Pasar crypto Bitcoin kembali menjadi sorotan setelah data terbaru mengungkap adanya pergeseran likuiditas yang dianggap cukup mengubah dinamika pasar.
Berdasarkan data on-chain yang dibagikan analis Crazzyblockk di CryptoQuant, fund flow ratio seluruh bursa di bulan ini turun dari 0,073 menjadi 0,058.
Penurunan tersebut menandakan keluarnya modal dari platform tersentralisasi, namun yang mengejutkan adalah pergeseran distribusi likuiditas justru mengarah pada konsentrasi baru di satu bursa.

Menurut Crazzyblockk, pangsa aliran dana Binance dalam total likuiditas bursa meningkat dari sekitar 24 persen menjadi 28 persen dalam periode yang sama, atau terjadi migrasi sekitar empat poin persentase.
“Perpindahan likuiditas sebesar ini saat pasar melemah bukanlah detail kecil, melainkan faktor yang membentuk proses price discovery saat ini,” ujar Crazzyblockk.

Pergeseran tersebut terjadi di tengah ketidakpastian harga yang terus membayangi Bitcoin. Karena likuiditas terkonsentrasi pada satu bursa, proses pembentukan harga menjadi lebih mudah terpengaruh oleh pergerakan pada platform tersebut.
Selain berpotensi menstabilkan order book Binance, kondisi ini juga memunculkan ruang bagi arbitrase cepat karena bursa lain kesulitan menyesuaikan harga yang dipimpin oleh kolam likuiditas dominan.
Fenomena tersebut dinilai sebagai salah satu alasan mengapa fluktuasi harga crypto Bitcoin semakin terasa “tidak bersih” dan sulit ditebak oleh trader dalam beberapa pekan terakhir.
Indikasi Akumulasi Muncul, Tapi Arah BTC Tetap Kabur
Selain faktor migrasi likuiditas, ketidakpastian arah pasar juga diperkuat oleh analisis teknikal dari EliZ, analis lainnya yang mengamati grafik Bitcoin di time frame tiga hari (3D).
Analis itu menyebut struktur pasar saat ini berada dalam kondisi yang “kotor,” ditandai dengan pergerakan yang terjebak dalam rentang yang sama, penolakan di area atas dan serapan di area bawah tanpa memberikan sinyal tren yang jelas.
EliZ menguraikan bahwa karakteristik candle yang muncul, seperti long wicks, indecisive closings, serta pergerakan yang muncul dan batal dalam waktu singkat, menunjukkan pasar yang tidak memberi ruang bagi agresivitas.
Pasar seperti ini, menurutnya, justru menghukum trader yang terburu-buru dan hanya menguntungkan mereka yang mampu menunggu.
Meski demikian, ada satu detail menarik, yakni indikator On-Balance Volume (OBV) memperlihatkan sedikit tanda akumulasi.
Bukan sinyal pembalikan tren, tetapi cukup untuk menunjukkan bahwa pasar crypto Bitcoin perlahan mencari pijakan baru setelah fase distribusi yang dominan beberapa minggu lalu.
EliZ menambahkan bahwa dinamika pasar saat ini sepenuhnya ditentukan oleh level harga penting. Apabila Bitcoin kehilangan level US$100.000 dan menutup candle di bawahnya, peluang pengujian area US$93.000–US$90.000 meningkat signifikan karena wilayah tersebut masih menyimpan likuiditas historis.
EliZ pun menegaskan bahwa hal itu bukanlah sinyal kejatuhan mendadak, melainkan penyesuaian pasar untuk menguji kembali area yang belum disentuh dengan benar.
Sebaliknya, jika BTC bertahan di atas level psikologis US$100.000, pasar tidak serta-merta pulih. Pergerakan yang choppy diprediksi berlanjut, naik turun tanpa arah, disertai pergerakan palsu, karena rentang harga belum patah baik ke atas maupun ke bawah.
Kondisi tersebut menggambarkan fase di mana pasar sedang mencoba menentukan apakah lebih masuk akal untuk membersihkan likuiditas di bawah atau membangun struktur baru di atas rentang saat ini.
Dalam kata lain, belum ada tren kuat yang terbentuk. Pasar crypto Bitcoin tengah mencari keseimbangan, sementara seluruh pergerakan yang terjadi selama fase konsolidasi ini lebih banyak dianggap sebagai “noise” hingga ada penembusan area kunci.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.



