Trader Mulai Menepi? Volume Futures Kripto di CEX Anjlok

Pasar derivatif kripto terlihat kehilangan tenaga. Volume perdagangan perpetual futures di bursa terpusat (CEX) merosot tajam pada Juli 2026, sementara aktivitas serupa di DEX ikut mendekati level terendah tahunan.

Volume Futures CEX Jatuh ke Level Terendah 31 Bulan

Data yang dibagikan CryptoRank pada Jumat (07/08/2026) memperlihatkan volume perpetual futures di centralized exchange atau CEX turun menjadi US$4 triliun sepanjang Juli, level terendah dalam 31 bulan sejak terakhir terlihat pada Desember 2023.

Binance masih memimpin pasar dengan volume bulanan sekitar US$1,4 triliun. Di belakangnya, OKX mencatat US$607 miliar, sedangkan Bybit membukukan sekitar US$300 miliar dalam periode yang sama.

Volume Futures CEX - CryptoRank
Volume Futures CEX – CryptoRank

Menurut CryptoRank, volume perpetual futures sempat pulih antara April hingga Juni. Namun, tren tersebut berbalik pada Juli setelah hampir seluruh bursa kripto utama kembali mencatat penurunan aktivitas perdagangan.

Pelemahan tidak hanya terjadi di pasar derivatif. Data Coinglass per Sabtu (08/08/2026) menunjukkan volume spot harian kripto juga turun 23,6 persen sepanjang Juli, dari US$17,8 miliar menjadi US$13,6 miliar.

BACA JUGA:  Harga Bitcoin Berpeluang Meledak, Data Inflasi AS Bawa Kabar Baik

Kombinasi penurunan pada futures dan spot memberi gambaran bahwa selera trader terhadap risiko sedang melemah. Aktivitas yang lebih rendah juga menunjukkan sebagian pelaku pasar memilih menunggu arah berikutnya.

Aktivitas Perpetual di DEX Ikut Mendingin

Tekanan serupa terlihat di decentralized exchange atau DEX. Menurut data DefiLlama, volume perdagangan perpetual di DEX turun menjadi US$531 miliar pada Juli, terendah sejak Juni 2025.

Angka tersebut turun sekitar 21 persen dibandingkan Juni 2026, ketika volume perpetual DEX masih mencapai US$676 miliar. Penurunan ini memperpanjang tren pelemahan yang sudah berlangsung sejak akhir 2025.

IKLAN
Urban Stretch Centre Medan

Puncaknya terjadi pada Oktober 2025, saat volume perpetual DEX sempat menyentuh US$1,36 triliun. Sejak itu, aktivitas perdagangan terus menurun dan belum mampu kembali ke level sebelumnya.

Volume Perdagangan Perpetual DEX - DefiLlama
Volume Perdagangan Perpetual DEX – DefiLlama

Open interest di decentralized exchange juga ikut turun menjadi US$17,9 miliar pada Juli. Sebelumnya, indikator tersebut sempat mencapai puncak sekitar US$19,4 miliar pada September 2025 lalu.

BACA JUGA:  Efek Trump! Trader Kripto Ini Sulap Rp140 Ribu Jadi Rp100 Juta

Open interest menggambarkan nilai kontrak aktif yang belum diselesaikan. Ketika angkanya menurun, kondisi tersebut dapat menjadi sinyal bahwa modal baru mulai berkurang atau trader menutup posisi.

Hyperliquid Memimpin, RWA Justru Mencuri Perhatian

Meski pasar derivatif secara umum melambat, Hyperliquid masih mempertahankan posisi sebagai DEX terbesar. Platform tersebut mencatat sekitar US$199 miliar volume perdagangan selama 30 hari terakhir.

Menariknya, aktivitas Hyperliquid kini semakin ditopang tokenized real-world assets atau RWA. Kategori ini menyumbang sekitar 32 persen aktivitas perdagangan platform tersebut sepanjang kuartal kedua 2026.

Kontribusi RWA juga mulai terasa pada sisi pendapatan. Segmen tersebut menghasilkan sekitar 6,6 persen dari total pendapatan kuartalan Hyperliquid yang mencapai US$169 juta pada periode tersebut.

Apa Itu Perpetual DEX yang Lagi Booming? Ini Pengertian dan Cara Cuan-nya!

Momentum RWA bahkan semakin kuat pada pertengahan Juli. Antara 13 hingga 19 Juli, aset tokenisasi menyumbang sekitar 52 persen dari total volume perdagangan mingguan Hyperliquid.

BACA JUGA:  5 Topik Kripto Paling Hangat Saat Ini, BitMEX hingga GME Jadi Perbincangan

Perubahan ini menunjukkan bahwa meski volume perpetual kripto sedang mendingin, aktivitas trader tidak sepenuhnya menghilang. Sebagian perhatian justru bergeser menuju instrumen baru yang menawarkan eksposur berbeda.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait