awal Februari menunjukkan perubahan sentimen yang lebih dalam, bukan sekadar pergerakan sesaat,” ungkap Arab Chain.
Menariknya, perubahan di pasar derivatif ini terjadi ketika harga XRP masih bergerak stabil di kisaran US$1,39 hingga US$1,44. Kondisi itu memunculkan divergensi antara data derivatif dan harga spot, yang dalam banyak kasus sering menjadi sinyal awal sebelum terjadi pergerakan harga yang lebih besar.
Adopsi Terus Naik, Sinyal Akumulasi Makin Terlihat
Di tengah sinyal dari pasar derivatif, analis pasar Vincoop menyoroti jumlah holder XRP yang kini telah mencapai 7,8 juta wallet. Pertumbuhan itu dinilai berlangsung organik dan stabil, bukan didorong euforia jangka pendek.
Vincoop menilai kenaikan jumlah holder ini menjadi indikasi bahwa akumulasi XRP masih berlangsung diam-diam, bahkan ketika harga belum menunjukkan lonjakan besar.
Dalam konteks pasar kripto yang lebih luas, pertumbuhan holder juga terjadi di aset besar lain seperti Bitcoin dan Ethereum, yang menunjukkan bahwa aliran modal belum keluar dari pasar, melainkan mulai tersebar ke beberapa aset utama.
Menurutnya, kondisi seperti ini sering menjadi fase awal sebelum harga mengejar pertumbuhan fundamental. Artinya, peningkatan adopsi dan kepemilikan XRP dapat menjadi fondasi bagi pergerakan harga berikutnya, meski waktu realisasinya belum bisa dipastikan.
Momentum XRP Memanas, Pertarungan Bull dan Bear Kian Ketat
Sementara itu, analis teknikal GainMuse melihat struktur harga XRP mulai memasuki fase tekanan tinggi. Dalam analisis terbarunya, XRP disebut berhasil menembus pola descending triangle dan menembus resistance penting di area US$1,44.

GainMuse mencatat breakout itu didukung candle bullish berukuran besar tanpa wick atas, yang menunjukkan tekanan jual belum cukup kuat untuk menghentikan momentum naik. Menurutnya, jika area US$1,44 berhasil bertahan sebagai support saat retest, maka target terdekat XRP berada di kisaran US$1,45 hingga US$1,46.
Namun, GainMuse juga mengingatkan adanya supply besar di area atas yang bisa menjadi hambatan bagi kelanjutan reli. Jika harga kembali jatuh di bawah US$1,38, struktur bullish yang terbentuk saat ini dinilai batal dan berpotensi memicu tekanan jual yang lebih besar.
Secara garis besar, data on-chain menunjukkan bahwa perubahan funding rate XRP di Binance mulai mengarah pada pergeseran sentimen pasar dari bearish ke bullish.
Meski harga masih bergerak relatif stabil, lonjakan posisi long dan perubahan struktur derivatif memberi sinyal bahwa tekanan beli mulai tumbuh dan bisa menjadi petunjuk awal bagi pergerakan XRP berikutnya.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.


